1.
PENGERTIAN MOBILITAS
SOSIAL
Pengertian Mobilitas Sosial
Beberapa ahli sosiologi
mende nisikan mobilitas sosial sebagai berikut.
a. William Kornblum
Mobilitas sosial adalah
perpindahan individu-individu, keluarga-keluarga, dan kelompok sosialnya dari
satu lapisan ke lapisan sosial lainnya.
b. Michael S. Basis
Mobilitas sosial adalah
perpindahan ke atas atau ke bawah lingkungan sosial ekonomi yang mengubah
status sosial seseorang dalam masyarakat.
c.
H. Edward Ransford
Mobilitas sosial adalah
perpindahan ke atas atau ke bawah dalam lingkungan sosial secara hierarki.
d. Kimball Young dan Raymond W.
Mack
Mobilitas sosial adalah
suatu mobilitas dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur
organisasi suatu kelompok sosial.
Jadi, dari uraian di atas,
dapat disimpulkan bahwa mobilitas sosial menyangkut tiga hal pokok sebagai
berikut.
1) Perubahan kelas sosial, baik
ke atas maupun ke bawah.
2) Dialami oleh manusia sebagai
individu maupun berkelompok.
3)
Terjadi dampak sosial
terhadap kelas sosial baru yang diperoleh individu atau kelompok.
2.
SIFAT MOBILITAS SOSIAL
Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial seseorang atau
sekelompok orang dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain dalam
masyarakat. Menurut Paul B. Konon, mobilitas sosial adalah suatu gerak
perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. Mobilitas juga
dapat dikatakan sebagal gerak pindah dari stratasatuke strata lainnya, Dalam
mobilitas sosial terdapat tiga hal yaitu terjadi perubahan kelas sosial,
dialami oleh individu atau kelompok dan memiliki dampak sosial.
Mobilitas sosial memiliki beberapa sifat sebagai berikut:
1)
Mobilitas sosial akan bersifat tinggi apabila masyarakat menganut
sistem stratifikasi sosial terbuka
2)
Mobilitas sosial akan terhambat apabila masyarakat menganut
sistem stratifikasi sosial tertutup.
3)
Semakin tinggi mobilitas sosial dapat meminimalisasi diskriminasi
terhadap ras, etnis, jabatan, dan perbedaan gender.
4)
Mobilitas sosial bersifat rendah karena masyarakat berpedoman
pada nilai-nilai kultural daerah.
1.
Berdasarkan Ruang Lingkup
Berdasarkan ruang lingkupnya mobilitas sosial dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu:
a.
Mobilitas intragenerasi
Mobilitas intragenerasi
merupakan mobilitas sosial yang dialami oleh seseorang selama hidupnya (masih
dalam satu generasi).
Ilustrasi
mobilitas intragenerasi naik
Ilustrasi
mobilitas intra generasi turun
b.
Mobilitas antargenerasi/ intergenerasi
Mobilitas antargenerasi/
intergenerasi merupakan mobilitas sosial yang terjadi dalam beberapa generasi (perbedaan
status dicapai dari status orang tuanya)
Ilustrasi
mobilitas antargenerasi Naik
Ilustrasi
mobilitas antargenerasi Turun
Mobilitas sosial vertikal merupakan perpindahan status individu
dari satu kedudukan sosial menuju kedudukan lain yang tidak sederajat. Sesuai
dengan arahnya, mobilitas sosial vertikal dibedakan menjadi
berikut.
1)
Mobilitas sosial vertikal naik (socialclimbing) yaitu
masuknya individu dari status rendah menuju status yang lebih tinggi. sosial
vertikal ke atas (social climbing) mempunyai dua bentuk yang utama.
a.
Masuk ke dalam
kedudukan yang lebih tinggi, contohnya seorang guru di salah satu. SMA karena
memenuhi berbagai persyaratan ia diangkat menjadi kepala sekolah.
b.
Membentuk
kelompok baru
Terjadi pembentukan kelompok
baru yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi daripada
kedudukan individu pembentuk kelompok tersebut.
Contohnya pembentukan dewan
pembina dalam struktur organisasi yang dulunya tidak ada dalam struktur
kepengurusan.
2)
Mobilitas sosial vertikal turun (social
sinking) yaitu perpindahan status seseorang dari status yang tinggi
menuju status lebih rendah. Mobilitas
sosial vertikal ke bawah ( social sinking) mempunyai dua bentuk utama.
a.
Turunnya kedudukan, pada bentuk ini
kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah. Contohnya,
pengusaha yang mengalami kebangkrutan.
b.
Turunnya derajat kelompok, pada bentuk
ini derajat kelompok individu dan kelompok
merupakan satu kesatuan. Contohnya, penurunan derajat kelompok adalah penurunan penghargaan masyarakat
terhadap bangsawan karena perubahan sistem
pemerintahan dari monarki ke republik.
b.
Horizontal
Mobilitas
sosial horizontal adalah perpindahan status individu dari kelompok sosial satu
menuju kelompok sosial lain yang sederajat
c.
Struktural
Mobilitas
structural terjadi akibat inovasi teknologi, pertumbuhan ekonomi, peperangan,
dan kejadian lain yang berpengaruh pada perubahan struktur sosial masyarakat
d.
Lateral
Mobilitas
lateral adalah perpindahan individua tau kelompok dan tidak mengubah status
seseorang secara langsung. Mobilitas lateral di bedakan menjadi 2, yaitu
mobilitas permanen dan tidak permanen, mobilitas permanen adalah perpindahan
kewilayahan yang bersifat menetap, mobilitas tida permanen adalah perpindahan
kewilayah individu yang bersifat tidak tetap atau dalam jangka pendek
Ilustrasi mobilitas sosial Lateral (geografis )
1. Situasi Politik
Jika
kondisi politik dalam masyarakat stabil dapat memberikan kesempatan luas ke
pada anggota masyarakat untuk melakukan mobilitas sosial.
2. Keadaan Ekonomi
Seseorang cenderung melakukan usaha meningkatkan taraf kesejahteraan atau
pereko nomian sehingga mendorong terjadinya mobilitas sosial vertikal naik.
3. Pertumbuhan Penduduk
Kepadatan penduduk mendorong terjadinya mobilitas lateral, yaitu perpindahan
geografis dari satu tempat menuju tempat lain.
4. Struktur Pekerjaan
Setiap orang cenderung
melakukan upaya untuk menduduki struktur yang lebih tinggi mendor o ng te rjadinya mobilitas vertik
al naik.
5.
Pendidikan
Pendidikan
memengaruhi mobilitas sosial vertikal naik. Lembaga pendidikan berfungsi
membekali individu untuk memasuki lapangan pekerjaan.
1. Diskriminasi Ras
Diskriminasi ras adalah Tindakan membeda-bedakan dan membatasi
kesempatan seseorang karena perbedaan ciri fisik atau ciri biologis, Contoh
diskriominasi ras adalah system apartheid yang membatasi kesempatan orang orang
kulit hitam dan lebih membuka kesempatan pada kulit putih untuk menjadi
kelompok dominan.
2. Diskriminasi Kelas
Diskriminasi
kelas muncul berdasarkan perbedaan tingkat ekonomi. Perbedaan kelas sosial
dalam masyarakat terbagi menjadi golongan kaya, menengah dan miskin
3. Diskrimanasi Gender
Perbedaan
gender merupaka Tindakan membatasi peran, hak, kewajiban dan kesempatan yang
seharusnya di peroleh laki-laki ataupun perempuan.
4. Agama
Agama
yang membentuk kasata dapat membatasi mobllitas
sosial vertikal. Pembatasan
mobllitas sosial ierjadi karena sistem kasta biasanya berdasarkan faktor keturunan. Dengan demiklan, orang akan sulit untuk melakukan mobilitas soslal.
5. Kemiskinan
Kemiskinan membatasi mobilitas sosial untuk mencapai prestise atau kedudukan tertentu karena terbatasnya pendapatan
ekonomi pada orang-orang
miskin.
Dampak mobilitas sosial dapat di bedakan
sebagai berikut :
1. Dampak Positif Mobilitas Sosial
a.
Mempercepat perubahan yang lebih baik.
b.
Meningkatkan kesejahteraan hidup
c.
Mendorong seseorang untuk maju
d.
Meningkatkan kualitas hidup.
2. Dampak Negatif Mobilitas
Sosial
a.
Menimbulkan kccemasan
dan ketegangan bagi orang yang tidak memiliki kcmampuan melakukan mobilitas
sosial dan orang yang ingin
mempertahankan kedudukannya.
b.
Muncul keretakan
dalam suatu hubungan. Kondisi
ini dapat terjadi karena rasa iri
d an
perubahan
sikap
seseorang yang melakukan mobilitas soslal.
c.
Muncul berbagai konflik





0 komentar