Kelompok sosial adalah sekumpulan manusia yang memiliki persamaan
dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang dan
memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya. Sementara itu, Soerjono
Soekanto mendefinisikan kelompok sosial sebagai himpunan atau
kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling hubung di antara
mereka yang terjadi secara
timbal balik dan saling
memengaruhi.
1.
Syarat-syarat
Kelompok Sosial
Berikut ini adalah syarat-syarat
kelompok sosial menurut Soerjono Soekamto.
a)
Adanya
hubungan timbal balik antar anggota;
b)
Adanya
kesadaran sebagai anggota kelompok
c)
Adanya
struktur kaidah, dan pola perilaku
d)
Adanya
faktor pengikat; serta
e)
Bersistem
dan berproses
Kriteria menurut Robbert K.Merton
Sebagai berikut.
a.
Memiliki pola
interaksi;
b.
Pihak yang
berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok; serta
c.
Pihakyang
berorientasi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok.
2.
Dasar
Pembentukan Kelompok Sosial
Kelompok sosial dapat terbentuk secara alami serta disengaja.
Kelompok sosial yang terbentuk secara alami, misalnya ikatan kelompok
kekerabatan dan keluarga. Sementara itu, kelompok sosial yang terbentuk secara
disengaja, misalnya organisasi.
Adapun dasar pembentukan kelompok sosial yaitu:
a. adanya kesamaan kepentingan;
b.
faktor kesamaan darah dan keturunan;
c faktor geografis; serta
d. kesamaan daerah asal.
3.
Tipe-Tipe
Kelompok Sosial
a.
Menurut
Cara Terbentuknya
1) Kelompok Semu
Ciri kelompok semu adalah kehadirannya tidak tetap, bersifat
sementara, dan tidak berstruktur. Kelompok sernu dibedakan menjadi:
a)
Kerumunan
(crowd) yaitu kelompok individu yang berkumpul secara fisik dan
sementara, serta tidak direncanakan. Kerumunan terdiri atas:
· Formal audience yaitu kerumunan dengan pusat perhatian sama, bersifat
pasif, misalnya penonton film bioskop.
· Planned expressive group, yaitu
kerumunan dengan tujuan sama, aktif dan ekspresif, misalnya kerumunan orang
berpesta.
· Panic groups, yaitu kerumunan yang ingin melihat suatu peristiwa, misalnya
kerumunan melihat kecelakaan,
· Spectator crowds, yaitu kerumunan yang
ingin melihat suatu peristiwa, misalnya kerumunan melihat kecelakaan.
· Inconvenience causal crowds, kerumunan
yang tidak menyenangkan, adanya orang lain ialah halangan, misalnya antri bus.
· Acting mobs/lawless crows, yaitu
kerumunan yang melawan norma karena suatu tujuan yang ingin dicapai
· Immoral crowds, yaitu kerumunan yang
melawan norma tanpa mempunyai tujuan yang jelas.
b)
Masa
atau mass
Hampir sama dengan kerumunan, tetapi terbentuknya
direncanakan. Contohnya adalah kelompok yang dikumpulkan untuk berdemonstrasi.
c)
Public
Terbentuk pada tempat yang tidak sama, disatukan oleh
alat komunikasi. Misalnya adalah publik penggemar suatu acara di radio atau
televisi.
2) Kelompok Nyata
Meskipun memiliki bentuk yang berbeda-beda, ciri utama kelompok
nyata adalah kehadirannya yang bersifat tetap. Kelompok nyata dibedakan
menjadi:
a)
Kelompok statistik, yaitu kelompok dalam arti analitis, digunakan
untuk penelitian.
b)
Kelompok kemasyarakatan (societol group), yaitu kelompok
yang memiliki persamaan kepentingan di antara para anggotanya.
c)
Kelompok sosial, yaitu kelompok masyarakat karena ikatan
pekerjaan, usia, jenis kelamin, dan lain-lain.
d)
Kelompok asosiasi, yaitu kelompok organisasi yang memiliki bentuk
dan struktur tetap.
b.
Menurut
Emile Durkhelm
1) Solidaritas mekanik, ciri masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal
pembagian kerja. Masyarakat diikat oleh kesadaran kolektif.
2)
Solidaritas
bentuk
solidaritas pada masyarakat yang telah mengenal pembagian keija. Ada ketergantungan
di dalam kelompok.
c.
Menurut
Ferdinand Tonnles
1) Gemeinschaft (paguyuban), cirinya bersifat Intim, pribadi, dan eksklusif.
Gemeinschaft dibagi menjadi tiga, yakni:
a)
Gemeinschaft
by blood, di dasarkan pada ikata darah atau keturunan, contoh : kekerabatan.
b)
Gemeinschaft
of place, di dasarkan atas kesamaan tempat tinggal. Contoh : rukun tetangga
c)
Gemeinschaft
of mind, memiliki kesamaan pikiran atau ideologi , contoh PGRI.
2) Gesellschaft (patembayan), cirinya bersifat sementara atau
kontraktual, berdasarkan kepentingan, bersifat formal, dan inklusif. Contohnya
adalah ikatan pekerja atau profesi.
d.
Menurut
Charles Horton Cooley dan Ellsworth Farris
1) C.H Colley mengatakan bahwa dalam masyarakat terdapat kelompok
primer. Ciri-ciri dari kelompok ini bersifat intim, jumlahnya kecil, interaksi
dengan tatap muka langsung, dan berlangsung dalam waktu yang panjang.
Contohnya adalah keluarga dan teman bermain.
2) Ellsworth Farris, menambahkan adanya kelompok sekunder. Ciri-ciri dari
kelompok ini adalah formal, impersonal, dan kelembgaan. Contohnya adalah
ikatan profesi, sekolah, yayasan, dan organisasi pemerintah.
e.
Menurut
W.G.Sumner
1) Kelompok In-Group adalah kelompok sosial yang anggotanya mengidentikkan
dirinya dengan kelompoknya. Ciri-ciri kelompok ini adalah adanya kerjasama,
persahabatan, keteraturan, dan kedamaian. Kelompok ini memiliki rasa
solidaritas (in-group feeling} yang kuat dan dapat mengarah ke dalam
sikap etnosentrisme.
2) Kelompok Out-Group adalah kelompok sosial yang oleh individunya diartikan
sebagai lawan atau kelompok di luar in-group. Hubungan dengan kelompok
luar akan ditandai dengan kebencian dan permusuhan.
f.
Menurut
Robert K. Merton
1) Membership group adalah kelompok sosial dimana seorang individu secara
fisik tercatat sebagai anggota kelompok tersebut.
2) Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan seorang
individu yang secara fisik bukan anggota kelompok tersebut. Contohnya
adalah seseorang yang ingin menjadi anggota TNI, tetapi karena tidak memenuhi
persyaratan, gagal menjadi anggota TNI. Selanjutnya orang
tersebut, selalu berpakaian seperti anggota TNI untuk mengidentikkan dirinya
sebagai anggota TNI.
g.
Menurut
J.A.A. Van Doorn
1)
Kelompok
Formal (Formal Group)
adalah kelompok sosial yang
mempunyai peraturan tegas dan memiliki struktur organisasi. Kelompok formal
disebut juga asosiasi atau organisasi.
2)
Kelompok
Informa (Informa Group) adalah kelompok sosial yang
tidak memiliki struktur organisasi dan peraturan yang tegas. Contohnya adalah
kelompok persahabatan dan pertemanan
h.
Menurut
Charles H.Cooley
1) Kelompok Primer (Primary Group) merupakan suatu kelompok yang
hubungan antara anggotanya saling mengenal, sering bertatap muka (face to
face) dan bersifat informal. Contoh keluarga.
2) Kelompok Sekunder (Secondary Group) merupakan suatu kelompok dengan jumlah
anggota yang banyak hubungan antar anggotanya bersifat formal, impersonal dan
di dasarkan atas asas manfaat . contoh PGRI.
i.
Dinamika
Kelompok Sosial
Masyarakat selalu berubah seiring perjalanan waktu.
Begitu pula kelompok sosial juga terus mengalami perkembangan. Maka, di dalam
masyarakat muncullah perkembangan kelompok-kelompok sosial.
Dinamika kelompok sosial dipengaruhi oleh faktor
pendorong dan penghambat. Faktor pendorong dinamika kelompok sosial yaitu:
1)
pergantian anggota
kelompok;
2)
keinginan anggota
untuk melakukan perubahan;
3)
perubahan lingkungan
sosial;
4)
konflik antaranggota
kelompok; dan
5)
modernisasi
Adapun
faktor penghambat dinamika kelompok sosial yaitu:
1)
adanya keinginan
untuk mempertahankan keadaan;
2)
adanya tradisi yang
mengikat; dan
3)
terjadi isolasi.
Berikut beberapa contoh dinamika kelompok sosial.
1)
Kelompok
Kekerabatan
Kelompok kekerabataan adalah perkembangan dari keluarga.
Dari keluarga inti berkembang menjadi kelompok kekerabatan (extended
fomilyl)
2)
Kelompok
Okupasional
Dalam masyarakatyang semakin maju,muncullah adanya
spesialisasi kerja. Sehingga di masyarakat muncul adanya kelompok-kelompok
pekerja yang mempunyai etika profesi. Contohnya adalah PGRI, PWI, IDI, dan
lain sebagainya.
3)
Kelompok
Volunteer
Kelompok Volunteer adalah kelompok
sosial yang keberadaanya ingin di akui oleh masyarakat dan memenuhi kebutuhan
para anggotanya dengan tidak mengganggu kepentingan masyarakat Contoh kelompok
volunteer adalah KIPP, ICW.
1.
Ciri Masyarakat Multikultural
Sebelum terbentuk masyarakat
multikultural, didahului dengan terbentuknya masyarakat majemuk, Plerre L, van
den Berghe, menjabarkan ciri-ciri masyarakat majemuk sebagal
berikut.
a.
Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam Lembaga-lembaga
nonkomplementer.
b.
Kurang mengembangkan consensus di antara anggotanya
c.
Relati sering terjadi konflik
d.
Mengalami segmentasi dalam kelompok-kelompok dengan subkebudayaan
yang berbeda. Proses pembelajaran hasil kebudayaan berlangsung bagian dari
keseharian anggota masyarakat
e.
Integrasi cenderung terjadi karena paksaan.
Sementara itu, ciri-ciri masyarakat multikuktural, yaitu
bersifat inklusif, memiliki kesadaran yang tinggi dalam berintegrasi, dan
memiliki rasa toleransi yang tinggi atas perbedaan.
2. Bentuk Masyarakat
Multikultural
Berdasarkan konfigurasi dan komunitas etnisnya, J.S. Furnivall membedakan masyarakat dalam empat
kategori/bentuk sebagai berikut.
a.
Masyarakat
majemuk dengan komposisi
seimbang terdiri atas sejumlah komunitas dan mempunyai kekuatan kompetitif
serta seimbang.
b.
Masyarakat
majemuk dengan mayoritas
dominan, terdiri atas sejumlah komunitas etnis dengan kekuatan kompetitif
tidak seimbang,
c.
Masyarakat
majemuk dengan minoritas dominan
mempunyai arti bahwa kelompok minoritas memiliki keunggulan kompetitif
sehingga mendominasi kehidupan politik atau ekonomi masyarakat
d.
Masyarakat
majemuk dengan fragmentasi
merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas kelompok etnis kecil sehingga
tidak memiliki posisi dominan dalam politik dan ekonomi,
1.
Menjelaskan Latar Belakang Terbentuknya
Masyarakat Multikultural
Terbentuknya
masyarakat multikultural dilatarbelakangi oleh berberapa faktor sebagai
berikut
a. Keadaan geografis
Letak Indonesia yang strategis mendorong berbagai bangsa
singgah di Indonesia. Akibatnya berbagal kebudayaan asing dapat dengan mudah
masuk ke Indonesia.
b. Perbedaan Cuaca
Perbedaan cuaca terjadi karena suhu dan kelernbapan yang
berbeda antara satu tempat dan tempat lainnya. Ada dua lingkungan ekologis
yang timbul karena kondisi tersebut, yaitu pertanian sawah (wet rice culvaion)
dl Pulau Jawa dan Bali dan pertanian ladlng (shifting cultivation) dl
luar Pulau Jawa.
c. Bentuk Wilayah
Indonesia merupakan negara kepulauan. Pulau-pulau yang
menjadi tempat tinggal masyarakat Indonesia dipisahkan oleh selat dan laut,
Kondisi ini menimbulkan Isolasi geografis yang menjadi penyebab kemajemukan
masyarakat,
2. Menjelaskan Bentuk-Bentuk
Keanekaragaman Masyaakat Multicultural
Berbagai keanekaragaman masyarakat
multicultural sebagai berikut
a. Keanekaragaman Jenis Kelamin
Secara kodrati jenis kelamin dibedakan menjadi dua,
yaitu laki-laki dan perempuan. Perbedaan jenis kelamin membawa dampak besar
dalam kehidupan bermasyarakat seperti terjadinya perbedaan peran dan
terjadinya diskriminasi berdasarkan jenis kelamin tertentu.
b. Keanekaragaman Ras
Keanekaragaman ras merupakan pengelompokan individu atau
kelompok berdasarkan ciri fisik tertentu.
c. Keanekaragaman Suku Bangsa
Suku bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki
kesatuan budaya dan terikat oleh identitas kebudayaan tertentu. Indonesia
adalah negara yang mempunyai berbagai suku bangsa yang tersebar dari Sabang
sampai Merauke dan dari Miangas ; sampai Pulau Rote.
d. Keanekaragaman Etnis
Keanekaragaman etnis terlihat pada keberadaan etnis
Tionghoa, India, dan Arab di Indonesia.
e. Keanekaragaman Agama
Keanekaragaman agama merujuk pada berbagai agama yang
diakui oleh negara. Indonesia mengakui 6 agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik,
Hindu, Budha, dan Konghucu. Sementara itu, masih terdapat aliran kepercayaan
yang dianut oleh masyarakat Indonesia, misalnya aliran kepercayaan kejawen dan
kaharingan.
f. Keanekaragaman Mata
Pencarian
Setiap individu atau kelompok melakukan kegiatan dan
upaya yang berbeda-beda untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Hal ini
menunjukkan terdapat keanekaragaman mata pencaharian dalam masyarakat,
3.
Menjelaskan
Pengaruh Terbentuknya Masyarakat Multikultural
a. Konflik
Sosial
Konflik merupakan konsekuensi nyata dari hubungan sosial
dalam masyarakat. Konflik dapat disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dalam masyarakat
yang meliputi perbedaan individu, latar belakang kebudayaan. Perbedaan
kepentingan, dan perubahan nilai yang cepat serta cenderung di paksakan.
b. Muncul
Berbagai Pandangan Berkaitan Masyarakat Multikultural
Kondisi yang terjadi dalam masyarakat
multicultural sebagai berikut
1)
Stereotip yaitu persepsi atau
prasangka mengenal suatu hal, budaya atau sifat berdasarkan prasangka
subjektuf yang belun tentu tepat
2)
Pluralism yaitu sikap menghargai,
menghormati, dan menoleransi berbagai perbedaan dalam kehidupan masyarakat
majemuk.
3)
Nasinalisme yaitu rasa cinta pada
negara yang diwujudkan dengan cara mempertahankan identutas bangsa.
4)
Etnosentrisme yaitu menganggap budaya
masyarajat tertentu memiliki kedudukan yang lebih tinggi di bandingkan
kebudayaan masyarakat lain.
5)
Trimordialisme yaitu loyalitas
berlebihan terhadap sifat-sifat kedaerahan, agama, suku bangsa, dan keluarga.
Faktor penyebab primordialisme.
a)
Terdapat sesuatu yang dianggap
Istimewa oleh Individu dalam kelompok atau masyarakat, misalnya anggapan ras
tertentu
lebih haik daripada ras lain.
b)
Terdapat sikap mempertahankan
suatu kelompok/kesatuan terhadap ancaman dari luar kelompok.
Terdapat nllahnllal yang
berhubungan dengan sistem keyakinan seperti nilai-nilai keagamaan dari
pandangan.
Dinamika sosial masyarakat sebagal perubahan struktur
dalam masyarakat Perubahan struktur sosial meliputi norma sosial lembaga
sosial kelompok sosial dan pelapisan sosial Perubahan sosial dapat memengaruhi
kehidupan masyarakat multikultural Adapun dampak hubungan struktur sosla, dan
dinamika sosial dalam masyarakat multikultural sebagai berikut
1.
Interseksi
Interseksl yaitu suatu titik potong atau pertemuan
anggota kelompok sosia, dari berbagal seksi meliputi agama, suku, jenis
kelamin, dan kelas sosial Interaksi dapat terjadi rnelalui Interaksi yang
intensif, Selain Itu, interaksi Ini bersifat menyatukan perbedaan dalam
masyarakat. Interaksi dapat terjadi melalui hubungan dalam bidang berikut
a.
Hubungan ekonomi,
interaksi dapat terbentuk melalui perdagangan dan perindustrian. Contoh
interaksi melalui bubungan ekonomi sebagal berikut
b.
.hubungan politik,
interaksi dapat terjadi melalui hubungan diplomatic atau hubungan antarnegara
contoh Interaksi melalu hubungan politik sebagai berikut :
c.
Hubungan
Sosial, interaksi dapat terjadi melalui Pendidikan dan perkawinan, contoh
interaksi melalu hubungan Pendidikan sebagai berikut
2.
Konsolidasi
Konsolidasi adalah proses penguatan keanggotaan individu
atau kelompok. Konsolidasi berpotensimenyadarkan konflik akibat penegasan yang
membedakan satu kelompok dengan kelompok lain. Pembedaan kelompok dalam
konsolidasi dapat berdasarkan ras, agama, suku bangsa, ataupun mata pencaharian.
Berikut contoh konsolidasi berdasarkan agama, suku bangsa, dan mata
pencaharian.

3.
Mutual
Akulturasi
Mutual akulturasi adalah tahap awa, terjadinya Integrasi
sosial yang ditandai dengan sikap terbuka dan menerima berbagai perbedaan.
Mutual akulturasi bisa mempercepat proses modernisasi.
4.
Integrasi
Sosial
Integrasi Sosial adalah proses
penyatuan unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat multicultural/
Masyarakat
multikultural rentan mengalami disintegrasi. Oleh karena Itu, diperlukan sikap
bijak dan sesuai dengan keadaan masyarakat multikultural dalam menghindari
konflik atau perpecahan. Berikut ini contoh sikap yang
sesuai dengan keadaan masyarakat multikultural
1. Menghargai
Perbedaan
Sikap menghaigai
perbedaan dalam masyarakat seperti perbedaan suku bangsa, agama,
kebudayaan, dan asal daerah dapat meminimalisasi konflik sosial.
2. Semangan
Nasionalisme
Semangat nasionalisme dapat menjadi landasan masyarakat
untuk bersatu dalam perbedaan, Semangat nasionalisme ditandai dengan kesediaan
untuk mengesampingkan berbagai perbedaan demi keutuhan bangsa.
3. Toleransi
Sikap toleransi dapat memperkukuh integrasi bangsa yang
dilatar belakangi oleh berbagai perbedaan. Toleransi dapat dilakukan dengan
upaya akomodatif, yaitu upaya untuk menjembatani perbedaan agar salah satu
pihak tidak merasa dirugikan. Adapun upaya akomodatif dapat dilakukan sebagai
berikut.
a. Menjunjung pengakuan HAM
b. Mengembangkan Wawasan Kebudayaan
c. Membangun forum komunikasi antaragama,
suku, dan ras
d. Menggelar berbagai kebudayaan di
berbagai daerah
e. Mengajarkan Kembali kebudayan daerah
melalui kurikulum sekolah.
4. Empati
Sikap empati adalah kemampuan untuk merasakan diri
seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan hal-hal yang dirasakan
oleh orang lain. Dengan sikap empati seseorang tidak mudah menghakimi perilaku
orang lain.
5. Menghargai
Karifan LokaL
Kearifan lokal merupakan cara menyelesaikan pertikaian
dengan menggunakan aturan adat. Mengingat di Indonesia terdapat berbagai suku
bangsa, secara otomatis juga terdapat berbagai cara penyelesaian pertikaian
secara adat. Untuk menjaga integrasi bangsa kita harus menghargai perbedaan
aturan adat antar suku bangsa.
6. Sosialisasi
Pendidikan Multikultural
Sosialisasi pendidikan multikultural merupakan upaya
sadar untuk mengajarkan mengenai sifat-sifat keanekaragaman masyarakat dan cara
memandang berbagai keaneka ragaman dalam satu derajat yang sama.





0 komentar