-->
    BLANTERORBITv102

    MATERI UTBK- KELOMPOK SOSIAL DAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL

    Senin, 11 Oktober 2021

     




    A. KELOMPOK SOSIAL 

    Kelompok sosial adalah sekumpulan manusia yang memiliki persamaan dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya. Sementara itu, Soerjono Soekanto mendefinisikan kelompok sosial sebagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling hubung di antara mereka yang terjadi secara timbal balik dan saling memengaruhi.

    1.   Syarat-syarat Kelompok Sosial

    Berikut ini adalah syarat-syarat kelompok sosial menurut Soerjono Soekamto.

    a)        Adanya hubungan timbal balik antar anggota;

    b)        Adanya kesadaran sebagai anggota kelompok

    c)        Adanya struktur kaidah, dan pola perilaku

    d)        Adanya faktor pengikat; serta

    e)        Bersistem dan berproses

    Kriteria menurut Robbert K.Merton Sebagai berikut.

    a.          Memiliki pola interaksi;

    b.         Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok; serta

    c.          Pihakyang berorientasi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok.

    2.   Dasar Pembentukan Kelompok Sosial

    Kelompok sosial dapat terbentuk secara alami serta disengaja. Kelompok sosial yang terbentuk secara alami, misalnya ikatan kelompok kekerabatan dan keluarga. Sementara itu, kelompok sosial yang terbentuk secara disengaja, misalnya organisasi.

    Adapun dasar pembentukan kelompok sosial yaitu:

    a.    adanya kesamaan kepentingan;

    b.   faktor kesamaan darah dan keturunan;
    c    faktor geografis; serta

    d.   kesamaan daerah asal.

    3.   Tipe-Tipe Kelompok Sosial

    a.   Menurut Cara Terbentuknya

    1)  Kelompok Semu

    Ciri kelompok semu adalah kehadirannya tidak tetap, bersifat sementara, dan tidak berstruktur. Kelompok sernu dibedakan menjadi:

    a)     Kerumunan (crowd) yaitu kelompok individu yang berkumpul secara fisik dan sementara, serta tidak direncanakan. Kerumunan terdiri atas:

    ·      Formal audience yaitu kerumunan dengan pusat perhatian sama, bersifat pasif, misalnya penonton film bioskop.

    ·      Planned expressive group, yaitu kerumunan dengan tujuan sama, aktif dan ekspresif, misalnya kerumunan orang berpesta.

    ·      Panic groups, yaitu kerumunan yang ingin melihat suatu peristiwa, misalnya kerumunan melihat kecelakaan,

    ·      Spectator crowds, yaitu kerumunan yang ingin melihat suatu peristiwa, misalnya kerumunan melihat kecelakaan.

    ·      Inconvenience causal crowds, kerumunan yang tidak menyenangkan, adanya orang lain ialah halangan, misalnya antri bus.

    ·      Acting mobs/lawless crows, yaitu kerumunan yang melawan norma karena suatu tujuan yang ingin dicapai

    ·      Immoral crowds, yaitu kerumunan yang melawan norma tanpa mempunyai tujuan yang jelas.

    b)     Masa atau mass

    Hampir sama dengan kerumunan, tetapi terbentuknya direncanakan. Contohnya adalah kelompok yang dikumpulkan untuk berdemonstrasi.

    c)     Public

    Terbentuk pada tempat yang tidak sama, disatukan oleh alat komunikasi. Misalnya adalah publik penggemar suatu acara di radio atau televisi.

     

    2)  Kelompok Nyata

    Meskipun memiliki bentuk yang berbeda-beda, ciri utama kelompok nyata adalah kehadirannya yang bersifat tetap. Kelompok nyata dibedakan menjadi:

    a)   Kelompok statistik, yaitu kelompok dalam arti analitis, digunakan untuk penelitian.

    b)   Kelompok kemasyarakatan (societol group), yaitu kelompok yang memiliki persamaan kepentingan di antara para anggotanya.

    c)   Kelompok sosial, yaitu kelompok masyarakat karena ikatan pekerjaan, usia, jenis kelamin, dan lain-lain.

    d)   Kelompok asosiasi, yaitu kelompok organisasi yang memiliki bentuk dan struktur tetap.

     

    b.   Menurut Emile Durkhelm

    1)  Solidaritas mekanik, ciri masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal pembagian kerja. Masyarakat diikat oleh kesadaran kolektif.

    2)   Solidaritas bentuk solidaritas pada masyarakat yang telah mengenal pembagian keija. Ada ketergantungan di dalam kelompok.

    c.   Menurut Ferdinand Tonnles

    1)  Gemeinschaft (paguyuban), cirinya bersifat Intim, pribadi, dan eksklusif. Gemeinschaft dibagi menjadi tiga, yakni:

    a)      Gemeinschaft by blood, di dasarkan pada ikata darah atau keturunan, contoh : kekerabatan.

    b)     Gemeinschaft of place, di dasarkan atas kesamaan tempat tinggal. Contoh : rukun tetangga

    c)      Gemeinschaft of mind, memiliki kesamaan pikiran atau ideologi , contoh PGRI.

    2)  Gesellschaft (patembayan), cirinya bersifat sementara atau kontraktual, berdasarkan kepentingan, bersifat formal, dan inklusif. Contohnya adalah ikatan pekerja atau profesi.

     

    d.   Menurut Charles Horton Cooley dan Ellsworth Farris

    1)  C.H Colley mengatakan bahwa dalam masyarakat terdapat kelompok primer. Ciri-ciri dari kelompok ini bersifat intim, jumlahnya kecil, interaksi dengan tatap muka langsung, dan berlangsung dalam waktu yang panjang. Contohnya adalah keluarga dan teman bermain.

    2)  Ellsworth Farris, menambahkan adanya kelompok sekunder. Ciri-ciri dari kelompok ini adalah formal, impersonal, dan kelembgaan. Contohnya adalah ikatan profesi, sekolah, yayasan, dan organisasi pemerintah.

     

    e.   Menurut W.G.Sumner

    1)  Kelompok In-Group adalah kelompok sosial yang anggotanya mengidentikkan dirinya dengan kelompoknya. Ciri-ciri kelompok ini adalah adanya kerjasama, persahabatan, keteraturan, dan kedamaian. Kelompok ini memiliki rasa solidaritas (in-group feeling} yang kuat dan dapat mengarah ke dalam sikap etnosentrisme.

    2)  Kelompok Out-Group adalah kelompok sosial yang oleh individunya diartikan sebagai lawan atau kelompok di luar in-group. Hubungan dengan kelompok luar akan ditandai dengan kebencian dan permusuhan.

    f.    Menurut Robert K. Merton

    1)  Membership group adalah kelompok sosial dimana seorang individu secara fisik tercatat sebagai anggota kelompok tersebut.

    2)  Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan seorang individu yang secara fisik bukan anggota kelompok tersebut. Contohnya
    adalah seseorang yang ingin menjadi anggota TNI, tetapi karena tidak memenuhi persyaratan, gagal menjadi anggota TNI. Selanjutnya orang
    tersebut, selalu berpakaian seperti anggota TNI untuk mengidentikkan dirinya sebagai anggota TNI.

     

    g.   Menurut J.A.A. Van Doorn

    1)   Kelompok Formal (Formal Group) adalah kelompok sosial yang mempunyai peraturan tegas dan memiliki struktur organisasi. Kelompok formal disebut juga asosiasi atau organisasi.

    2)   Kelompok Informa (Informa Group) adalah kelompok sosial yang tidak memiliki struktur organisasi dan peraturan yang tegas. Contohnya adalah kelompok persahabatan dan pertemanan

    h.   Menurut Charles H.Cooley

    1)  Kelompok Primer (Primary Group) merupakan suatu kelompok yang hubungan antara anggotanya saling mengenal, sering bertatap muka (face to face) dan bersifat informal. Contoh keluarga.

    2)  Kelompok Sekunder (Secondary Group) merupakan suatu kelompok dengan jumlah anggota yang banyak hubungan antar anggotanya bersifat formal, impersonal dan di dasarkan atas asas manfaat . contoh PGRI.

     

    i.    Dinamika Kelompok Sosial

    Masyarakat selalu berubah seiring perjalanan waktu. Begitu pula kelompok sosial juga terus mengalami perkembangan. Maka, di dalam masyarakat muncullah perkembangan kelompok-kelompok sosial.

     

    Dinamika kelompok sosial dipengaruhi oleh faktor pendorong dan penghambat. Faktor pendorong dinamika kelompok sosial yaitu:

    1)        pergantian anggota kelompok;

    2)        keinginan anggota untuk melakukan perubahan;

    3)        perubahan lingkungan sosial;

    4)        konflik antaranggota kelompok; dan

    5)        modernisasi

     

    Adapun faktor penghambat dinamika kelompok sosial yaitu:

    1)      adanya keinginan untuk mempertahankan keadaan;

    2)      adanya tradisi yang mengikat; dan

    3)      terjadi isolasi.

    Berikut beberapa contoh dinamika kelompok sosial.

    1)     Kelompok Kekerabatan

    Kelompok kekerabataan adalah perkembangan dari keluarga. Dari keluarga inti berkembang menjadi kelompok kekerabatan (extended fomilyl)

    2)     Kelompok Okupasional

    Dalam masyarakatyang semakin maju,muncullah adanya spesialisasi kerja. Sehingga di masyarakat muncul adanya kelompok-kelompok pekerja yang mempunyai etika profesi. Contohnya adalah PGRI, PWI, IDI, dan lain sebagainya.

    3)     Kelompok Volunteer

    Kelompok Volunteer adalah kelompok sosial yang keberadaanya ingin di akui oleh masyarakat dan memenuhi kebutuhan para anggotanya dengan tidak mengganggu kepentingan masyarakat Contoh kelompok volunteer adalah KIPP, ICW.

    B. CIRI ATAU BENTUK MASYARAKAT MULTIKULTURAL

    1.     Ciri Masyarakat Multikultural

    Sebelum terbentuk masyarakat multikultural, didahului dengan terbentuknya masyarakat majemuk, Plerre L, van den Berghe, menjabarkan ciri-ciri masyarakat majemuk sebagal berikut.

    a.        Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam Lembaga-lembaga nonkomplementer.

    b.       Kurang mengembangkan consensus di antara anggotanya

    c.        Relati sering terjadi konflik

    d.       Mengalami segmentasi dalam kelompok-kelompok dengan subkebudayaan yang berbeda. Proses pembelajaran hasil kebudayaan berlangsung bagian dari keseharian anggota masyarakat

    e.        Integrasi cenderung terjadi karena paksaan.

    Sementara itu, ciri-ciri masyarakat multikuktural, yaitu bersifat inklusif, memiliki kesadaran yang tinggi dalam berintegrasi, dan memiliki rasa toleransi yang tinggi atas perbedaan.

     

    2.   Bentuk Masyarakat Multikultural

    Berdasarkan konfigurasi dan komunitas etnisnya, J.S. Furnivall membedakan masyarakat dalam empat kategori/bentuk sebagai berikut.

     

    a.     Masyarakat majemuk dengan komposisi seimbang terdiri atas sejumlah komunitas dan mempunyai kekuatan kompetitif serta seimbang.

    b.    Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan, terdiri atas sejumlah komunitas etnis dengan kekuatan kompetitif tidak seimbang,

    c.     Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan mempunyai arti bahwa kelompok minoritas memiliki keunggulan kompetitif sehingga mendominasi kehidupan politik atau ekonomi masyarakat

    d.    Masyarakat majemuk dengan fragmentasi merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas kelompok etnis kecil sehingga tidak memiliki posisi dominan dalam politik dan ekonomi,

     

    C. LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA MASYARAKAT MULTIKULTURAL DAN BENTUK-BENTUK KERAGAMANNYA

    1.    Menjelaskan Latar Belakang Terbentuknya Masyarakat Multikultural

    Terbentuknya masyarakat multikultural dilatarbelakangi oleh berberapa faktor sebagai berikut

    a.   Keadaan geografis

    Letak Indonesia yang strategis mendorong berbagai bangsa singgah di Indonesia. Akibatnya berbagal kebudayaan asing dapat dengan mudah masuk ke Indonesia.

     

    b.   Perbedaan Cuaca

    Perbedaan cuaca terjadi karena suhu dan kelernbapan yang berbeda antara satu tempat dan tempat lainnya. Ada dua lingkungan ekologis yang timbul karena kondisi tersebut, yaitu pertanian sawah (wet rice culvaion) dl Pulau Jawa dan Bali dan pertanian ladlng (shifting cultivation) dl luar Pulau Jawa.

     

    c.   Bentuk Wilayah

    Indonesia merupakan negara kepulauan. Pulau-pulau yang menjadi tempat tinggal masyarakat Indonesia dipisahkan oleh selat dan laut, Kondisi ini menimbulkan Isolasi geografis yang menjadi penyebab kemajemukan masyarakat,

     

    2.    Menjelaskan Bentuk-Bentuk Keanekaragaman Masyaakat Multicultural

    Berbagai keanekaragaman masyarakat multicultural sebagai berikut

    a.    Keanekaragaman Jenis Kelamin

    Secara kodrati jenis kelamin dibedakan menjadi dua, yaitu laki-laki dan perempuan. Perbedaan jenis kelamin membawa dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat seperti terjadinya perbedaan peran dan terjadinya diskriminasi berdasarkan jenis kelamin tertentu.

    b.   Keanekaragaman Ras

    Keanekaragaman ras merupakan pengelompokan individu atau kelompok berdasarkan ciri fisik tertentu.

    c.    Keanekaragaman Suku Bangsa

    Suku bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya dan terikat oleh identitas kebudayaan tertentu. Indonesia adalah negara yang mempunyai berbagai suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas ; sampai Pulau Rote.

     

    d.   Keanekaragaman Etnis

    Keanekaragaman etnis terlihat pada keberadaan etnis Tionghoa, India, dan Arab di Indonesia.

     

    e.    Keanekaragaman Agama

    Keanekaragaman agama merujuk pada berbagai agama yang diakui oleh negara. Indonesia mengakui 6 agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Sementara itu, masih terdapat aliran kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Indonesia, misalnya aliran kepercayaan kejawen dan kaharingan.

     

    f.    Keanekaragaman Mata Pencarian

    Setiap individu atau kelompok melakukan kegiatan dan upaya yang berbeda-beda untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Hal ini menunjukkan terdapat keanekaragaman mata pencaharian dalam masyarakat,

     

     

    3.    Menjelaskan Pengaruh Terbentuknya Masyarakat Multikultural

    a.   Konflik Sosial

    Konflik merupakan konsekuensi nyata dari hubungan sosial dalam masyarakat. Konflik dapat disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dalam masyarakat yang meliputi perbedaan individu, latar belakang kebudayaan. Perbedaan kepentingan, dan perubahan nilai yang cepat serta cenderung di paksakan.

     

    b.   Muncul Berbagai Pandangan Berkaitan Masyarakat Multikultural

    Kondisi yang terjadi dalam masyarakat multicultural sebagai berikut

    1)       Stereotip yaitu persepsi atau prasangka mengenal suatu hal, budaya atau sifat berdasarkan prasangka subjektuf yang belun tentu tepat

    2)       Pluralism yaitu sikap menghargai, menghormati, dan menoleransi berbagai perbedaan dalam kehidupan masyarakat majemuk.

    3)       Nasinalisme yaitu rasa cinta pada negara yang diwujudkan dengan cara mempertahankan identutas bangsa.

    4)       Etnosentrisme yaitu menganggap budaya masyarajat tertentu memiliki kedudukan yang lebih tinggi di bandingkan kebudayaan masyarakat lain.

    5)       Trimordialisme yaitu loyalitas berlebihan terhadap sifat-sifat kedaerahan, agama, suku bangsa, dan keluarga. Faktor penyebab primordialisme.

    a)   Terdapat sesuatu yang dianggap Istimewa oleh Individu dalam kelompok atau masyarakat, misalnya anggapan ras tertentu
    lebih haik daripada ras lain.

    b)   Terdapat sikap mempertahankan suatu kelompok/kesatuan terhadap ancaman dari luar kelompok.

    Terdapat nllahnllal yang berhubungan dengan sistem keyakinan seperti nilai-nilai keagamaan dari pandangan.

     

    D. HUBUNGAN STRUKTUR SOSIAL MULTIKULTURAL DAN DINAMIKA SOSIAL MASYARAKAT

    Dinamika sosial masyarakat sebagal perubahan struktur dalam masyarakat Perubahan struktur sosial meliputi norma sosial lembaga sosial kelompok sosial dan pelapisan sosial Perubahan sosial dapat memengaruhi kehidupan masyarakat multikultural Adapun dampak hubungan struktur sosla, dan dinamika sosial dalam masyarakat multikultural sebagai berikut

    1.   Interseksi

    Interseksl yaitu suatu titik potong atau pertemuan anggota kelompok sosia, dari berbagal seksi meliputi agama, suku, jenis kelamin, dan kelas sosial Interaksi dapat terjadi rnelalui Interaksi yang intensif, Selain Itu, interaksi Ini bersifat menyatukan perbedaan dalam masyarakat. Interaksi dapat terjadi melalui hubungan dalam bidang berikut

    a.          Hubungan ekonomi, interaksi dapat terbentuk melalui perdagangan dan perindustrian. Contoh interaksi melalui bubungan ekonomi sebagal berikut







    b.         .hubungan politik, interaksi dapat terjadi melalui hubungan diplomatic atau hubungan antarnegara contoh Interaksi melalu hubungan politik sebagai berikut :

    c.          Hubungan Sosial, interaksi dapat terjadi melalui Pendidikan dan perkawinan, contoh interaksi melalu hubungan Pendidikan sebagai berikut

     

    2.   Konsolidasi

    Konsolidasi adalah proses penguatan keanggotaan individu atau kelompok. Konsolidasi berpotensimenyadarkan konflik akibat penegasan yang membedakan satu kelompok dengan kelompok lain. Pembedaan kelompok dalam konsolidasi dapat berdasarkan ras, agama, suku bangsa, ataupun mata pencaharian. Berikut contoh konsolidasi berdasarkan agama, suku bangsa, dan mata pencaharian.

    Diagram

Description automatically generated

    3.   Mutual Akulturasi

    Mutual akulturasi adalah tahap awa, terjadinya Integrasi sosial yang ditandai dengan sikap terbuka dan menerima berbagai perbedaan. Mutual akulturasi bisa mempercepat proses modernisasi.

     

    4.   Integrasi Sosial

    Integrasi Sosial adalah proses penyatuan unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat multicultural/

     

    E. MENGIDENTIFIKASI PERILAKU YANG SESUDAH DENGAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL

    Masyarakat multikultural rentan mengalami disintegrasi. Oleh karena Itu, diperlukan sikap bijak dan sesuai dengan keadaan masyarakat multikultural dalam menghindari konflik atau perpecahan. Berikut ini contoh sikap yang
    sesuai dengan keadaan masyarakat multikultural

    1.      Menghargai Perbedaan

    Sikap menghaigai  perbedaan dalam masyarakat seperti perbedaan suku bangsa, agama, kebudayaan, dan asal daerah dapat meminimalisasi konflik sosial.

     

    2.      Semangan Nasionalisme

    Semangat nasionalisme dapat menjadi landasan masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan, Semangat nasionalisme ditandai dengan kesediaan untuk mengesampingkan berbagai perbedaan demi keutuhan bangsa.

     

    3.      Toleransi

    Sikap toleransi dapat memperkukuh integrasi bangsa yang dilatar belakangi oleh berbagai perbedaan. Toleransi dapat dilakukan dengan upaya akomodatif, yaitu upaya untuk menjembatani perbedaan agar salah satu pihak tidak merasa dirugikan. Adapun upaya akomodatif dapat dilakukan sebagai berikut.

    a.     Menjunjung pengakuan HAM

    b.    Mengembangkan Wawasan Kebudayaan

    c.     Membangun forum komunikasi antaragama, suku, dan ras

    d.    Menggelar berbagai kebudayaan di berbagai daerah

    e.     Mengajarkan Kembali kebudayan daerah melalui kurikulum sekolah.

     

    4.      Empati

    Sikap empati adalah kemampuan untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan hal-hal yang dirasakan oleh orang lain. Dengan sikap empati seseorang tidak mudah menghakimi perilaku orang lain.

     

    5.      Menghargai Karifan LokaL

    Kearifan lokal merupakan cara menyelesaikan pertikaian dengan menggunakan aturan adat. Mengingat di Indonesia terdapat berbagai suku bangsa, secara otomatis juga terdapat berbagai cara penyelesaian pertikaian secara adat. Untuk menjaga integrasi bangsa kita harus menghargai perbedaan aturan adat antar suku bangsa.

     

    6.      Sosialisasi Pendidikan Multikultural

    Sosialisasi pendidikan multikultural merupakan upaya sadar untuk mengajarkan mengenai sifat-sifat keanekaragaman masyarakat dan cara memandang berbagai keaneka ragaman dalam satu derajat yang sama.