-->
    BLANTERORBITv102

    MATERI UTBK MOBILITAS SOSIAL

    Senin, 11 Oktober 2021

     


    A. MOBILITAS SOSIAL

    1.       PENGERTIAN MOBILITAS SOSIAL

    Pengertian Mobilitas Sosial

    Beberapa ahli sosiologi mende­ nisikan mobilitas sosial sebagai berikut.

    a.       William Kornblum

    Mobilitas sosial adalah perpindahan individu-individu, keluarga-keluarga, dan kelompok sosialnya dari satu lapisan ke lapisan sosial lainnya.

    b.       Michael S. Basis

    Mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke bawah lingkungan sosial ekonomi yang mengubah status sosial seseorang dalam masyarakat.

    c.        H. Edward Ransford

    Mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke bawah dalam lingkungan sosial secara hierarki.

    d.       Kimball Young dan Raymond W. Mack

    Mobilitas sosial adalah suatu mobilitas dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

    Jadi, dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mobilitas sosial menyangkut tiga hal pokok sebagai berikut.

    1)     Perubahan kelas sosial, baik ke atas maupun ke bawah.

    2)     Dialami oleh manusia sebagai individu maupun berkelompok.

    3)     Terjadi dampak sosial terhadap kelas sosial baru yang diperoleh individu atau kelompok.

    2.       SIFAT MOBILITAS SOSIAL

    Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain dalam masyarakat. Menurut Paul B. Konon, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. Mobilitas juga dapat dikatakan sebagal gerak pindah dari stratasatuke strata lainnya, Dalam mobilitas sosial terdapat tiga hal yaitu terjadi perubahan kelas sosial, dialami oleh individu atau kelompok dan memiliki dampak sosial.

    Mobilitas sosial memiliki beberapa sifat sebagai berikut:

    1)    Mobilitas sosial akan bersifat tinggi apabila masyarakat menganut sistem stratifikasi sosial terbuka

    2)    Mobilitas sosial akan terhambat apabila masyarakat menganut sistem stratifikasi sosial tertutup.

    3)    Semakin tinggi mobilitas sosial dapat meminimalisasi diskriminasi terhadap ras, etnis, jabatan, dan perbedaan gender.

    4)    Mobilitas sosial bersifat rendah karena masyarakat berpedoman pada nilai-nilai kultural daerah.

     

    B. BERBAGAI BENTUK MOBILITAS SOSIAL

    1.     Berdasarkan Ruang Lingkup

    Berdasarkan ruang lingkupnya mobilitas sosial dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

    a.     Mobilitas intragenerasi

    Mobilitas intragenerasi merupakan mobilitas sosial yang dialami oleh seseorang selama hidupnya (masih dalam satu generasi).

    Ilustrasi mobilitas intragenerasi naik



    Ilustrasi mobilitas intra generasi turun


    b.     Mobilitas antargenerasi/ intergenerasi

    Mobilitas antargenerasi/ intergenerasi merupakan mobilitas sosial yang terjadi dalam beberapa generasi (perbedaan status dicapai dari status orang tuanya)

    Ilustrasi mobilitas antargenerasi Naik



    Ilustrasi mobilitas antargenerasi Turun



    2.     Berdasarkan Tipe

    a.     Vertikal

    Mobilitas sosial vertikal merupakan perpindahan status individu dari satu kedudukan sosial menuju kedudukan lain yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, mobilitas sosial vertikal dibedakan menjadi
    berikut.

    1)   Mobilitas sosial vertikal naik (socialclimbing) yaitu masuknya individu dari status rendah menuju status yang lebih tinggi. sosial vertikal ke atas (social climbing) mempunyai dua bentuk yang utama.

    a.       Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, contohnya seorang guru di salah satu. SMA karena memenuhi berbagai persyaratan ia diangkat menjadi kepala sekolah.

    b.       Membentuk kelompok baru

    Terjadi pembentukan kelompok baru yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi daripada kedudukan individu pembentuk kelompok tersebut.

    Contohnya pembentukan dewan pembina dalam struktur organisasi yang dulunya tidak ada dalam struktur kepengurusan.

    2)   Mobilitas sosial vertikal turun (social sinking) yaitu perpindahan status seseorang dari status yang tinggi menuju status lebih rendah. Mobilitas sosial vertikal ke bawah ( social sinking) mempunyai dua bentuk utama.

    a.       Turunnya kedudukan, pada bentuk ini kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah. Contohnya, pengusaha yang mengalami kebangkrutan.

    b.       Turunnya derajat kelompok, pada bentuk ini derajat kelompok individu dan kelompok merupakan satu kesatuan. Contohnya, penurunan derajat kelompok adalah penurunan penghargaan masyarakat terhadap bangsawan karena perubahan sistem pemerintahan dari monarki ke republik.

     

    b.     Horizontal

    Mobilitas sosial horizontal adalah perpindahan status individu dari kelompok sosial satu menuju kelompok sosial lain yang sederajat

    c.     Struktural

    Mobilitas structural terjadi akibat inovasi teknologi, pertumbuhan ekonomi, peperangan, dan kejadian lain yang berpengaruh pada perubahan struktur sosial masyarakat

    d.       Lateral

    Mobilitas lateral adalah perpindahan individua tau kelompok dan tidak mengubah status seseorang secara langsung. Mobilitas lateral di bedakan menjadi 2, yaitu mobilitas permanen dan tidak permanen, mobilitas permanen adalah perpindahan kewilayahan yang bersifat menetap, mobilitas tida permanen adalah perpindahan kewilayah individu yang bersifat tidak tetap atau dalam jangka pendek

    Ilustrasi mobilitas sosial Lateral (geografis )



     

    C. FAKTOR PENDORONG MOBILITAS SOSIAL

    1.      Situasi Politik

    Jika kondisi politik dalam masyarakat stabil dapat memberikan kesempatan luas ke pada anggota masyarakat untuk melakukan mobilitas sosial.

    2.      Keadaan Ekonomi

    Seseorang cenderung melakukan usaha meningkatkan taraf kesejahteraan atau pereko nomian sehingga mendorong terjadinya mobilitas sosial vertikal naik.

    3.      Pertumbuhan Penduduk

    Kepadatan penduduk mendorong terjadinya mobilitas lateral, yaitu perpindahan geografis dari satu tempat menuju tempat lain.

    4.      Struktur Pekerjaan

    Setiap orang cenderung melakukan upaya untuk menduduki struktur yang lebih tinggi mendor o ng  te rjadinya  mobilitas  vertik al  naik.

    5.     Pendidikan

    Pendidikan memengaruhi mobilitas sosial vertikal naik. Lembaga pendidikan berfungsi membekali individu untuk memasuki lapangan pekerjaan.

     

    D. FAKTOR PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL

    1.     Diskriminasi Ras

    Diskriminasi ras adalah Tindakan membeda-bedakan dan membatasi kesempatan seseorang karena perbedaan ciri fisik atau ciri biologis, Contoh diskriominasi ras adalah system apartheid yang membatasi kesempatan orang orang kulit hitam dan lebih membuka kesempatan pada kulit putih untuk menjadi kelompok dominan.

     

    2.     Diskriminasi Kelas

    Diskriminasi kelas muncul berdasarkan perbedaan tingkat ekonomi. Perbedaan kelas sosial dalam masyarakat terbagi menjadi golongan kaya, menengah dan miskin

     

    3.     Diskrimanasi Gender

    Perbedaan gender merupaka Tindakan membatasi peran, hak, kewajiban dan kesempatan yang seharusnya di peroleh laki-laki ataupun perempuan.

     

    4.     Agama

    Agama yang membentuk kasata dapat membatasi mobllitas sosial vertikal. Pembatasan mobllitas sosial ierjadi karena sistem kasta biasanya berdasarkan faktor keturunan. Dengan demiklan, orang akan sulit untuk melakukan mobilitas soslal.

     

    5.     Kemiskinan

    Kemiskinan membatasi mobilitas sosial untuk mencapai prestise  atau kedudukan tertentu karena terbatasnya pendapatan ekonomi pada orang-orang miskin.

    E. DAMPAK MOBILITAS SOSIAL

    Dampak mobilitas sosial dapat di bedakan sebagai berikut :

     

    1.      Dampak Positif  Mobilitas Sosial

    a.          Mempercepat perubahan yang lebih baik.

    b.          Meningkatkan kesejahteraan hidup

    c.          Mendorong seseorang untuk maju

    d.          Meningkatkan kualitas hidup.

     

    2.      Dampak Negatif Mobilitas Sosial

    a.          Menimbulkan kccemasan dan ketegangan bagi orang yang tidak memiliki kcmampuan melakukan mobilitas sosial dan orang yang ingin

    memper­tahankan kedudukannya.

    b.         Muncul keretakan dalam suatu hubungan. Kondisi ini  dapat  terjadi  karena rasa  iri  d an  perubahan  sikap seseorang yang melakukan mobilitas soslal.

    c.          Muncul berbagai konflik