-->
    BLANTERORBITv102

    MATERI UTBK- PERUBAHAN SOSIAL

    Senin, 11 Oktober 2021


     

    A. TEORI DAN KLASIFIKASI PERUBAHAN SOSIAL

    Hakikat dan Karakteristik Perubahan Sosial

    Kehidupan sosial di masyarakat bergerak seiring dengan bertambah majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satunya adalah penggunaan alat komunikasi telepon genggam. Telepon genggam telah mengubah cara berkomunikasi masyarakat, berinteraksi, bahkan berbisnis yang didukung oleh ­ tur-­ tur canggih. Jadi, berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda sehingga

    mengubah lembaga sosial, sistem sosial, struktur, dan kehidupan sosial masyarakat. Beberapa pendapat ahli sosiologi mengenai perubahan sosial adalah sebagai berikut.

    1.       Kingsley Davis menyatakan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat. Sebagai contoh, wanita bisa menjadi ibu rumah tangga atau wanita karier. Contohnya, sistem kapitalis, organisasi buruh.

    2.       Samuel Koenig menyatakan perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern maupun ekstern. Sebagai contoh, kemajuan teknologi menyebabkan pola komunikasi masyarakat berubah. Dahulu, surat-menyurat menjadi paling cepat. Sekarang, komunikasi dalam dilakukan menggunakan media sosial.

    3.       William F. Ogburn menyatakan perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan, baik material maupun nonmaterial. Sebagai contoh, penggunaan kartu debit maupun kredit bank sebagai pengganti uang tunai untuk melakukan transaksi pembayaran, seperti transjakarta atau transjogya dan commuter line.

    4.       John Lewis Gillin dan John Philip Gillin menyatakan perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang diterima, baik karena perubahan kondisi geogra­fis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat tersebut. Sebagai contoh, toko online mengubah gaya berbelanja masyarakat, seperti membeli peralatan elektronik maupun kebutuhan sehari-hari lainnya.

    Karakteristik perubahan sosial, di antaranya sebagai berikut.

    1.       Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang karena setiap masyarakat mengalami perubahan secara cepat maupun lambat.

    2.       Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu diikuti oleh perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya yang merupakan satu mata rantai.

    3.       Perubahan secara cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada dalam proses penyesuaian diri. Disorganisasi atau perpecahan di masyarakat akan diikuti reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah dan nilai yang baru. Reorganiasi adalah penataan kembali sebuah organisasi.

    4.       Perubahan tidak dibatasi pada bidang kebendaan atau spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kajian timbal balik yang sangat kuat.

    Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada Lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perubahan sosial mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok masyarakat. Perubahan sosial dapat di pelajari secara ilmih menggunakan teori perubahan sosial. Adapun teori perubahan sosial sebagai berikut.

    1.          Teori Perkembangan

    Teori perkembangan menjelaskan perubahan dapat diarahkan dari suatu titik tujuan tertentu, seperti perubahan dari masyarakat tradisional ke modern yang lebih kompleks. Pola perubahan ini digambarkan seperti linear seperti yang terlihat

    gambar berikut.



    Gambar 1 Pola perubahan menurut teori perkembangan

    Teori perkembangan dibagi menjadi dua, yaitu teori evolusi dan teori revolusi. Penganut teori ini, di antaranya sebagai berikut.

    1.)       Herbert Spencer menyatakan peralihan masyarakat melalui serangkaian tahap yang berawal dari tahap kelompok suku yang homogen dan sederhana ke tahap masyarakat modern yang kompleks.

    2.)       Lewis Henry Morgan menyatakan perubahan sosial budaya secara evolusi melalui tujuh tahap diawali dari tahap perbudakan dan diakhiri dengan tahap peradaban.

    3.)       Auguste Comte menyatakan perubahan sosial budaya terjadi melalui tiga tahap. Pertama, tahap teologis (theological stage), yaitu tahap yang diarahkan oleh nilai-nilai dialami (supernatural). Kedua, tahap meta­fisik (metha­fisical stage), yaitu tahap peralihan di mana kepercayaan terhadap unsur adikodrati digeser oleh prinsip-prinsip abstrak yang berperan sebagai dasar perkembangan budaya, dan ketiga tahap positif atau tahap ilmiah (positive or scienti­fic stage) yang menunjukkan masyarakat diarahkan oleh kenyataan yang didukung oleh prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.

    2.       Teori Siklus

    Teori ini mengungkapkan perubahan masyarakat terjadi secara berulang-ulang. Pola perubahan tidak tampak batas-batas antara pola hidup primitif, tradisional, dan modern. Teori siklus dapat digambarkan seperti spiral yang berputar mengikuti suatu pola dan arah tertentu. Pola perubahan ini dapat dilihat pada gambar berikut.



    Gambar 2 Pola perubahan menurut teori siklus

    Para pendukung teori ini, di antaranya sebagai berikut.

    1.)      Oswald Spengler menyatakan setiap peradaban besar melalui proses pentahapan kelahiran, pertumbuhan, dan kematian.

    2.)      Pitirim A. Sorokin menyatakan semua peradaban besar berada dalam siklus tiga kebudayaan yang berputar tanpa akhir, yaitu kebudayaan ideasional (ideational cultural), kebudayaan idealistik (idealistic cultural) dan kebudayaan sensasi (sensatero cultural).

    3.)      Arnold Toynbee menyatakan peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan dan kematian.

    3.       Teori Gerakan Sosial

    Teori ini timbul karena ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu yang ada di dalam masyarakat sehingga menimbulkan gerakan sosial, di mana sejumlah orang mengorganisasikan diri untuk memperjuangkan perubahan. Keterkaitan perubahan sosial dan gerakan sosial dapat dilihat dari empat komponen berikut menurut David Aberle.

    Alternative movement

    Alternative movement adalah salah satu bentuk gerakan sosial untuk merubah satu perilaku atau tindakan tertentu oleh individu. Contoh nyata dari alternative movement ini adalah adanya sosialisasi atau kampanye untuk tidak menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarag, untuk tidak membuat perbuatan seks secara tidak bertanggung jawab sebagai upaya pengurangan penyebaran penyakit AIDS, dan lain-lain.

    a.        Rodemptive movement

    Rodemptive movement adalah geraka sosial yang cenderung menginginkan perubahan terjadi secara keseluruhan untuk seorang individu. Contoh dari adanya rodemptive movement ini biasanya berupa gerakan keagamaan, seperti memberikan pemahaman pada seseorang untuk merubah pola pikir dan persepektifnya yang mempengaruhi keseluruhan pola kehidupan individu tersebut.

    b.       Reformative movement

    Gerakan sosial selanjutnya adalah reformative movemeent. Reformative movement adalah sebuah gerakan sosial yang diharapkan dapat merubah pandangan masyarakat mengenai isu-isu tertentu, seperti isu hak-hak homoseksual, atau isu kesetaraan gender dan isu-isu lainnya yang cenderung bersifat negatif diperspektif masyarakat. Reformative movement memiliki tujuan terbatas, adanya demo untuk mengganti pemerintahan yang berkuasa juga termasuk ke dalam reformative movement.

    c.        Transformative movement

    Bentuk gerakan sosial lainnya adalah transformative movement, yaitu gerakan sosial yang bersifat dan bertujuan untuk mengubah masyarakat secara keseluruhan. Contoh dari transformative movement ini misalnya adalah pengubahan pola pikir masyarakat untuk menganut ideologi-ideologi tertentu. Pemaksaan ideologi ini bisa terjadi secara ekstrim dan bersifat pemaksaan. Transformative movement ini bersifat lebih kolektif dengan berbagai pihak masyarakat ikut terjun di dalam gerakan tersebut, bisa berupa dukungan pemerintah, orang-orang berkuasa dan juga lembaga-lembaga yang dekat dengan masyarakat untuk memberikan pengaruh kuat untuk beralih ke ideologi tersebut.

    4.       Teori Modernisasi

    Teori ini melihat bahwa perubahan negara-negara belum berkembang akan mengikuti jalan yang sama dengan negara industri di Barat. Cara tersebut adalah melalui proses modernisasi sehingga negara belum berkembang menjadi negara berkembang. Para pendukung teori ini, di antaranya sebagai berikut.

    a.        Davis Lerner menyatakan modernisasi diperlukan dalam proses perubahan sosial sehingga negara yang kurang berkembang perlu meminjam dan menerapkan karakteristik dari negara yang sudah maju untuk berubah menjadi negara berkembang ataupun mencapai tahap sebagai negara maju.

    b.       Huntington menyatakan modernisasi mempunyai ciri-ciri, yaitu prosesnya bertahap, homogenisasi, wujudnya berupa proses eropanisasi, amerikanisasi, ataupun westernisasi, jalannya selalu bergerak maju, dan tidak pernah mundur, progresif, serta jangka waktunya panjang.

    5.       Teori Ketergantungan

    Teori ini melihat ada ketergantungan secara ekonomi negara-negara dunia ketiga terhadap negara-negara industri. Negara dunia ketiga membutuhkan pinjaman dan investasi dari negara industri. Ketika negara industri maju, maka negara dunia ketiga semakin terbelakang dalam proses kolonialisme.

    6.       Teori Sistem Dunia

    Teori ini dijelaskan oleh Immanuel Wallerstein yang mengungkapkan perekonomian kapitalis dunia tersusun atas tiga jenjang, yaitu negara inti, negara semi periferi, dan negara periferi.

    7.       Teori Evolusi, menunjukkan masyarakat mengalami perubahan secara perlahan-lahan sesuai arah tahapannya. Masyarakat bergerak dalam satu garis linear menuju satu titik tertentu dalam peradaban, mulai tahap primitif, tradisional sampai modern.

    8.       Teori Fungsionalis, berpendapat bahwa setiap bagian dalam masyarakat memiliki fungsi masing-masing sehingga perubahan pada satu bagian masyarakat akan diikuti perubahan pada bagian yang lain.

    9.       Teori Konflik, Lembaga dan praktik sosial bertahan karena kelompok yang berkuasa memiliki kemampuan untuk mempertahankan status quo, perubahan memiliki makna penting karena di perlukan untuk memperbaiki ketidakadilan dan ketimpangan sosial (Schaefer;2012).

    Adapun bentuk-bentuk perubahan sosial sebagai berikut.

    1.       Perubahan Sosial Berdasarkan Kecepatan Berlangsungnya

    a.       Perubahan Lambat (Evolusi)

    Perubahan evolusi berlangsung lambat. Perubahan evolusi dapat memicu munculnya perubahan- perubahan lain. Contoh perubahan evolusi adalah perkembangan peradaban manusia.

    Perubahan sosial secara evolusi di bedakan menjadi tiga teori yakni:

    1)        Universal Theory Of Evolution, yaitu perkembangan masyarakat tidaklah perlu rnelalui tahap-tahap tertentu yang tetap, tetapi mengikuti suatu garis evolusi

    2)        Unilinear Theory Of Evolution, artinya masyarakat
    mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-
    tahap tertentu, dari bentuk yang sederhana, kemudian ke bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna,

    3)        Multilinear Theory Of Evolution, yakni menekankan
    pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi
    masyarakat.

     

    b.      Perubahan Cepat (Revolusi)

    Revolusi merupakan perubahan yang berlangsung cepat dan mengubah struktur sosial masyarakat. Revolusi dapat terjadi bila memenuhi syarat berikut:

    1)        Adanya momentum yang tepat.

    2)        Keinginan umum untuk melakukan perubahan

    3)        Adanya pemimpin yang baik, yang mengetahui arah dan tujuan dari gerakan revolusi.

     

    2.       Perubahan Sosial Berdasarkan Ukuran Perubahannya

    a.       Perubahan Kecil

    Perubahan kecil hanya memengaruhi beberapa golongan atau kelompok sosial masyarakat. Perubahan ini tidak menimbulkan pengaruh yang berarti dalam aspek-aspek lain kehidupan masyarakat, misalnya perubahan gaya rambut dan model pakaian.

     

    b.      Perubahan Besar

    Perubahan besar merupakan perubahan yangmemengaruhi aspek-aspek kehidupan masyarakat secara luas. Selain itu, perubahan besar dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat, misalnya peperangan dan krisis moneter.

    3.       Perubahan Sosial Berdasarkan Prosesnya

    a.       Perubahan Yang Direncanakan (Planned Change) dan Di Kehendaki

    Perubahan yang direncanakan bertujuan melakukan perubahan ke arah lebih baik. Perubahan ini terjadi karena adanya pertimbangan dan perencanaan yang matang, Pelaku perubahan ini dinamakan agentof change.

    b.      Perubahan Yang Tidak Direncanakan (Uplanned Change) dan Tidak Di Kehendaki

    Perubahan jenis ini cenderung berakibat negatif karena terjadi secara tidak terduga dan di luar jangkauan manusia, misalnya bencana alam

    4.       Perubahan Sosial Berdasarkan Sifat Perubahanya

    a.       Perubahan Struktural (Perubahan Mendasar)

    Perubahan struktural terjadi dalam aspek kehidupan mendasar manusia sehingga timbul reorganisasi, misalnya perubahan sistem pemerintahan suatu negara

    b.      Perubahan Proses (Tidak Mendasar)

    Perubahan proses terjadi pada aspek pelaksanaan sistem. Perubahan Ini bersifat tidak mendasar dan bertujuan untuk mempeibaiki sistem sebelumnya.

     

    5.       Perubahan Sosial Berdasarkan Caranya

    a.       Perubahan dengan Cara Kekerasan

    Perubahan dengan cara kekerasan terjadi karena kelompok berkuasa yang menindas kelompok kelompok kecil dan memaksa merek untuk menuruti kelompok yang berkuasa.

    b.      Perubahan Tanpa Kekerasan

    Perubahan tanpa kekerasan timbul karena hubungan emosional yang baik antara pihak yang melakukan perubahan dan pihak yang menerima perubahan, Perubahan Ini dilakukan melalui pendekatan dan cara-cara yang baik sehingga diterima dalam masyarakat,

     

    6.       Perubahan Sosial Berdasarkan Bentuk/Arahnya

    a.       Perubahan Progres

    Perubahan progress merupakan perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat. Contoh: teknologi informasi memudahkan akses berita.

    b.      Perubahan Regress

    Perubahan regress merupakan perubahan yang tidak menguntungkan atau mengakibatkan kemunduran bagi masyarakat Contoh: penyalahgunaan Internet untuk plagiarisme.

    B. FAKTOR PENDORONG/PENGHAMBAT/SEBAB PERUBAHAN

    Faktor pendorong merupakan unsur-unsur dalam masyarakat yang ditandai adanya usaha untuk berubah dan sikap terbuka. Sementara itu, faktor penghambat ditandai adanya sikap pasrah dan kondisi yang tidak bervariasi.

    1.      Mengidentifikasi Faktor Pendorong Perubahan Sosial

    a.         Kontak dengan kebudayaan Juar

    b.         Sikap terbuka terhadap budaya lain

    c.          Adanya keinginan untuk maju

    d.         Terdapat kemajuan dalam sistem pendidikan

    e.         Adanya orientasi pada masa depan

    f.           Sistem lapisan masyarakat yang terbuka

    g.         Komposisi masyarakat yang heterogen

    h.         Ketidakpuasan terhadap bidang kehidupan tertentu

    i.           Sikap menghargai budaya lain

    j.           Sikap toleransi terhadap perubahan tertentu

     

    2.      Menidentifikasi Faktor Penghambat Perubahan Sosial

    a.         Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
    lambat

    b.         Kurang menjalin hubungan dengan masyarakat lain

    c.          Terdapat prasangka terhadap budaya

    d.         Adat yang mengikat

    e.         Adanya keyakinan yang tertanam dengan kuat
    (vasted interest)

    f.           Adanya sikap pasrah dalam menghadapi kehidupan

    g.         Perbedaan ideologi

    h.         Sikap masyarakat yang masih tradisional

    i.           Kemiskinan

    j.           Lokasi atau tempat tinggal yang sulit dijangkau

     

    3.      Mengindentifikasi Sebab Perubahan Sosial

    a.      Faktor dari Dalam

    1)        Perubahan Jumlah Penduduk (Demografi)

    Jumlah penduduk yang terus meningkat sehingga mengakibatkan angka ketergantungan semakin meningkat pula, sementara itu, jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan para pencari kerja sehingga muncul masalah masalah dalam masyarakat seperti kemiskinan anak jalanan, dan kekerasan dalam rumah tangga

     

    2)        Pertentangan (Konflik) dan Pemberontakan (Revolusi)

    Pertentangan dan pemberontakan berbitan dengan stabilitas yang ada dalarn suatu negara. Negara yang sering mengalami konflik dan peperangan dapat mengalami masalafi sosial yang bersifat negatif. Pertentangan dan pemberontakan merupakan faktor intern karena terjadi antarsesama anggota kelompok masyarakat, misalnya perang saudara.

     

    3)        Penemuan-penemuan Baru Serta Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

    Penemuan yang benar-benar baru ditebu: d/scovery sedangkan pembaruan penemuan yang telah ada disebut invention.

     

    b.      Faktor dari Luar

    1)     Pengaruh Kebudayaan Luar

    Budaya luar yang masuk dalam masyarakat menandakan adanya kontak dan komunikas/ budaya yang berlangsung melalui berbagai media komunikasi dalam masyarakat,

     

    2)     Peperangan dengan Masyarakat Lain

    Peperangan terjadi antara masyarakat atau negara yang berbeda. Peperangan ditandai dengan aksi kekerasan dan penggunaan senjata tajam.

     

    3)     Pengaruh Perubahan Lingkungan Alam

    Perubahan lingkungan alam dapat memengaruhi perubahan sosial. Misalnya bencana yang disebabkan oleh topan Haiyan di Filipina pada bulan November 2013 mengakibatkan banyak korban jiwa dan bangunan rusak.

     

    C. DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL

    Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif

    1.      Dampak Positif Perubahan Sosial

    a.         Terjadinya reorganisasi

    b.         Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja.

    c.          Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    d.         Meningkatkan integrasi sosial

    e.         Kemajuan di berbagai bidang kehidupan masyarakat.

    f.           Muncul nilai dan norma baru yang sesuai dengan perkembangan zaman

    g.         Terciptanya struktur sosial baru

     

    2.      Dampak Negatif Perubahan Sosial

    a.         Terjadinya kerusakan lingkungan

    b.         Terjadi konflik sosial (baik vertical maupun horizontal)

    c.          Lembaga sosial tidak berfungsi secara optimal

    d.         Muncul krisis di berbagai dimensi kehidupan

    e.         Timbul penurunan kualitas hidup tatanan sosial masyarakat

    f.           Perubahan dapat menimbulkan situasi kekacau di masyarakat (chaos) pada keadaan tersebut masyarakat tidak mempunyai pegangan akan nilai dan norma sehingga terjadi penyimpangan antara yang baik dan buruk dalam masyarakat. Menurut Emile Durkheim, kondisi anomie (tanpa aturan) adalah kondisi dalam masyarakat

    g.         Terjadinya Ketertinggalan Budaya (Cultural Lag)

    Teori cultural lag dikemukakan oleh William F. Ogburn. Cultural lag adalah perbedaan taraf kemajuan antara berbagai bagian dalam suatu kebudayaan. Artinya, cultural lag menjelaskan perbedaan laju perubahan dari dua unsur kebudayaan yang mempunyai korelasi (hubungan) yang tidak sebanding dengan unsur yang satu

    h.       tertinggal dengan unsur lainnya. Sebagai contoh, penggunaan telepon genggam

    i.         sebagai alat komunikasi yang paling efektif untuk berkomunikasi. Akan tetapi,

    j.         terkadang penggunaannya tidak diimbangi dengan kematangan sikap dan perilaku,

    k.       misalnya menggunakan telepon genggam sambil mengendarai mobil atau motor.

    l.         ketika nilai dan norma yang mengatur tidak lagi berlaku.