-->
    BLANTERORBITv102

    MATERI UTBK- KONFLIK DAN INTEGRASI

    Minggu, 10 Oktober 2021

     

     A. KONFLIK SOSIAL 

    A.   Pengaruh Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial

    Secara umum, diferensiasi dan stratifikasi sosial memberikan pengaruh positif dan negatif pada masyarakat. Pengaruh positifnya, diferensiasi dan stratifikasi sosial dapat mendorong terjadinya integrasi sosial, sedangkan pengaruh negatifnya adalah terjadinya disintegrasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primordialisme, etnosentrisme, politik aliran, dan terjadinya proses konsolidasi.

    A.       Primordialisme

    Salah satu konsekuensi dari adanya diferensiasi sosial adalah terjadinya primordialisme. Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, dan agama. Istilah primordialisme berasal dari kata Bahasa Latin primus yang artinya pertama dan ordiri yang artinya tenunan atau ikatan. Dengan demikian, kata primordial(isme) dapat berarti ikatan-ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial, dengan hal-hal yang dibawanya sejak lahir seperti suku bangsa, ras, klan, asal usul kedaerahan, dan agama.

    B.       Etnosentrisme

    Primordialisme yang berlebihan juga akan menghasilkan sebuah pandangan subjektif yang disebut etnosentrisme atau fanatisme suku bangsa. Etnosentrisme adalah suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya. Karena yang dipakai adalah ukuran-ukuran masyarakatnya, maka orang akan selalu menganggap kebudayaannya memiliki nilai lebih tinggi daripada kebudayaan masyarakat lain.

    C.       Politik Aliran (Sektarian)

    Politik aliran merupakan keadaan di mana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (ormas), baik formal maupun informal. Tali pengikat antara kelompok dan organisasi-organisasi massa ini adalah ideologi atau aliran (sekte) tertentu. Contohnya, partai politik PKB yang dikelilingi oleh ormas-ormas NU.

    D.      Konsolidasi

    Berasal dari kata consolidation yang berarti penguatan atau pengukuhan. Konsolidasi memiliki dua sisi, yaitu sisi ke dalam dan sisi keluar. Konsolidasi dengan sisi kedalam akan memperkuat solidaritas kedalam suatu organisasi atau himpunan. Sebaliknya, konsolidasi dengan sisi keluar dapat menimbulkan sikap antipati dan kecurigaan terhadap organisasi lain.

    B.   PENGERTIAN KONFLIK

    a.        Pengertian Konflik

    Kata konflik berasal dari bahasa Latin configure yang artinya saling memukul. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik didefinisikan sebagai percekcokkan, perselisihan, atau pertentangan. Dengan demikian, secara sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang berseberangan, tidak selaras, dan bertentangan.

    Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

    Konflik lahir dari kenyataan akan adanya perbedaan-perbedaan, misalnya perbedaan ciri badaniah, emosi, kebudayaan, kebutuhan, kepentingan, atau pola-pola perilaku antarindividu atau kelompok dalam masyarakat

    b.   SEBAB TERJADINYA KONFLIK SOSIAL

    Faktor penyebab terjadinya konflik sosial adalah

    a.     Perbedaan antarindividu, berupa perbedaan keyakinan dan pendirian seseorang

    b.    Kebudayaan antarkelompok masyarakat yang ber-beda

    c.     Perbedaan kepentingan antarlndlvldu/kelompok

    d.    Kesenjangan sosial yaitu perbedaan yang menonjol dalam kemampuan meraih kesejahteraan

    Perubahan sosial masyarakat tidak siap menerima perubahan sosial sehingga dapat mengalami konfliksosial

     

    c.    BENTUK-BENTUK KONFLIK

    a.   Berdasarkan posisi pelaku, konflik sosial dibedakan menjadi:

    1)   Konflik vertikal yaitu konflik yang terjadi di antara pihak-pihak yang memiliki kedudukan tidak sejajar atau bersifat hierarkis.

    2)   Konflik horizontal yaitu konflik yang terjadi antarindividu atau kelompok yang memiliki kedudukan sejajar.

    3)   Konflik diagonal, yaitu konflik yang terjadi telah merambah pada seluruh distribusi sumber daya yang ada dalam organisasi.

    b.   Berdasarkan sifatnya, konflik sosial dibedakan menjadi:

    1)   Konflik terbuka, yaitu konflik yang diketahui oleh semua pihak karena dilakukan dalam ruang publik.

    2)   Konflik tertutup, yaitu konflik yang tersembunyi dari masyarakat dan bersifat laten

    c.   Berdasarkan subjeknya, konflik sosial dibedakan menjadi:

    1)   Konflik intrapersonaf, yaitu konflik yang disebabkan oleh faktor dari dalam diri sendiri atau konflik seseorang dengan dirinya sendiri

    2)   Konflik interpersonal yaitu konflik yang terjadi antarpribadi atau antara seseorang dan orang lain karena perbedaan pandanganatau kepentingan.

    3)   Konflik intergroup, yaitu konflik yang terjadi antara satu kelompok dan kelompok lain untuk mengejar tujuan tertentu.

     

    d.   Berdasarkan dampaknya (Purman & Mc Quald), konflik sosial dibedakan menjadi:

    1)   Konflik Konstruktif, yaitu konflik yang cenderung berdampak positif bagi pihak-pihak yang berkonflik atau masyarakat.

    2)   Konflik destruktif, yaitu konflik yang mengarah pada protes penghancuran pihak bin dan cenderung berdampak negatif bagi masyarakat

     

    e.   Menurut Lewb A, Coter, konflik sosial dibedakan menjadi:

    1)   Konflik realistis, berasal dari kekecewaan individu kelompok terhadap sistem dan tuntutan-tuntutan dalarn bubungan sosial Terjadi di dalam kelompok (in-group).

    2)   Konflik nonrealistis, berasal dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan. Terjadi di luar kelompok (out-group).

     

    f.    Menurut Soerjono Soekanto, konflik sosial dibedakan menjadi:

    1)   Konflik pribadi, yaitu konflik yang terjadi di antara orang perorangan karena perbedaan pandangan pribadi atau masalah pribadi.

    2)   Konflik rasial yaitu konflik yang terjadi di antara kelompok ras yang berbeda.

    3)   Konflik politik, yaitu konflik yang terjadi akibat tujuan atau kepentingan politis yang berbeda.

    4)   Konflik antarkelas sosial yaitu konflik yang terjadi akibat perbedaan kepentingan di antara kelas-kelas sosial.

    5)   Konflik yang bersifat internasional yaitu konflik yang melibatkan beberapa negara karena perbedaan kepentingan masing-masing.

     

    d.   AKIBAT TERJADINYA KONFLIK SOSIAL

    a.       Akibat Positif

    1)   Munculnya norma baru

    2)   Meningkatkan solidaritas kelompok

    3)   Meningkatnya kekuatan pribadi dalam menghadapi berbagai situasi konflik.

    4)   Mendorong kesadaran pihak yang berkonflik untuk melakukan kompromi.

     

    b.       Akibat Negatif

    1)   Timbul perpecahan

    2)   Lumpuhnya roda perekonomian

    3)   Meningkatnya keresahan masyarakat

    4)   Terjadi kerusakan sarana dan prasarana umum

    5)   Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban jiwa

    6)   Struktur sosial dalam masyarakat rusak

    e.    KEKERASAN

    Kekerasan

    Kekerasan adalah bentuk lanjutan dari konflik sosial. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kekerasan didefinisikan sebagai perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain.

     

    Dalam kehidupan sehari-hari, kekerasan identik dengan tindakan melukai orang lain dengan sengaja, membunuh, atau memperkosa. Kekerasan seperti itu sering disebut sebagai kekerasan langsung (direct violence). Kekerasan juga menyangkut tindakan-tindakan seperti mengekang, mengurangi atau meniadakan hak seseorang, mengintimidasi, memfitnah, dan menteror orang lain. Jenis kekerasan yang terakhir disebut kekerasan tidak langsung (indirect violence)

     

    Teori-Teori tentang Kekerasan

    Teori Faktor Individual

    Agresivitas perilaku seseorang dapat menyebabkan timbulnya kekerasan. Faktor penyebab perilaku kekerasan adalah faktor pribadi dan faktor sosial. Faktor pribadi meliputi kelainan jiwa, seperti psikopat, psikoneurosis, frustasi kronis, serta pengaruh obat bius. Faktor yang bersifat sosial, antara lain konflik rumah tangga, faktor budaya, dan media massa.

     

    Teori Faktor Kelompok

    Terjadi karena benturan identitas kelompok yang berbeda. Contohnya konflik antarsupoter bola

     

    Teori Dinamika Kelompok

    Kekerasan yang timbul karena adanya deprivasi relative (kehilangan rasa memiliki) yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat. Artinya, perubahan-perubahan sosial yang terjadi demikian cepat dalam sebuah masyarakat dan tidak mampu ditanggapi dengan seimbang oleh sistem sosial dan nilai masyarakatnya.

    f.    PROSES SOSIAL DALAM PENYESALAN KONFLIK

    Konflik yang terjadi dalam masyarakat dapat diselesaikan melalui akomodasi. Akomodasi adalah •upaya menyelesaikan konflik tanpa menghancurkan pihak lain atau lawan. Akomodasi dilakukan dengan berbagai cara sebagal berikut:

    a.     Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang prosesnya dengan paksaan fisik atau psikologis.

    b.    Kompromi (compromise) yaitu pihak pihak yang terlibat dalam konflik saling mengurangi tuntunan sehingga tercapai suatu penyelesaian.

    c.     Arbitrase larbitation yaitu upaya menyelesaikan konflik dengan menghadirkan pihak ketiga yang memiliki berwenangan untuk memutuskan permasalahan antara kedua pihak yang bertikai

    d.    Mediasi (mediation), yaitu akomodasi yang melibatkan pihak ketiga pihak ketiga harus bersifat netral dan tidak mempunyai wewenang mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah.

    e.     Konsultasi (conciliation) yaitu usaha mempertemukan pihak pihak yang bertikai dalam mencapai suatu kesepakatan.

    f.      Toleransi (tolerantion) yaitu suatu bentuk akomodasi yang ditandai dengan kesediaan kedua belah pihak yang berkonflik untuk saling memahami.

    g.     Stalemate, yaitu proses akomodasi yang terjadi karena kdua belak pihak memiliki kekuatan seimbang sehingga pertikaian berhentu dengan sendirinya.

    h.    Ajudikasi (ajudication) yaitu penyelesaian konflik di pengadilan

    i.      Segresi ( segretion) yaitu tiap-tiap pihak memisahkan diri dan saling menghidar untuk mengurangi ketegangan.

    j.      Eliminasi (elimination) yaitu salah satu pihak yang berkonflik memutuskan untuk mengalah atau mengundurkan diri dari konflik.

    k.    Subjugation atau domination yaitu pihak yang mempunyai kekuatan libeh kuat dan dominan meminta pihak yang lebih lemat untuk memenuhi keinginanya.

    l.      Minority consent yaitu kegiatan yang di lakukan Bersama meskipun ada golongan minoritas sehingga mereka tidak merasa dikalahkan

    m.  Keputusan mayoritas (majority rule) yaitu keputusan yang di ambil berdasarkan suara terbanyak atau melakukan voting

    n.    Konversi yaitu penyelesaian konflik dengan cara salah satu pihak bersedia mengalah dan menerima pendirian pihak lain.

    o.    Gencatan senjata (cease fire) yaitu penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu.

     

     

    B. INTEGRASI SOSIAL

    Integrasi sosial merupakan proses penyesuaian antara unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat

    1.   Faktor-Faktor Penentu Integrasi Sosial

    a.     Homogenitas kelompok

    b.    Besar kecilna kelompok

    c.     Mobilitas gegrafis

    d.    Efektivitas komunikasi

     

    2.   Faktor-Faktor Pendorong Integrasi Sosial

    a.   Faktor Internal  berasal dari diri sendiri

    1)   Jiwa dan semangat kerja sama (gotong royong)

    2)   Tuntutan kebutuhan

    3)   Kesadaran sebagai makhluk sosial

     

    b.   Faktor Eksternal -> berasal dari luar diri sendiri

    1)   Sikap toleransi

    2)   Tuntutan perkembangan zaman

    3)   Adanya kesempatan

    4)   Kesamaan budaya

    5)   Kesamaan visi,misi dan tujuan

    6)   Adaanya consensus nilai-nilai dalam masyarakat

    7)   Adanya tantangan

     

    3.   Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial

    a.   Integrasi Koersif

    Integrasi koersif adalah integrasi yang terbentuk karena didasarkan kepada kekuasaan yang dimiliki penguasa

     

    b.   Integrasi Normatif

    Integrasi norrnatif adalah bentuk integrasi yang disebabkan oleh adanya norma-norma yang bedaku di masyarakat.

     

    c.   Integrasi Fungsional

    Integrasi fungsional adalah integrasi yang timbul dari adanya fungsi-fungsi tertentu dalarn masyarakat