-->
    BLANTERORBITv102

    MATERI UTBK - STRUKTUR DAN DIFERENSIASI SOSIAL

    Minggu, 10 Oktober 2021

     



    A. STRUKTUR SOSIAL

    1.    Pengertian Struktur Sosial

    Menurut Soerjono Soekanto (Sosiollog Indonesia) mendefinisikan struktur sosial sebagai sebuah hubungan tmbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan sosial. Sementara itu, George C. Homans (Sosiolog Amerika), struktur sosial adalah perilaku sosial elementer dalam hubungan sosial sehari-hari. Dengan demikian struktur sosial sebagai suatu tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang terdapat hubungan antara antara status dan peranan dengan batasan unsur-unsur sosial.

     

    2.    Unsur dan Ciri Struktur Sosial

    Menurut Soleman B. Taneko, unsur-unsur struktur social sebagai berikut.

    a.       Kaidah atau norma sosial yaitu petunjuk atau pedoman masyarakat dalam berperilaku di lingkungan nya

    b.       Lembaga sosial yaitu sekumpulan norma dan aturan yang menjaga tata kelakuan atau pola perilaku masyarakat

    c.       Stratifikasi osial yaitu pembedaan masyarakat dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat (hierarki).

    d.       Kelompok sosial yaitu satu kesatuan yang di dalamnya terdiri atas sejumlah orang. Setiap kelompoksosial memiliki persepsi kolektif untuk mempertahankankan kesatuan anggotanya melalui pola perilaku yang telah mereka sepakati.

     

    Ciri-ciri struktur sosial dapat dijelaaska sebagai berikut:

    a.       Terdapat status dan peran sosial dalam kelompok-kelompok masyarakat

    b.       Bersifat dinamis, artinya struktur sosial mengalami perubahan fungsi seiring perubahan dan perkembangan zaman.

    c.       Berkaitan dengan kebudayaan, artinya setiap struktur sosial membentuk kebudayaan yang berbeda.

     

    3.    Fungsi Struktur Sosial

    a.       Fungsi identitas yaitu struktur sosial memberikan unsur penegas bagi suatu kelompok sosial.

    b.       Fungsi kontrol yaitu struktur sosial membatasi setiap perilaku anggotanya

    c.       Fungsi pembelajaran artinya melalui struktur sosial masyarakat dapat mmpelajari struktur sosial masyarakat lain

     

    4.    Perkembangan Struktur Sosial Masyarakat

    Selo Soemardjan membagi perkembangan struktur sosial masyarakat menjadi 3 bntuk sebagai berikut.

     

    a.     Masyarakat Sederhana

    Ciri struktur sosial masyarakat sederhana antara lain:

    1)     Memiliki ikatan organisasi berdasarkan tradisi turun-temurun.

    2)     Memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat kuat

    3)     Mengedepankan sistem gotong royong

    4)     Menerapkan sistem hukum tidak tertulis

    5)     Masih memiliki kepercayaan pada kekuatan gaib

    6)     Hasil produksi tidak untuk dijual, tetapii untuk dikonsumsi sendiri

     

    b.     Masyarakat Madya

    Ciri struktur sosial masyarakat madya antara lain:

    1)     Intensitas ikatan kekeluargaan tidak seerat masyarakat sederhana

    2)     Lebih terbuka dengan pengaruh perubahan sosial

    3)     Menerapkan sistem hukum tertulis dan tidak tertulis

    4)     Mulai membentuk lembaga formal

    5)     Mulai muncul pemikirna rasionalitas meskipun tetap memercayai kekuatan gaib

    6)     Mulai mengenali sistem diferensiasi dan stratifikasi sosial

     

    c.     Masyarakat Modern

    Ciri struktur sosial masyarakat modern antara lain:

    1)     Hubungan sosial berdasarkan kepentingan pribadi

    2)     Membentuk hubungan sosial yang bersifat terbuka

    3)     Mengembangkan pola pikir positif

    4)     Masyarakat memiliki tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi

    5)     Memberlakukan sistem hukum formal/tertulis

    6)     Membentuk stratifikasi sosial berdasarkan keahlian

     

    B. BENTUK-BENTUK STRUKTUR SOSIAL

    Struktur sosial dalam masyarakat dibedakan menjadi :

    1.     Diferensiasi Sosial

    Diferensiasi sosial adalah penggolongan individu atau kelompok berdasarkan ciri-ciri tertentu yang tidak menunjukkan adanya tingkatan. Perbedaan yang ada dalam diferensiasi sosial membuaat mereka memiliki kedudukan yang sederajat atau setara.

    Bentuk-bentuk diferensiasi sosial dalam masyarakat antara lain :

    a.       Suku yatu golongan sosial yang memiliki ciri-ciri berkaitan dengan asal-usul kedaerahan, tempat asal, dan kebudayaan

    1.       Para ahli mengemukakan pengertian Pengertian

    1.)   Menurut Koentjaraningrat. Etnis atau suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan serta seringkali dikuatkan oleh kesatuan bahasa juga.

    2.)   Menurut James Henslin, etnis adalah sekelompok orang yang mengidenti­ kasikan diri satu sama lain atas dasar keturunan dan warisan budaya yang bersama.

    2. Klasi­fikasi Etnis

    1.)   Beni Ahmad Saebani mengemukakan ciri-ciri kelompok etnis, antara lain:

    ·         mempunyai nilai budaya yang sama dan sadar akan rasa kebersamaan dalam budaya;

    ·         membentuk jaringan komunikasi dan interaksi sendiri;

    ·         menentukan ciri kelompoknya sendiri yang diterima oleh kelompok lain dan dapat dibedakan dari kelompok lain.

    2.)   Menurut Van Vollenhoven, di Indonesia terdapat sejumlah daerah hukum adat yang dihuni oleh berbagai suku bangsa antara lain sebagai berikut.

    §  Aceh dihuni oleh orang Aceh.

    §  Gayo-Alas, Batak, Nias, dan Batu, dihuni oleh orang Gayo, Batak, Karo, Pakpak, Simalungun, Toba, Angkola, dan Mandailing.

    §  Minangkabau dan Mentawai, dihuni oleh orang Minangkabau, Negeri Sembilan, dan sebagainya.

    §  Sumatra Selatan dan Enggano, dihuni oleh orang Jambi, Palembang, Palembang Kota, Musi Hulu, Komering, Bengkulu, Lampung, dan sebagainya.

    §  Melayu dihuni oleh orang Riau.

    §  Bangka Belitung dihuni oleh orang Lom, Darat, dan sebagainya.

    §  Kalimantan dihuni oleh orang Basep, Bahau, Kayan, Ukit, Iban, Busang, Mbaluh, Sekadau, dan sebagainya.

    §  Sangir - Talaud dihuni oleh orang Sangire dan sebagainya.

    §  Gorontalo dihuni oleh orang Bobongko, Bajan, Tomini, dan sebagainya.

    §  Toraja dihuni oleh orang To Palu, To Kuwali, dan sebagainya.

    §  Sulawesi Selatan dihuni oleh orang Makasar, Bugis, Luwu, Mandar, dan sebagainya.

    §  Ternate dihuni oleh orang Buru, Tidore, Ternate, dan sebagainya.

    §  Ambon, Maluku, dan Kepulauan Barat Daya dihuni oleh orang Kisar, Lati, dan sebagainya.

    §  Irian (sekarang Papua) dihuni oleh orang Waigeo, Biak, Numfor, Yapen, Hattam, Anggi, Manikion, Hejbrat, Bintuni, dan sebagainya.

    §  Timor dihuni oleh orang Bima, Dodonggo, Dompu, dan sebagainya.

    §  Bali dan Lombok dihuni oleh orang Bali, Sasak, dan sebagainya.

    §  Jawa Tengah dan Jawa Timur dihuni oleh orang Bawean, Tambus, dan sebagainya.

    §  Surakarta dan Yogyakarta dihuni oleh orang Yogyakarta dan sebagainya.

    §  Jawa Barat dihuni oleh orang Banten, Badui, Sunda, dan sebagainya.

    v  Masyarakat Suku Terasing

    Masyarakat suku terasing adalah kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan ciri-ciri ­fisik (postur tubuh dan rambut), sosial, budaya, mendiami suatu kawasan yang sulit dijangkau, terpencil, terpencar, sehingga mengalami kesenjangan sosial budaya yang mengakibatkan taraf kesejahteraannya sangat rendah dan terbelakang. Cara hidup mereka masih tradisional, terisolir, serta sengaja menolak pengaruh kebudayaan luar. Beberapa kelompok masyarakat terasing antara lain:

    §  orang laut yang bersifat pengembara;

    §  orang darat yang hidup tersebar di dataran rendah yang berawa di Sumatra bagian timur hingga ke kaki Bukit Barisan di pedalaman;

    §  penduduk kepulauan Mentawai, pulau-pulau di sebelah barat Sumatra Barat;

    §  orang Badui di Banten Selatan, Jawa Barat;

    §  orang Donggo di bagian pedalaman pegunungan Sumbawa Timur;

    v  kelompok pengembara orang Punan yang berpindah-pindah di sepanjang hulu sungai-sungai besar di Kalimantan;

    §  orang Tajio di Sulawesi Tengah;

    §  orang Ammatoa di Sulawesi;

    §  orang Togutil di Halmahera;

    §  penduduk lembah pegunungan tengah di Papua serta mereka yang hidup di hulu beberapa sungai besar.

    b.       Agama di Indoneia terdapat pengakuan terhadap agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu

    c.       Ras, yaitu pengelompokan berdasarkan ciri-ciri biologis dan bukan berdasarkan atas ciri-ciri sosiokultural

    1)     para ahli mengartikan Ras sebagai berikut :

    a)      Menurut Michael Banton, ras adalah ciri yang menyangkut aspek biologis, yaitu ciri ­ sik, warna kulit, bentuk tubuh, dan lain-lain termasuk peran dan kebiasaan-kebiasaan.

    b)     Menurut Horton dan Hunt, ras adalah suatu kelompok manusia yang agak berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya dalam segi ciri-ciri ­ sik maupun sosial.

    c)      Menurut Koentjaraningrat, ras adalah suatu golongan manusia yang menunjukkan berbagai ciri tubuh tertentu dengan suatu frekuensi yang besar.

    d)     Menurut I Gede A.B. Wiranata, ras dapat digolongkan dalam ciri kualitatif (warna kulit, bentuk rambut, hidung) dan ciri kuantitatif (berat badan, ukuran badan, indeks tengkorak).

    2)        Klasi­fikasi Ras

    a)      Klasi­fikasi yag dikemukakan oleh A.L. Kroeber.

    ·         Ras Austroloid, merupakan penduduk asli Australia. Contohnya Aborigin.

    ·         Ras Mongoloid (kulit kuning), yang terbagi lagi menjadi:

    ü  Subras Asiatik mongoloid (Asia Timur, Asia Tengah, Asia Utara)

    ü  Subras Malayan Mongoloid (Asia Tenggara)

    ü  Subras Amerikan Mongoloid (suku Indian dan suku Eskimo)

    ·         Ras Kaukasoid (kulit putih) yang terbagi lagi menjadi:

    ü  Nordik (Eropa Utara sekitar Laut Baltik)

    ü  Alpine (Eropa Tengah dan Timur)

    ü  Mediterania (penduduk sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Arab, dan Iran)

    ü  Indic (Pakistan, India, Banglades, Sri Langka)

    ·         Ras Negroid (kulit hitam) yang terbagi lagi menjadi:

    ü  African Negroid (Benua Afrika)

    ü  Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Filipina)

    ü  Melanesian (Irian/Papua)

    ·         Ras khusus, antara lain:

    ü  Ainu (penduduk asli Jepang yang tinggal di Pulau Hokkaido di Jepang Utara)

    ü  Veddoid (pedalaman Srilanka dan Sulawesi Selatan)

    ü  Polynesian (kepulauan Mikronesia dan Polinesia)

    ü  Bushman (di daerah Gurun Kalahari, Afrika Selatan)

    b)     Klasi­fikasi yang dikemukakan oleh G. Cuvier dan disempurnakan oleh E. Von Eickstedt.

    ·         Leukoderm (leuko artinya putih) Terdiri atas kelompok Europid, Polinesid, Weddid, Ainuid, dengan ciri umum wajah dan bagian-bagiannya menonjol, rambut lurus hingga berombak, hidung sempit, tinggi, pigmentasi agak terang. Contohnya orang Eropa dan Polinesia.

    ·         Melanoderm (melano artinya hitam) Terdiri atas kelompok Negrid, Melanesid, Pigmid, Australid, dengan ciri warna kulit agak gelap, rambut keriting, hidung sangat lebar, wajah prognat atau sangat menonjol, bibir tebal. Contohnya orang Afrika, Aborigin di Australia, dan Melanesia.

    ·         Xantoderm (xanto artinya kuning) Terdiri atas kelompok Mongoloid, Indianid, Khoisanid, dengan ciriciri umum wajah mendatar dengan pangkal hidung rendah dan pipi menonjol ke depan, celah mata mendatar dengan kerut mongol, rambut hitam, lurus, tebal, warna kulit kekuningan. Contohnya orang Asia, Indian, Eskimo, dan bangsa Khoisan di Afrika.

    d.       Clan, yaitu kelompok kekerabatan berdasarkan pada hubungan darah yang ditarik berdasarkan garis keturunan secara unilateral pada suatu masyarakat.

    e.       Jenis kelamin, yakin pembedaan antara laki-laki dan perempuan tidak menunjukkan tingkat tinggi atau rendah

    ·         Matrilineal, yakni kelompok kkerabatan berdasarkan garis keturuan ibu

    ·         Patrilineal, yakni kelompok kekerabatan berdasarkan garis keturunan ayah

    f.        Profesi, yakni terkait dengan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat baik menggunakan kemampuan intelektual maupun keterampilan.