A. TEORI DAN KLASIFIKASI PERUBAHAN SOSIAL
Hakikat dan
Karakteristik Perubahan Sosial
Kehidupan sosial di
masyarakat bergerak seiring dengan bertambah majunya ilmu pengetahuan dan
teknologi. Salah satunya adalah penggunaan alat komunikasi telepon genggam.
Telepon genggam telah mengubah cara berkomunikasi masyarakat, berinteraksi,
bahkan berbisnis yang didukung oleh tur- tur canggih. Jadi, berdasarkan penjelasan
tersebut dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi
akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda
sehingga
mengubah lembaga
sosial, sistem sosial, struktur, dan kehidupan sosial masyarakat. Beberapa
pendapat ahli sosiologi mengenai perubahan sosial adalah sebagai berikut.
1. Kingsley Davis menyatakan perubahan
sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat. Sebagai contoh,
wanita bisa menjadi ibu rumah tangga atau wanita karier. Contohnya, sistem
kapitalis, organisasi buruh.
2. Samuel Koenig menyatakan
perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam
pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab
intern maupun ekstern. Sebagai contoh, kemajuan teknologi menyebabkan pola
komunikasi masyarakat berubah. Dahulu, surat-menyurat menjadi paling cepat.
Sekarang, komunikasi dalam dilakukan menggunakan media sosial.
3. William F. Ogburn menyatakan
perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan, baik material maupun
nonmaterial. Sebagai contoh, penggunaan kartu debit maupun kredit bank sebagai
pengganti uang tunai untuk melakukan transaksi pembayaran, seperti transjakarta
atau transjogya dan commuter line.
4. John Lewis Gillin dan John
Philip Gillin menyatakan perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara
hidup yang diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan
material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi dan penemuan baru
dalam masyarakat tersebut. Sebagai contoh, toko online mengubah gaya berbelanja
masyarakat, seperti membeli peralatan elektronik maupun kebutuhan sehari-hari
lainnya.
Karakteristik
perubahan sosial, di antaranya sebagai berikut.
1. Tidak ada masyarakat yang
berhenti berkembang karena setiap masyarakat mengalami perubahan secara cepat
maupun lambat.
2. Perubahan yang terjadi pada
lembaga kemasyarakatan tertentu diikuti oleh perubahan pada lembaga-lembaga
sosial lainnya yang merupakan satu mata rantai.
3. Perubahan secara cepat
biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada
dalam proses penyesuaian diri. Disorganisasi atau perpecahan di masyarakat akan
diikuti reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah dan nilai yang baru.
Reorganiasi adalah penataan kembali sebuah organisasi.
4. Perubahan tidak dibatasi
pada bidang kebendaan atau spiritual saja karena kedua bidang tersebut
mempunyai kajian timbal balik yang sangat kuat.
Menurut Selo
Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada Lembaga-lembaga
kemasyarakatan. Perubahan sosial mempengaruhi sistem sosial, termasuk
nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok masyarakat.
Perubahan sosial dapat di pelajari secara ilmih menggunakan teori perubahan
sosial. Adapun teori perubahan sosial sebagai berikut.
1.
Teori Perkembangan
Teori
perkembangan menjelaskan perubahan dapat diarahkan dari suatu titik tujuan tertentu,
seperti perubahan dari masyarakat tradisional ke modern yang lebih kompleks.
Pola perubahan ini digambarkan seperti linear seperti yang terlihat
gambar
berikut.
Gambar
1 Pola perubahan menurut teori perkembangan
Teori
perkembangan dibagi menjadi dua, yaitu teori evolusi dan teori revolusi. Penganut
teori ini, di antaranya sebagai berikut.
1.) Herbert Spencer menyatakan
peralihan masyarakat melalui serangkaian tahap yang berawal dari tahap kelompok
suku yang homogen dan sederhana ke tahap masyarakat modern yang kompleks.
2.) Lewis Henry Morgan
menyatakan perubahan sosial budaya secara evolusi melalui tujuh tahap diawali
dari tahap perbudakan dan diakhiri dengan tahap peradaban.
3.) Auguste Comte menyatakan
perubahan sosial budaya terjadi melalui tiga tahap. Pertama, tahap teologis
(theological stage), yaitu tahap yang diarahkan oleh nilai-nilai dialami
(supernatural). Kedua, tahap metafisik (methafisical stage), yaitu tahap
peralihan di mana kepercayaan terhadap unsur adikodrati digeser oleh prinsip-prinsip
abstrak yang berperan sebagai dasar perkembangan budaya, dan ketiga tahap
positif atau tahap ilmiah (positive or scientific stage) yang menunjukkan
masyarakat diarahkan oleh kenyataan yang didukung oleh prinsip-prinsip ilmu
pengetahuan.
2. Teori Siklus
Teori
ini mengungkapkan perubahan masyarakat terjadi secara berulang-ulang. Pola
perubahan tidak tampak batas-batas antara pola hidup primitif, tradisional, dan
modern. Teori siklus dapat digambarkan seperti spiral yang berputar mengikuti suatu
pola dan arah tertentu. Pola perubahan ini dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar
2 Pola perubahan menurut teori siklus
Para
pendukung teori ini, di antaranya sebagai berikut.
1.) Oswald Spengler menyatakan
setiap peradaban besar melalui proses pentahapan kelahiran, pertumbuhan, dan
kematian.
2.) Pitirim A. Sorokin
menyatakan semua peradaban besar berada dalam siklus tiga kebudayaan yang
berputar tanpa akhir, yaitu kebudayaan ideasional (ideational cultural),
kebudayaan idealistik (idealistic cultural) dan kebudayaan sensasi (sensatero
cultural).
3.) Arnold Toynbee menyatakan
peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan dan
kematian.
3. Teori Gerakan Sosial
Teori
ini timbul karena ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu yang ada di dalam masyarakat
sehingga menimbulkan gerakan sosial, di mana sejumlah orang mengorganisasikan
diri untuk memperjuangkan perubahan. Keterkaitan perubahan sosial dan gerakan
sosial dapat dilihat dari empat komponen berikut menurut David Aberle.
Alternative
movement
Alternative
movement adalah salah satu bentuk gerakan sosial untuk merubah satu perilaku
atau tindakan tertentu oleh individu. Contoh nyata dari alternative movement
ini adalah adanya sosialisasi atau kampanye untuk tidak menggunakan narkotika
dan obat-obatan terlarag, untuk tidak membuat perbuatan seks secara tidak
bertanggung jawab sebagai upaya pengurangan penyebaran penyakit AIDS, dan
lain-lain.
a.
Rodemptive movement
Rodemptive
movement adalah geraka sosial yang cenderung menginginkan perubahan terjadi
secara keseluruhan untuk seorang individu. Contoh dari adanya rodemptive
movement ini biasanya berupa gerakan keagamaan, seperti memberikan pemahaman
pada seseorang untuk merubah pola pikir dan persepektifnya yang mempengaruhi
keseluruhan pola kehidupan individu tersebut.
b. Reformative movement
Gerakan
sosial selanjutnya adalah reformative movemeent. Reformative movement adalah
sebuah gerakan sosial yang diharapkan dapat merubah pandangan masyarakat
mengenai isu-isu tertentu, seperti isu hak-hak homoseksual, atau isu kesetaraan
gender dan isu-isu lainnya yang cenderung bersifat negatif diperspektif
masyarakat. Reformative movement memiliki tujuan terbatas, adanya demo untuk
mengganti pemerintahan yang berkuasa juga termasuk ke dalam reformative
movement.
c.
Transformative movement
Bentuk
gerakan sosial lainnya adalah transformative movement, yaitu gerakan sosial
yang bersifat dan bertujuan untuk mengubah masyarakat secara keseluruhan.
Contoh dari transformative movement ini misalnya adalah pengubahan pola pikir
masyarakat untuk menganut ideologi-ideologi tertentu. Pemaksaan ideologi ini
bisa terjadi secara ekstrim dan bersifat pemaksaan. Transformative movement ini
bersifat lebih kolektif dengan berbagai pihak masyarakat ikut terjun di dalam
gerakan tersebut, bisa berupa dukungan pemerintah, orang-orang berkuasa dan
juga lembaga-lembaga yang dekat dengan masyarakat untuk memberikan pengaruh
kuat untuk beralih ke ideologi tersebut.
4. Teori Modernisasi
Teori ini melihat bahwa perubahan negara-negara belum
berkembang akan mengikuti jalan yang sama dengan negara industri di Barat. Cara
tersebut adalah melalui proses modernisasi sehingga negara belum berkembang
menjadi negara berkembang. Para pendukung teori ini, di antaranya sebagai
berikut.
a.
Davis Lerner menyatakan modernisasi diperlukan dalam
proses perubahan sosial sehingga negara yang kurang berkembang perlu meminjam
dan menerapkan karakteristik dari negara yang sudah maju untuk berubah menjadi
negara berkembang ataupun mencapai tahap sebagai negara maju.
b. Huntington menyatakan
modernisasi mempunyai ciri-ciri, yaitu prosesnya bertahap, homogenisasi,
wujudnya berupa proses eropanisasi, amerikanisasi, ataupun westernisasi,
jalannya selalu bergerak maju, dan tidak pernah mundur, progresif, serta jangka
waktunya panjang.
5. Teori Ketergantungan
Teori ini melihat ada ketergantungan secara ekonomi
negara-negara dunia ketiga terhadap negara-negara industri. Negara dunia ketiga
membutuhkan pinjaman dan investasi dari negara industri. Ketika negara industri
maju, maka negara dunia ketiga semakin terbelakang dalam proses kolonialisme.
6. Teori Sistem Dunia
Teori ini dijelaskan oleh Immanuel Wallerstein yang
mengungkapkan perekonomian kapitalis dunia tersusun atas tiga jenjang, yaitu
negara inti, negara semi periferi, dan negara periferi.
7. Teori Evolusi, menunjukkan
masyarakat mengalami perubahan secara perlahan-lahan sesuai arah tahapannya. Masyarakat
bergerak dalam satu garis linear menuju satu titik tertentu dalam peradaban, mulai tahap
primitif, tradisional sampai modern.
8. Teori Fungsionalis, berpendapat
bahwa setiap bagian dalam masyarakat memiliki fungsi masing-masing sehingga
perubahan pada satu bagian masyarakat akan diikuti perubahan pada bagian yang
lain.
9. Teori Konflik, Lembaga dan
praktik sosial bertahan karena kelompok yang berkuasa memiliki kemampuan untuk
mempertahankan status quo, perubahan memiliki makna penting karena di perlukan
untuk memperbaiki ketidakadilan dan ketimpangan sosial (Schaefer;2012).
Adapun bentuk-bentuk perubahan sosial sebagai
berikut.
1. Perubahan Sosial
Berdasarkan Kecepatan Berlangsungnya
a. Perubahan Lambat
(Evolusi)
Perubahan evolusi berlangsung lambat. Perubahan evolusi dapat memicu
munculnya perubahan- perubahan lain. Contoh perubahan evolusi adalah
perkembangan peradaban manusia.
Perubahan
sosial secara evolusi di bedakan menjadi tiga teori yakni:
1)
Universal Theory Of Evolution, yaitu
perkembangan masyarakat tidaklah perlu rnelalui tahap-tahap tertentu
yang tetap, tetapi mengikuti suatu garis evolusi
2)
Unilinear Theory Of Evolution, artinya
masyarakat
mengalami perkembangan sesuai dengan tahap- tahap
tertentu, dari bentuk yang sederhana, kemudian ke bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang
sempurna,
3)
Multilinear Theory Of Evolution, yakni
menekankan
pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam
evolusi masyarakat.
b. Perubahan Cepat
(Revolusi)
Revolusi merupakan perubahan yang berlangsung cepat dan
mengubah struktur sosial masyarakat. Revolusi dapat terjadi bila memenuhi syarat
berikut:
1)
Adanya momentum yang tepat.
2)
Keinginan umum untuk melakukan
perubahan
3)
Adanya pemimpin yang baik, yang
mengetahui arah dan tujuan dari gerakan revolusi.
2. Perubahan Sosial
Berdasarkan Ukuran Perubahannya
a. Perubahan Kecil
Perubahan kecil hanya memengaruhi beberapa golongan atau
kelompok sosial masyarakat. Perubahan ini tidak menimbulkan pengaruh yang
berarti dalam aspek-aspek lain kehidupan masyarakat, misalnya perubahan gaya
rambut dan model pakaian.
b. Perubahan Besar
Perubahan besar merupakan perubahan yangmemengaruhi
aspek-aspek kehidupan masyarakat secara luas. Selain itu, perubahan besar dapat
dirasakan oleh semua kalangan masyarakat, misalnya peperangan dan krisis
moneter.
3. Perubahan Sosial
Berdasarkan Prosesnya
a. Perubahan Yang
Direncanakan (Planned Change) dan Di Kehendaki
Perubahan yang direncanakan bertujuan melakukan perubahan
ke arah lebih baik. Perubahan ini terjadi karena adanya pertimbangan dan
perencanaan yang matang, Pelaku perubahan ini dinamakan agentof change.
b. Perubahan Yang Tidak
Direncanakan (Uplanned Change) dan Tidak Di Kehendaki
Perubahan jenis ini cenderung
berakibat negatif karena terjadi secara tidak
terduga dan di luar jangkauan manusia, misalnya
bencana alam
4. Perubahan Sosial Berdasarkan
Sifat Perubahanya
a. Perubahan Struktural
(Perubahan Mendasar)
Perubahan struktural terjadi
dalam aspek kehidupan mendasar manusia sehingga timbul
reorganisasi, misalnya perubahan sistem
pemerintahan suatu negara
b. Perubahan Proses
(Tidak Mendasar)
Perubahan proses terjadi pada aspek pelaksanaan sistem.
Perubahan Ini bersifat tidak mendasar dan bertujuan untuk mempeibaiki sistem
sebelumnya.
5. Perubahan Sosial
Berdasarkan Caranya
a. Perubahan dengan Cara
Kekerasan
Perubahan dengan cara kekerasan terjadi
karena kelompok berkuasa yang menindas kelompok kelompok kecil dan
memaksa merek untuk menuruti kelompok yang berkuasa.
b. Perubahan Tanpa
Kekerasan
Perubahan tanpa kekerasan timbul karena hubungan
emosional yang baik antara pihak yang melakukan perubahan dan pihak yang
menerima perubahan, Perubahan Ini dilakukan melalui pendekatan dan cara-cara
yang baik sehingga diterima dalam masyarakat,
6. Perubahan Sosial
Berdasarkan Bentuk/Arahnya
a. Perubahan Progres
Perubahan progress
merupakan perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat. Contoh: teknologi
informasi memudahkan akses berita.
b. Perubahan Regress
Perubahan regress merupakan perubahan yang tidak
menguntungkan atau mengakibatkan kemunduran bagi masyarakat Contoh:
penyalahgunaan Internet untuk plagiarisme.
Faktor pendorong merupakan unsur-unsur dalam masyarakat
yang ditandai adanya usaha untuk berubah dan sikap terbuka. Sementara itu,
faktor penghambat ditandai adanya sikap pasrah dan kondisi yang tidak
bervariasi.
1.
Mengidentifikasi
Faktor Pendorong Perubahan Sosial
a.
Kontak
dengan kebudayaan Juar
b.
Sikap
terbuka terhadap budaya lain
c.
Adanya
keinginan untuk maju
d.
Terdapat
kemajuan dalam sistem pendidikan
e.
Adanya
orientasi pada masa depan
f.
Sistem
lapisan masyarakat yang terbuka
g.
Komposisi
masyarakat yang heterogen
h.
Ketidakpuasan
terhadap bidang kehidupan
tertentu
i.
Sikap
menghargai budaya lain
j.
Sikap
toleransi terhadap perubahan
tertentu
2.
Menidentifikasi
Faktor Penghambat Perubahan Sosial
a.
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi
lambat
b.
Kurang
menjalin hubungan dengan
masyarakat lain
c.
Terdapat
prasangka terhadap budaya
d.
Adat
yang mengikat
e.
Adanya
keyakinan yang tertanam dengan
kuat
(vasted interest)
f.
Adanya
sikap pasrah dalam menghadapi
kehidupan
g.
Perbedaan
ideologi
h.
Sikap
masyarakat yang masih
tradisional
i.
Kemiskinan
j.
Lokasi
atau tempat tinggal yang sulit
dijangkau
3.
Mengindentifikasi
Sebab Perubahan Sosial
a.
Faktor
dari Dalam
1)
Perubahan
Jumlah Penduduk (Demografi)
Jumlah penduduk yang terus meningkat
sehingga mengakibatkan angka ketergantungan semakin meningkat pula, sementara
itu, jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan para pencari kerja
sehingga muncul masalah masalah dalam masyarakat seperti kemiskinan anak
jalanan, dan kekerasan dalam rumah tangga
2)
Pertentangan
(Konflik) dan Pemberontakan (Revolusi)
Pertentangan dan pemberontakan berbitan dengan
stabilitas yang ada dalarn suatu negara. Negara yang sering mengalami konflik
dan peperangan dapat mengalami masalafi sosial yang bersifat negatif.
Pertentangan dan pemberontakan merupakan faktor intern karena terjadi
antarsesama anggota kelompok masyarakat, misalnya perang saudara.
3)
Penemuan-penemuan
Baru Serta Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Penemuan yang benar-benar baru ditebu: d/scovery
sedangkan pembaruan penemuan yang telah ada disebut invention.
b.
Faktor
dari Luar
1)
Pengaruh
Kebudayaan Luar
Budaya luar yang masuk dalam masyarakat menandakan
adanya kontak dan komunikas/ budaya yang berlangsung melalui berbagai media
komunikasi dalam masyarakat,
2)
Peperangan
dengan Masyarakat Lain
Peperangan terjadi
antara masyarakat atau negara yang berbeda. Peperangan ditandai dengan aksi
kekerasan dan penggunaan senjata tajam.
3)
Pengaruh
Perubahan Lingkungan Alam
Perubahan lingkungan alam dapat memengaruhi perubahan
sosial. Misalnya bencana yang disebabkan oleh topan Haiyan di Filipina pada
bulan November 2013 mengakibatkan banyak korban jiwa dan bangunan rusak.
Perubahan sosial
yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif
1.
Dampak
Positif Perubahan Sosial
a.
Terjadinya
reorganisasi
b.
Meningkatkan
efisiensi dan efektifitas kerja.
c.
Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat
d.
Meningkatkan
integrasi sosial
e.
Kemajuan di berbagai
bidang kehidupan masyarakat.
f.
Muncul nilai dan
norma baru yang sesuai dengan perkembangan zaman
g.
Terciptanya struktur
sosial baru
2.
Dampak
Negatif Perubahan Sosial
a.
Terjadinya
kerusakan lingkungan
b.
Terjadi
konflik sosial (baik vertical maupun horizontal)
c.
Lembaga
sosial tidak berfungsi secara optimal
d.
Muncul
krisis di berbagai dimensi kehidupan
e.
Timbul
penurunan kualitas hidup tatanan sosial masyarakat
f.
Perubahan
dapat menimbulkan situasi kekacau di masyarakat (chaos) pada keadaan tersebut
masyarakat tidak mempunyai pegangan akan nilai dan norma sehingga terjadi
penyimpangan antara yang baik dan buruk dalam masyarakat. Menurut Emile
Durkheim, kondisi anomie (tanpa aturan) adalah kondisi dalam masyarakat
g.
Terjadinya
Ketertinggalan Budaya (Cultural Lag)
Teori cultural lag dikemukakan oleh
William F. Ogburn. Cultural lag adalah perbedaan taraf kemajuan antara
berbagai bagian dalam suatu kebudayaan. Artinya, cultural lag menjelaskan perbedaan
laju perubahan dari dua unsur kebudayaan yang mempunyai korelasi (hubungan)
yang tidak sebanding dengan unsur yang satu
h.
tertinggal dengan unsur lainnya. Sebagai
contoh, penggunaan telepon genggam
i.
sebagai alat komunikasi yang paling
efektif untuk berkomunikasi. Akan tetapi,
j.
terkadang penggunaannya tidak diimbangi
dengan kematangan sikap dan perilaku,
k.
misalnya
menggunakan telepon genggam sambil mengendarai mobil atau motor.
l.
ketika
nilai dan norma yang mengatur tidak lagi berlaku.




0 komentar