-->
    BLANTERORBITv102

    Struktural Fungsional Talcot Parson

    Rabu, 06 Oktober 2021

     


    kali ini kita akan mengkaji teori struktural fungsional atau teori fungsionalisme struktural beberapa tokoh dari teori struktural fungsional antara lain ada talcott parson kemudian Robert k Merton, Kingsley device, Wilbert Moore, dan Maryon djelevic. mengenai Teori struktural-fungsional ini kita akan lebih memfokuskan pada pemikiran Talcott Parson mengingat dialah sosok yang paling menonjol dalam teori struktural-fungsional Parson hidup pada tahun 1902 hingga 1979 jadi sekitar 77 tahun. sebelum belajar sosiologi parson belajar biologi dan ekonomi. Latar belakang studi tersebut yang  ditengarai memiliki pengaruh besar dalam  teori struktural fungsional yang dicetuskannya dan karena memang logika dari struktural-fungsional parson itu mirip sekali dengan logika organisme biologis. Pada tahun 1937 Parson menelurkan buku structure of social action. buku ini menjadi sangat berpengaruh. Buku itulah yang kemudian Parson diangkat menjadi presiden American Sociological Association pada tahun 1949. Selanjutnya pada tahun 1951 Parson menerbitkan The Social system melalui karya The Social system menjadikan Parson sebagai tokoh dominan dalam sosiologi Amerika Serikat atau bisa dikatakan mulai menjadi tokoh yang paling dominan dalam sosiologi Amerika Serikat.

    Selanjutnya bagaimana latar belakang munculnya teori struktural-fungsional. struktural-fungsional berawal dari teori sosiologi klasik terdapat tokoh Emil Durkheim yang memiliki pemikiran mengenai solidaritas mekanik dan organic. solidaritas mekanik adalah kesatuan masyarakat diakibatkan kesamaan-kesamaan yang terdapat didalamnya misalkan kesamaan mata pencaharian, religi budaya juga kesamaan tokoh adat, kesamaan tokoh masyarakat yang dikultuskan. sementara solidaritas organik adalah kesatuan masyarakat yang disebabkan oleh berbagai perbedaan yang ada di dalamnya contohnya perbedaan mata pencaharian, Ketika seorang dosen sakit maka mereka tetap butuh dokter ketika dokter tersandung masalah hukum maka dia butuh pengacara, pengacara ketika hendak mengambil studi lanjut dia memerlukan dosen pada akhirnya semua saling membutuhkan. Pokok utama struktural-fungsional merupakan pengembangan dari konsep solidaritas organik Durkheim. Namun juga pengaruh studi biologi yang dilakukan Parson mau tidak mau juga turut mempengaruhi pemikiran sosialnya. struktural-fungsional itu menjadi teori yang punya pengaruh luas dan begitu populer pasca-perang dunia ke dua. Alasannya sederhana karena akibat Perang Dunia 2 tahun 1939 hingga1 945 dunia mengalami kehancuran porak poranda kemudian setelah perang usai dunia membutuhkan teori sosial yang sifatnya optimis dan harmonis dan itu dipenuhi oleh teori struktural-fungsional.

    Harapan itu dipenuhi oleh teori struktural fungsional kenapa bisa optimis dan harmonis sekali.apa yang kita lihat ini adalah berbagai asumsi dari pemikiran teori struktural fungsional. Pertama masyarakat ibarat organisme biologis hidup masing-masing memiliki fungsi atau peran terhadap yang lain jadi ketika salah satu elemen  atau Salah satu bagian itu mengalami kerusakan sakit atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka ini akan mempengaruhi Keseluruhan system. Misalkan di suatu negara ada lembaga Pendidikan, ada lembaga kepolisian lembaga negara, ketika salah satu saja bermasalah itu akan bisa mempengaruhi lembaga-lembaga yang lainnya. sederhanya asumsi pertama ibarat organ biologis manusia juga ketika salah satu organ tubuh kita bermasalah maka itu akan mempengaruhi organ-organ lainnya. Kedua adalah masyarakat selalu berada dalam kondisi harmonis stabil dan seimbang sesuatu yang mengalami hal tersebut dikategorikan sebagai antisosial dan harus dihukum.  Asumsi tersebut yang menyebabkan teori struktural-fungsional memperoleh klaim sebagai teori yang harmonis , teori yang pro kestabilan dan keseimbangan sosial.  Ketiga perubahan sosial adalah sarana mencapai keseimbangan baru. Menurut pandangan teori struktural-fungsional pergolakan yang terjadi dalam masyarakat itu adalah usaha untuk mencapai keseimbangan yang lebih baru.  Misalkan terdapat gelas berisi air Kemudian dimasukan kerikil di dalamnya. Awalnya air itu akan bereaksi tetapi lama-lama air itu akan tenang kemudian. selisih volume air dari sebelum dan sesudah dimasuki krikil itu adalah perubahan sosial. Hal tersebut sama seperti Ketika anda mandi di kolam bola ketika anda terjun kedalam berserakan boleh tapi begitu Anda keluar bola itu akan rapi dengan sendirinya. Contoh tersebut adalah asumsi teori struktural-fungsional bahwa perubahan sosial adalah sarana mencapai keseimbangan baru. Maka ketika terjadi konflik di masyarakat struktural melihat itu sebagai usaha untuk mencapai kestabilan baru misalkan perang dunia saat terjadi antara tahun 1914- 1918 kemudian perang dunia ke-2 terjadi antara tahun 1939 sampai 1945. Teori struktural-fungsional tidak melihat perang yang berkecamuk sebagai konflik. namun melihat masa tenang antara tahun 1918 setelah perang dunia pertama usai hingga masa awal dimulainya Perang Dunia ke-2 tahun 1939 jadi antara tahun 1918 hingga 1939 itu adalah keseimbangan baru atau kestabilan baru. Saat  perang itu hanya bertujuan untuk mencapai keseimbangan baru. Setelah perang usai hinga dunia mengalami perang dingin. Struktural-fungsional lebih menekankan pada jeda perang. Itulahyang diasumsikan sebagai keseimbangan baru. berikutnya teori struktural-fungsional meyakini tidak ada masyarakat yang terstratifikasi atau tidak ada masyarakat yang setara dan tanpa kelas. Jadi menurut pandangan structural fungsional ide sosialisme komunis soal masyarakat sama rasa sama rata itu dianggap tidak mungkin terjadi. Bahkan sejak zaman Firaun sampai zaman Dajjal Besok sampai kiamat. Istilahnya masyarakat akan selalu terkena stratifikasi dalam kelas-kelas sosial. Memimpikan masyarakat tanpa kelas sosial itu omong kosong tidak mungkin. Selanjutnya kita kembali ke pemikiran Weber mengenai power atau kekuasaan itulah yang justru mendinamiskan kehidupan sosial. nanti kita juga akan bahas ini di teori pertukaran kekuasaannya Peter m Blau Bagaimana kesenjangan kekuasaan kesenjangan power justru membuat kehidupan sosial bisa berjalan. Tanpa adanya kesenjangan kekuasaan tanpa adanya stratifikasi sosial kehidupan sosial akan stagnan.

    Berikutnya adalah struktur sosial berfungsi menjaga keberlangsungan sistem sosial struktur sosial itu. Pengklasifikasian masyarakat secara hirarki beda dengan sistem sosial .sistem sosial merupakan elemen-elemen yang terdapat dalam masyarakat yang saling mempengaruhi satu sama lain tapi kalau struktur sosial adalah klasifikasi masyarakat. Berikutnya posisi mempengaruhi penghargaan dan prestise. posisi mempengaruhi penghargaan dan prestise imbalan lebih terhadap mereka yang berkedudukan lebih tinggi Jadi wajar mereka yang lebih tinggi memperoleh upah atau bayaran yang lebih besar. Kenapa, karena semakin tinggi suatu posisi sosial semakin sulit dicapai sehingga imbalannya adalah lebih tinggi lebih besar, karena semakin keatas semakin sulit dicapai. Tidak sembarang orang memiliki posisi prestise yang dtinggi. Katakanlah seperti dokter tidak semuamampu menempati posis tertinggi karena terdapat dokter umum dengan dokter spesialis. Seumpama ingin menjadi dokter spesialis harus sekolah lagi ujian lagi dan lain sebagainya Kokas . hal  itu karena semakin sulit maka dia ketika berhasil imbalannya akan semakin besar.

    Asumsi berikutnya mengenai teori struktural fungsional adalah bagaimana menempatkan individu Dalam posisi yang tepat. Intinya ketika melihat sejarah orang-orang Eropa yang pertama kali datang ke tanah air Kenapa kontak awal mereka dengan penduduk pribumi itu buruk karena sebetulnya orang-orang Eropa yang ikut dalam pelayaran itu adalah para kriminal para begal para sampah masyarakat orang-orang yang sudah tidak diterima lagi di masyarakat Eropa sana.  Mereka tidak punya pilihan Hai karena mereka ditolong oleh masyarakat akhirnya mereka terpaksa ikut pelayaran mencari dunia baru tetapi justru dengan mereka ikut pelayaran mencari dunia baru itu mereka ditempatkan sebagai pahlawan ini. asumsi struktural fungsional yang terpenting Bagaimana menempatkan individu Dalam posisi yang tepat right man in the right place.

    Berikutnya adalah asumsi teori struktural fungsional yang berbunyi apa yang dibutuhkan masyarakat akan ada dengan sendirinya dan apa yang tidak dibutuhkan masyarakat akan hilang dengan sendirinya. Misalkan begini mungkin seringkali ada pertanyaan Kenapa pagelaran wayang tradisional semalam suntuk Sudah mulai jarang ada di masyarakat. Hal ini bisa dijelaskan dengan logika Supra fungsional dengan asumsi teori struktural-fungsional salah satunya masyarakat modern Itu adalah masyarakat yang serba efisien serba cepat serta efektif serba menghargai waktu bahkan diburu waktu. Maka mereka juga Butuh hiburan yang sifatnya instan kultur masyarakat modern juga serba instan makanan instan nugget makanan beku mie mie instan dan lain sebagainya. Karena memang masyarakat modern itu punya karakter yang efisien dan instan maka mereka juga Butuh hiburan yang instan. Kalau hiburannya kemudian nonton wayang semalam suntuk itu tidak nyambung dengan kehidupan sosial mereka yang serba cepat yang besoknya harus ngantor 08.00 dari rumah sudah berangkat 06.00 07.00 dan lain sebagainya. Itulah kenapa hiburan masyarakat modern sekarang cenderung instan sifatnya seperti bioskop, media sosial, yang hanya membutuhkan waktu 30 menit 1 jam paling lama dua jam selesai. Contoh lain adalah  mulai hilangnya keluarga tradisional dan berganti dengan keluarga modern. Keluarga tradisional itu sifatnya Extended Family atau  keluarga besar. Jadi biasanya dalam satu rumah itu tidak hanya ada orang tua tetapi juga ada kakek, nenek, Paman, bibi dan plus anak. Keluarga tradisional itu sifatnya Extende atau keluarga  besar yang memiliki berbagai fungsi-fungsi. Satu jelas fungsi reproduksi yang kedua dukungan emosional ketika produk fungsi produksi. Jadi zaman dulu anak-anak juga masih bekerja dalam satu keluarga lewat pertanian tradisional Kemudian pendidikan juga masih di handle oleh keluarga tradisional kesejahteraan bahkan juga agama. Akan tetapi keluarga modern yang sifatnya adalah Nuclear Family atau keluarga inti yang hanya terdiri dari Ayah Ibu dan anak-anak yang belum menikah. Hai itu sifatnya mulai mengebiri fungsi-fungsi  yang begitu banyak dalam keluarga tradisional sebelumnya. Akhirnya fungsi pendidikan diambil oleh negara, kesejahteraan juga fungsi produksi diambil oleh individu itu sendiri jadi dalam keluarga modern individu punya kewajiban untuk menafkahi dirinya sendiri. sekolah  wajib untuk cari kerja sendiri dan menafkahi dirinya sendiri makan sendiri. fungsi reproduksi akhirnya juga menjadi ambigu karena ketika orangtua sudah menua Lalu siapa yang akan merawat orang tua. Sementara anak fungsi produksinya sudah diambil seorang diri individu bukan berbasis keluarga lagi atau keluarga tradisional . Jadi segala sesuatu yang dibutuhkan masyarakat akan terus ada sedangkan segala sesuatu yang tidak dibutuhkan masyarakat akan tidak ada atau akan tiada dengan sendirinya

    contoh lain Kenapa premanisme dan prostitusi itu masih ada. Dalam sosiologi premanisme maupun prostitusi juga disebut sebagai lembaga sosial hanya saja ia disebut sebagai unsactioned institution atau institusi sosial yang tidak diharapkan keterwujudan nya. Pertanyaannya Jakarta lembaga sosial yang tidak diharapkan keterwujudan nya ini tetap ada jawabannya sederhana karena memang masih ada elemen masyarakat yang membutuhkan mereka membutuhkan premanisme prostitusi dan lain sebagainya baik.

    kritik terhadap teori struktural fungsional yang pertama teori struktural-fungsional hanya akan melanggengkan posisi istimewa seseorang yang memiliki kekuasaan uang dan prestise atau dengan kata lain Teori struktural-fungsional ini dituduh pro status quo, cenderung mendukung kekuasaan dan bias konservatif. Jadi begini kalau logika dari subtitle fungsional itu adalah setiap elemen dalam masyarakat atau setiap individu dalam masyarakat itu saling membutuhkan maka keberadaan orang-orang miskin tukang sampah dan pekerjaan kasar lainnya itu bukan jadi soal nya karena kita saling membutuhkan. Akhirnya  terjebak pada pro status quo dan ini seringkali ditunjukkan oleh sinetron-sinetron di Indonesia. Tidak mengapa menjadi orang miskin karena juga orang miskin pun ada manfaatnya.  Miskin itu juga untuk saling bekerjasama saling melengkapi satu sama lainnya ini logika yang sangat struktural-fungsional sekali. Kritik berikutnya adalah menganggap bahwa struktur selalu diwariskan dari masa lalu ke masa depan sedangkan sebetulnya tetap terbuka kemungkinan masyarakat ditata dengan cara yang sama sekali baru bahkan tanpa strukturnya jadi anggapan teori struktural-fungsional bahwa struktur sosial itu akan selalu ada dari dulu hingga kiamat merupakan sesuatu yang diistilahkan sebagai ahistoris.  seolah ini berlaku sampai kapanpun padahal bisa saja suatu hari nanti terjadi katastrofi yang mendunia yang luar biasa bencana atau apa sehingga membuat kita harus menata ulang masyarakat. bisa jadi akibat bencana yang luar biasa besok itu stratifikasi sosial menjadi punah karena juga masyarakat atau manusia semakin sedikit. misalkan atau jangan-jangan ternyata besok revolusi Anarkis terjadi di masa depan dan Amerika sendiri juga tidak menghendaki adanya lembaga-lembaga negara lembaga sosial yang terstruktur atau hirarki seperti itu ketiga kritik terhadap struktural fungsional adalah posisi terhormat tidak selalu penting bagi keberlangsungan masyarakat. sering terjadi seringkali ada Profesor dia punya posisi yang sangat terhormat di masyarakat tetapi dia tidak update keilmuan setelah menjadi Profesor dia tidak lagi produktif menulis buku. Ini logika kritik terhadap logika struktural fungsional atau kita lihat Ratu Elizabeth di Inggris posisinya terhormat sangat terhormat dia sebagai Ratu Inggris diwariskan dari dulu sampai sekarang tetapi juga tidak penting perannya dalam masyarakat. kalaupun Ratu Elizabeth tidak ada atau ke atau posisi monarki raja ratu tidak ada juga enggak masalah. Masyarakat tetap masih bisa berjalan. nah ini kritik terhadap teori struktural-fungsional posisi terhormat tidak selalu penting bagi keberlangsungan masyarakat. Berikut adalah posisi prestise atau terbatas maksud saya posisi prestis terbatas karena individu atau masyarakat dibatasi untuk menempati posisi tersebut Nah jadi kenapa yang semakin strukturnya semakin diatas itu semakin sedikit. Menurut pengkritik dari struktural-fungsional karena memang sengaja dibatasi.  Bisa saja posisi itu diperbanyak misalkan kayak misalkan Kenapa pemimpin pemerintahan cuma satu karena memang sengaja dibuat cuma satu kalau nanti dibikin negara federasi ya pemimpinnya bisa banyak berikutnya tak bisa menjelaskan perubahan sosial secara efektif pun tak bisa menjelaskan fenomena perubahan sosial di masa ini jadi karena teori struktural-fungsional itu hanya terfokus pada upaya mencapai keseimbangan baru kestabilan baru karena urusan baru Maka dia cenderung menyepelekan konflik sosial. jadi konflik itu seolah hanya sarana saja untuk mencapai keharmonisan baru. berikutnya adalah teori sistem tindakan sosial yang sangat terkenal dari talcott parson mungkin ini akan kita bahas berikutnya ya atau kapan-kapan lah ini tapi yang ingin saya katakan adalah teori sistem tindakan sosial parson ini dengan bagiannya yang seperti ini itu sangat beragam taksirannya dan sangat sulit dibaca sebetulnya tetapi ada cerita Kenapa parson membuat teori sistem tindakan sosial yang sangat rumit ini sehingga memunculkan multitafsir  konon katanya kedatangan sosiolog Rusia sosiolog unisoviet di Amerika Serikat waktu itu diterima sorokin membuat talcott parson takut kehilangan reputasi maka dari itu kemudian parson membuat teori yang sulit dibaca untuk ia menaikkan kembali reputasinya melambungkan kembali namanya agar tidak kalah dari sosiolog Soviet yang datang ke Amerika Serikat.