A. STRATIFIKASI SOSIAL
1.
Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial adala peggolongan
masyaraka ke dalam kelas atau lapisan yang bertingkat secara hierarkis atau
vertikal. Menurut Max Webe, stratifikasi sosial adalah penggolongan
orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam
lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese, dan prestise.
Stratifikasi sosial akan selalu ada, selama dalam masyarakat tersebut memiliki
suatu yang lebih dihargai, baik kekayaan, kekuasaan, keturunan, kehormatan,
maupun ilmu pengetahuan.
Stratifikasi sosial terdiri dari 2
unsur, yakni status dan peran.
a.
Status
Menurut
Ralph Linton, status adalah sekumpulan hak dan kewajiban. Status seseorang
berhubungan dengan kedudukannya dalam
masyarakat. Status mseseorang dalam masyarakat dapat diperoleh melalui
berbagai upaya berikut.
1)
Ascribed status, kedudukan yang diperoleh
2)
Achieved status, kedudukan yang diperoleh melalu
usaha secara sengaja
3)
Assigned status, kedudukan yang diberikan pada
seseorang karena berjasa dalam masyarakat
b.
Peran (Role)
Peran
sosial merupakan seperangkat harapan kepada seseorang yang menempati suatu
status sosial tertentu untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan
kedudukannya. Dalam suatu status tidak hanya mempunyai satu peran tetapi
terdapat sejumlah peran yang saling berhubungan. Sistem stratifikasi sosial
dalam masyarakat dibedakan menjadi tiga bentuk, antara lain:
a)
Stratifikasi sosial tertutup (closed social stratification)
Stratifikasi
sosial tertutup adalah penggolongan masyarakat berdasarkan lapisan-lapisan
tertentu yang tidak memungkinkan bagi seorang individu untuk melakukan
perubahan status sosial secara vertikal. Contoh: pembagian kasta di India
b)
Stratifikasi sosial terbuka (open social stratification)
Stratifiaksi
sosial terbuka merupakan penggolongan masyarakat berdasarkan lapisan tertentu
yang memungkinkan bagi seorang individu untuk mengalam perubahan status sosial
ke atas atau ke bawah. Contoh: Anak petani berhasil menjadi seorang dokter
c)
Stratifikasi sosial campuran
Stratifikasi
sosial campuran merupakan sistem stratifikasi yang membatasi kemungkinan
perpindahan strata, tetapi membiarkan perpindahan lapisan pada bidang
tertentu.
Contoh
sistem pelapisan masyarakat Bali, yang mana mereka menerapkan sistem pelapisan
tertutup melalui kasta, tetapi secara ekonomi masyarakat menerapkan sistem
pelapisan terbuka.
Sistem
stratifikasi sosial masyarakat dapat dibedakan menjadi 4 bentuk, yaitu sistem
politik, sistem ekonomi, sistem lingkaran kambium, dan sistem feodal.
Bentuk-bentuk sistem stratifikasi sosial dalam masyarakat sebagai beriku:
a.
Sistem Politik
Sistem
politik membedakan warga masyarakat berdasarkan kekuasaan yang mereka miliki.
Menurut Mac Iver, bentuk kekuasaan dapat dibagi dalam tiga tipe pelapisan
sosial sebagai berikut:
1)
Tipe kasta, merupakan sistem pelapisan yang
sulit ditembus untuk melakukan perpindahan status dari bawah ke atas ataupun
sebaliknya karena dipisahkan oleh garis tegas dan bersifat kaku. Gambar sistem
pelapisa kekuasaan berdasarkan tipe kasta sebagai berikut :
2)
Tipe oligarki, menunjukan pemisahan tegas
antarstrata. Perbedaan strata satu dengan kasta lain tampak mecolok. Berikut
ini gambar sistem pelapisan tipe oligarki.
3)
Tipe demokratis, pada tipe ini garis pemisah antar
lapisan bersifar fleksibel dan faktor kelahiran tidak memengaruhi sistem
pelapisan sosial. Gambar sistem pelapisan sosial dengan tipe demokratis
sebagai berikut :
b.
Sistem Ekonomi
Sistem
stratifikasi bidang ekonomi membedakan kelasnya berdasarkan kepemilikan
kekayaan atau penghasilan. Sistem ekonomi membagi pelapisan sosial dalam tiga
kelas seperti gambar berikut.
Keterangan:
a.
Kelaas
atas (Upper Class)
1.
Kelas
atas atas
2.
Kelas
atas menengah
3.
Kelas
atas bawah
b.
Kelas
menengah (Middle Class)
1.
Kelas
menengah atas
2.
Kelas
menengah menengah
3.
Kelas
menengah bawah
c.
Kelas
bawah (Lower Class)
1.
Kelas
bawah atas
2.
Kelas
bawah menengah
3.
Kelas
bawah bawah
c.
Sistem Lingkaran Kambium
Sistem
lingkaran kambium digunakan sebagai gambaran kekuasaan di lingkungan keraton.
Berikut ini gambar lingkaran kambium berdasarkan nilai yang berlaku dalam
sistem keraton.
d.
Sistem Feodal
Karakteristik
sistem feodal didasarkan pada pembedaan status kepemilikan tanah. Sistem
pelapisan feodal dapat dijelaskan melalui gambar berikut ini.











0 komentar