kali ini kita akan mengkaji teori
struktural fungsional atau teori fungsionalisme struktural beberapa tokoh dari
teori struktural fungsional antara lain ada talcott parson kemudian Robert k
Merton, Kingsley device, Wilbert Moore, dan Maryon djelevic. mengenai Teori
struktural-fungsional ini kita akan lebih memfokuskan pada pemikiran Talcott Parson
mengingat dialah sosok yang paling menonjol dalam teori struktural-fungsional Parson
hidup pada tahun 1902 hingga 1979 jadi sekitar 77 tahun. sebelum belajar
sosiologi parson belajar biologi dan ekonomi. Latar belakang studi tersebut
yang ditengarai memiliki pengaruh besar
dalam teori struktural fungsional yang
dicetuskannya dan karena memang logika dari struktural-fungsional parson itu
mirip sekali dengan logika organisme biologis. Pada tahun 1937 Parson
menelurkan buku structure of social action. buku ini menjadi sangat berpengaruh.
Buku itulah yang kemudian Parson diangkat menjadi presiden American Sociological
Association pada tahun 1949. Selanjutnya pada tahun 1951 Parson menerbitkan The
Social system melalui karya The Social system menjadikan Parson sebagai tokoh
dominan dalam sosiologi Amerika Serikat atau bisa dikatakan mulai menjadi tokoh
yang paling dominan dalam sosiologi Amerika Serikat.
Selanjutnya bagaimana latar
belakang munculnya teori struktural-fungsional. struktural-fungsional berawal
dari teori sosiologi klasik terdapat tokoh Emil Durkheim yang memiliki
pemikiran mengenai solidaritas mekanik dan organic. solidaritas mekanik adalah kesatuan
masyarakat diakibatkan kesamaan-kesamaan yang terdapat didalamnya misalkan
kesamaan mata pencaharian, religi budaya juga kesamaan tokoh adat, kesamaan tokoh
masyarakat yang dikultuskan. sementara solidaritas organik adalah kesatuan
masyarakat yang disebabkan oleh berbagai perbedaan yang ada di dalamnya
contohnya perbedaan mata pencaharian, Ketika seorang dosen sakit maka mereka
tetap butuh dokter ketika dokter tersandung masalah hukum maka dia butuh
pengacara, pengacara ketika hendak mengambil studi lanjut dia memerlukan dosen
pada akhirnya semua saling membutuhkan. Pokok utama struktural-fungsional
merupakan pengembangan dari konsep solidaritas organik Durkheim. Namun juga pengaruh
studi biologi yang dilakukan Parson mau tidak mau juga turut mempengaruhi
pemikiran sosialnya. struktural-fungsional itu menjadi teori yang punya
pengaruh luas dan begitu populer pasca-perang dunia ke dua. Alasannya sederhana
karena akibat Perang Dunia 2 tahun 1939 hingga1 945 dunia mengalami kehancuran
porak poranda kemudian setelah perang usai dunia membutuhkan teori sosial yang
sifatnya optimis dan harmonis dan itu dipenuhi oleh teori struktural-fungsional.
Harapan itu dipenuhi oleh teori
struktural fungsional kenapa bisa optimis dan harmonis sekali.apa yang kita
lihat ini adalah berbagai asumsi dari pemikiran teori struktural fungsional. Pertama
masyarakat ibarat organisme biologis hidup masing-masing memiliki fungsi atau
peran terhadap yang lain jadi ketika salah satu elemen atau Salah satu bagian itu mengalami kerusakan
sakit atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka ini akan mempengaruhi
Keseluruhan system. Misalkan di suatu negara ada lembaga Pendidikan, ada
lembaga kepolisian lembaga negara, ketika salah satu saja bermasalah itu akan
bisa mempengaruhi lembaga-lembaga yang lainnya. sederhanya asumsi pertama ibarat
organ biologis manusia juga ketika salah satu organ tubuh kita bermasalah maka
itu akan mempengaruhi organ-organ lainnya. Kedua adalah masyarakat selalu
berada dalam kondisi harmonis stabil dan seimbang sesuatu yang mengalami hal
tersebut dikategorikan sebagai antisosial dan harus dihukum. Asumsi tersebut yang menyebabkan teori
struktural-fungsional memperoleh klaim sebagai teori yang harmonis , teori yang
pro kestabilan dan keseimbangan sosial. Ketiga
perubahan sosial adalah sarana mencapai keseimbangan baru. Menurut pandangan
teori struktural-fungsional pergolakan yang terjadi dalam masyarakat itu adalah
usaha untuk mencapai keseimbangan yang lebih baru. Misalkan terdapat gelas berisi air Kemudian dimasukan
kerikil di dalamnya. Awalnya air itu akan bereaksi tetapi lama-lama air itu
akan tenang kemudian. selisih volume air dari sebelum dan sesudah dimasuki
krikil itu adalah perubahan sosial. Hal tersebut sama seperti Ketika anda mandi
di kolam bola ketika anda terjun kedalam berserakan boleh tapi begitu Anda
keluar bola itu akan rapi dengan sendirinya. Contoh tersebut adalah asumsi
teori struktural-fungsional bahwa perubahan sosial adalah sarana mencapai
keseimbangan baru. Maka ketika terjadi konflik di masyarakat struktural melihat
itu sebagai usaha untuk mencapai kestabilan baru misalkan perang dunia saat
terjadi antara tahun 1914- 1918 kemudian perang dunia ke-2 terjadi antara tahun
1939 sampai 1945. Teori struktural-fungsional tidak melihat perang yang
berkecamuk sebagai konflik. namun melihat masa tenang antara tahun 1918 setelah
perang dunia pertama usai hingga masa awal dimulainya Perang Dunia ke-2 tahun
1939 jadi antara tahun 1918 hingga 1939 itu adalah keseimbangan baru atau kestabilan
baru. Saat perang itu hanya bertujuan
untuk mencapai keseimbangan baru. Setelah perang usai hinga dunia mengalami
perang dingin. Struktural-fungsional lebih menekankan pada jeda perang. Itulahyang
diasumsikan sebagai keseimbangan baru. berikutnya teori struktural-fungsional
meyakini tidak ada masyarakat yang terstratifikasi atau tidak ada masyarakat
yang setara dan tanpa kelas. Jadi menurut pandangan structural fungsional ide
sosialisme komunis soal masyarakat sama rasa sama rata itu dianggap tidak
mungkin terjadi. Bahkan sejak zaman Firaun sampai zaman Dajjal Besok sampai
kiamat. Istilahnya masyarakat akan selalu terkena stratifikasi dalam
kelas-kelas sosial. Memimpikan masyarakat tanpa kelas sosial itu omong kosong
tidak mungkin. Selanjutnya kita kembali ke pemikiran Weber mengenai power atau
kekuasaan itulah yang justru mendinamiskan kehidupan sosial. nanti kita juga
akan bahas ini di teori pertukaran kekuasaannya Peter m Blau Bagaimana
kesenjangan kekuasaan kesenjangan power justru membuat kehidupan sosial bisa
berjalan. Tanpa adanya kesenjangan kekuasaan tanpa adanya stratifikasi sosial
kehidupan sosial akan stagnan.
Berikutnya adalah struktur sosial
berfungsi menjaga keberlangsungan sistem sosial struktur sosial itu. Pengklasifikasian
masyarakat secara hirarki beda dengan sistem sosial .sistem sosial merupakan elemen-elemen
yang terdapat dalam masyarakat yang saling mempengaruhi satu sama lain tapi
kalau struktur sosial adalah klasifikasi masyarakat. Berikutnya posisi
mempengaruhi penghargaan dan prestise. posisi mempengaruhi penghargaan dan
prestise imbalan lebih terhadap mereka yang berkedudukan lebih tinggi Jadi
wajar mereka yang lebih tinggi memperoleh upah atau bayaran yang lebih besar. Kenapa,
karena semakin tinggi suatu posisi sosial semakin sulit dicapai sehingga
imbalannya adalah lebih tinggi lebih besar, karena semakin keatas semakin sulit
dicapai. Tidak sembarang orang memiliki posisi prestise yang dtinggi. Katakanlah
seperti dokter tidak semuamampu menempati posis tertinggi karena terdapat dokter
umum dengan dokter spesialis. Seumpama ingin menjadi dokter spesialis harus
sekolah lagi ujian lagi dan lain sebagainya Kokas . hal itu karena semakin sulit maka dia ketika
berhasil imbalannya akan semakin besar.
Asumsi berikutnya mengenai teori
struktural fungsional adalah bagaimana menempatkan individu Dalam posisi yang
tepat. Intinya ketika melihat sejarah orang-orang Eropa yang pertama kali
datang ke tanah air Kenapa kontak awal mereka dengan penduduk pribumi itu buruk
karena sebetulnya orang-orang Eropa yang ikut dalam pelayaran itu adalah para
kriminal para begal para sampah masyarakat orang-orang yang sudah tidak
diterima lagi di masyarakat Eropa sana. Mereka
tidak punya pilihan Hai karena mereka ditolong oleh masyarakat akhirnya mereka
terpaksa ikut pelayaran mencari dunia baru tetapi justru dengan mereka ikut
pelayaran mencari dunia baru itu mereka ditempatkan sebagai pahlawan ini. asumsi
struktural fungsional yang terpenting Bagaimana menempatkan individu Dalam
posisi yang tepat right man in the right place.
Berikutnya adalah asumsi teori
struktural fungsional yang berbunyi apa yang dibutuhkan masyarakat akan ada
dengan sendirinya dan apa yang tidak dibutuhkan masyarakat akan hilang dengan
sendirinya. Misalkan begini mungkin seringkali ada pertanyaan Kenapa pagelaran
wayang tradisional semalam suntuk Sudah mulai jarang ada di masyarakat. Hal ini
bisa dijelaskan dengan logika Supra fungsional dengan asumsi teori
struktural-fungsional salah satunya masyarakat modern Itu adalah masyarakat
yang serba efisien serba cepat serta efektif serba menghargai waktu bahkan
diburu waktu. Maka mereka juga Butuh hiburan yang sifatnya instan kultur
masyarakat modern juga serba instan makanan instan nugget makanan beku mie mie
instan dan lain sebagainya. Karena memang masyarakat modern itu punya karakter
yang efisien dan instan maka mereka juga Butuh hiburan yang instan. Kalau
hiburannya kemudian nonton wayang semalam suntuk itu tidak nyambung dengan
kehidupan sosial mereka yang serba cepat yang besoknya harus ngantor 08.00 dari
rumah sudah berangkat 06.00 07.00 dan lain sebagainya. Itulah kenapa hiburan
masyarakat modern sekarang cenderung instan sifatnya seperti bioskop, media
sosial, yang hanya membutuhkan waktu 30 menit 1 jam paling lama dua jam selesai.
Contoh lain adalah mulai hilangnya
keluarga tradisional dan berganti dengan keluarga modern. Keluarga tradisional
itu sifatnya Extended Family atau keluarga besar. Jadi biasanya dalam satu rumah
itu tidak hanya ada orang tua tetapi juga ada kakek, nenek, Paman, bibi dan
plus anak. Keluarga tradisional itu sifatnya Extende atau keluarga besar yang memiliki berbagai fungsi-fungsi. Satu
jelas fungsi reproduksi yang kedua dukungan emosional ketika produk fungsi
produksi. Jadi zaman dulu anak-anak juga masih bekerja dalam satu keluarga
lewat pertanian tradisional Kemudian pendidikan juga masih di handle oleh
keluarga tradisional kesejahteraan bahkan juga agama. Akan tetapi keluarga
modern yang sifatnya adalah Nuclear Family atau keluarga inti yang hanya
terdiri dari Ayah Ibu dan anak-anak yang belum menikah. Hai itu sifatnya mulai
mengebiri fungsi-fungsi yang begitu
banyak dalam keluarga tradisional sebelumnya. Akhirnya fungsi pendidikan
diambil oleh negara, kesejahteraan juga fungsi produksi diambil oleh individu
itu sendiri jadi dalam keluarga modern individu punya kewajiban untuk menafkahi
dirinya sendiri. sekolah wajib untuk
cari kerja sendiri dan menafkahi dirinya sendiri makan sendiri. fungsi
reproduksi akhirnya juga menjadi ambigu karena ketika orangtua sudah menua Lalu
siapa yang akan merawat orang tua. Sementara anak fungsi produksinya sudah
diambil seorang diri individu bukan berbasis keluarga lagi atau keluarga
tradisional . Jadi segala sesuatu yang dibutuhkan masyarakat akan terus ada
sedangkan segala sesuatu yang tidak dibutuhkan masyarakat akan tidak ada atau
akan tiada dengan sendirinya
contoh lain Kenapa premanisme dan
prostitusi itu masih ada. Dalam sosiologi premanisme maupun prostitusi juga
disebut sebagai lembaga sosial hanya saja ia disebut sebagai unsactioned
institution atau institusi sosial yang tidak diharapkan keterwujudan nya. Pertanyaannya
Jakarta lembaga sosial yang tidak diharapkan keterwujudan nya ini tetap ada
jawabannya sederhana karena memang masih ada elemen masyarakat yang membutuhkan
mereka membutuhkan premanisme prostitusi dan lain sebagainya baik.
kritik terhadap teori struktural
fungsional yang pertama teori struktural-fungsional hanya akan melanggengkan
posisi istimewa seseorang yang memiliki kekuasaan uang dan prestise atau dengan
kata lain Teori struktural-fungsional ini dituduh pro status quo, cenderung
mendukung kekuasaan dan bias konservatif. Jadi begini kalau logika dari
subtitle fungsional itu adalah setiap elemen dalam masyarakat atau setiap
individu dalam masyarakat itu saling membutuhkan maka keberadaan orang-orang
miskin tukang sampah dan pekerjaan kasar lainnya itu bukan jadi soal nya karena
kita saling membutuhkan. Akhirnya terjebak pada pro status quo dan ini
seringkali ditunjukkan oleh sinetron-sinetron di Indonesia. Tidak mengapa menjadi
orang miskin karena juga orang miskin pun ada manfaatnya. Miskin itu juga untuk saling bekerjasama
saling melengkapi satu sama lainnya ini logika yang sangat struktural-fungsional
sekali. Kritik berikutnya adalah menganggap bahwa struktur selalu diwariskan
dari masa lalu ke masa depan sedangkan sebetulnya tetap terbuka kemungkinan
masyarakat ditata dengan cara yang sama sekali baru bahkan tanpa strukturnya
jadi anggapan teori struktural-fungsional bahwa struktur sosial itu akan selalu
ada dari dulu hingga kiamat merupakan sesuatu yang diistilahkan sebagai
ahistoris. seolah ini berlaku sampai
kapanpun padahal bisa saja suatu hari nanti terjadi katastrofi yang mendunia
yang luar biasa bencana atau apa sehingga membuat kita harus menata ulang
masyarakat. bisa jadi akibat bencana yang luar biasa besok itu stratifikasi
sosial menjadi punah karena juga masyarakat atau manusia semakin sedikit. misalkan
atau jangan-jangan ternyata besok revolusi Anarkis terjadi di masa depan dan
Amerika sendiri juga tidak menghendaki adanya lembaga-lembaga negara lembaga
sosial yang terstruktur atau hirarki seperti itu ketiga kritik terhadap
struktural fungsional adalah posisi terhormat tidak selalu penting bagi
keberlangsungan masyarakat. sering terjadi seringkali ada Profesor dia punya
posisi yang sangat terhormat di masyarakat tetapi dia tidak update keilmuan
setelah menjadi Profesor dia tidak lagi produktif menulis buku. Ini logika
kritik terhadap logika struktural fungsional atau kita lihat Ratu Elizabeth di
Inggris posisinya terhormat sangat terhormat dia sebagai Ratu Inggris
diwariskan dari dulu sampai sekarang tetapi juga tidak penting perannya dalam
masyarakat. kalaupun Ratu Elizabeth tidak ada atau ke atau posisi monarki raja
ratu tidak ada juga enggak masalah. Masyarakat tetap masih bisa berjalan. nah
ini kritik terhadap teori struktural-fungsional posisi terhormat tidak selalu
penting bagi keberlangsungan masyarakat. Berikut adalah posisi prestise atau
terbatas maksud saya posisi prestis terbatas karena individu atau masyarakat
dibatasi untuk menempati posisi tersebut Nah jadi kenapa yang semakin
strukturnya semakin diatas itu semakin sedikit. Menurut pengkritik dari struktural-fungsional
karena memang sengaja dibatasi. Bisa
saja posisi itu diperbanyak misalkan kayak misalkan Kenapa pemimpin
pemerintahan cuma satu karena memang sengaja dibuat cuma satu kalau nanti
dibikin negara federasi ya pemimpinnya bisa banyak berikutnya tak bisa
menjelaskan perubahan sosial secara efektif pun tak bisa menjelaskan fenomena
perubahan sosial di masa ini jadi karena teori struktural-fungsional itu hanya
terfokus pada upaya mencapai keseimbangan baru kestabilan baru karena urusan baru
Maka dia cenderung menyepelekan konflik sosial. jadi konflik itu seolah hanya
sarana saja untuk mencapai keharmonisan baru. berikutnya adalah teori sistem
tindakan sosial yang sangat terkenal dari talcott parson mungkin ini akan kita
bahas berikutnya ya atau kapan-kapan lah ini tapi yang ingin saya katakan
adalah teori sistem tindakan sosial parson ini dengan bagiannya yang seperti
ini itu sangat beragam taksirannya dan sangat sulit dibaca sebetulnya tetapi
ada cerita Kenapa parson membuat teori sistem tindakan sosial yang sangat rumit
ini sehingga memunculkan multitafsir konon katanya kedatangan sosiolog Rusia
sosiolog unisoviet di Amerika Serikat waktu itu diterima sorokin membuat
talcott parson takut kehilangan reputasi maka dari itu kemudian parson membuat
teori yang sulit dibaca untuk ia menaikkan kembali reputasinya melambungkan
kembali namanya agar tidak kalah dari sosiolog Soviet yang datang ke Amerika
Serikat.

0 komentar