-->
    BLANTERORBITv102

    MATERI UTBK- GLOBALISASI DAN MODERNISASI

    Kamis, 14 Oktober 2021

     A. MODERNISASI

    1.   Modernisasi

    Pengertian Modernisasi

    Kata modernisasi disusun dari kata dasar modern berasal dari bahasa Latin Modernus yang dibentuk dari kata modo dan ernus. Modo berarti cara dan ernus menunjuk pada adanya periode waktu masa kini. Modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern. Modernisasi dapat juga berarti perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang maju. Jadi, modernisasi merupakan suatu proses perubahan sosial di mana masyarakat sedang memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan ciri-ciri atau karakteristik yang dimiliki masyarakat modern. Modernisasi tidak sama dengan westernisasi, ataupun sekularisasi. Secara garis besar persamaan dan perbedaan ketiga konsep tersebut sebagai berikut.


    Modernisasi merupakan proses perubahan sosial total dalam semua bidang kehidupan mencakup teknologi, ekonomi, sosial politik, maupun budaya dengan perencanaan dan pengorganisasian yang mengarah pada kemajuan.

    Berikut ini beberapa pendapat para sosiolog tentang pengertian modernisasi.

    a.       Menurut Koentjaraningrat, modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan keadaan dunia sekarang.

    b.       Menurut Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan (social planning).

    Menurut Alex Inkeles, ciri-ciri manusia modern antara lain:

    a.          Menerima hal baru dan terbuka terhadap perubahan,

    b.         Berani menyatakan pendapat serta dapat bersikap
    demokratis,

    c.          Menghargai waktu dan lebih berorientasi ke masa
    depan.

    d.         Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.

    e.          Percaya Diri

    f.           Perhitungan

    g.          Menghargai harkat hidup orang lain,

    h.         Percaya pada IPTEK,

    i.           Menjunjung sikap di mana imbalan yang diterima
    harus sesuai dengan prestasinya di masyarakat.

     

    Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, syarat-syarat yang diperlukan untuk mewujudkan modernisasi antara lain:

    a.          Cara berpikir ilmiah yang sudah melembaga dan tertanam kuat di kalangan pemerintah maupun ma- syarakat luas.

    b.         Sistem administrasi negara yang baik dan benar- benar mewujudkan birokrasi,

    c.          Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan berpusat pada suatu lembaga tertentu,

    d.         Penciptaan ikiim yang menyenangkan bagi media massa,

    e.          Tingkat organisasi yang tinggi terutama disiplin diri.

    f.           Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial yang tidak mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan.

    2.     Bentuk Perubahan dalam Masyarakat Modern

    Bentuk perubahan dalam pengertian modernisasi adalah perubahan yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu perencanaan. Adapun objek perubahan tersebut adalah seluruh aspek yang terkait dengan manusia. Aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut.

    a.        Aspek sosio demogra­ , yaitu proses perubahan unsur-unsur sosial, ekonomi, dan psikologi masyarakat, seperti pola perilaku dan peningkatan pendapatan.

    b.       Aspek struktur organisasi sosial, yaitu perubahan unsur-unsur dan norma-norma kemasyarakatan yang terwujud bila manusia mengadakan hubungan dengan sesamanya di dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun gejala modernisasi ditandai dengan majunya pendidikan, teknologi, dan perekonomian, serta pesatnya urbanisasi.

    3.      Karakteristik Modernisasi

    Menurut Peter Berger (Usman, 2004) modernisasi mempunyai karakteristik berikut.

    a.        Modernitas telah merusak ikatan solidaritas sosial yang melekat dalam kehidupan masyarakat tradisional. Hidup sepenanggungan dan kebersamaan semakin menipis, diganti dengan persaingan untuk memenuhi kebutuhan hidup

    b.       Terjadi ekspansi pilihan personal (personal choice). Modernisasi telah mengubah masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang individualis. Dalam hal ini manusia mempunyai kebebasan memilih sesuai yang dikehendaki

    c.        Terjadi peningkatan keragaman keyakinan. Modernisasi telah membuka peluang terjadinya rekonstruksi nilai dan norma

    d.       Terjadi orientasi ke depan dan kesadaran atas waktu. Dalam hal ini modernisasi telah menggeser masyarakat tradisional yang semula ditandai orientasi kini dan di sini (a posteriori) menjadi orientasi ke depan (a priori)

    4.      Syarat-Syarat Modernisasi

    Menurut Soerjono Soekanto, syarat-syarat modernisasi sebagai berikut.

    a.        Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas

    b.       Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi

    c.        Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu seperti biro pusat statistik

    d.       Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable) terhadap modernisasi terutama media massa

    e.        Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri

    f.         Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial (social planning) yang tidak mementingkan kepentingan pribadi atau golongan

    5.     Sikap Mental Manusia Modern

    Sikap mental yang dapat menjadi pendorong proses modernisasi antara lain adalah rajin, tepat waktu, berani mengambil risiko, disiplin, kompetitif, adil, jujur, toleran, dan peduli lingkungan.

    6.     Gejala-Gejala Modernisasi

    Gejala-gejala modernisasi dapat ditinjau dari berbagai bidang modernisasi kehidupan manusia sebagai berikut

    a.        Bidang budaya, ditandai dengan semakin terdesaknya budaya tradisional oleh masuknya pengaruh budaya dari luar, sehingga budaya asli semakin pudar

    b.       Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya negara yang lepas dari penjajahan, munculnya negara-negara yang baru merdeka, tumbuhnya negara-negara demokratis, lahirnya lembaga-lembaga politik, dan semakin diakuinya hak-hak asasi manusia

    c.        Bidang ekonomi, ditandai dengan semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan barang-barang dan jasa sehingga sektor industri dibangun secara besar-besaran untuk memproduksi barang

    d.       Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya kelompok baru dalam masyarakat, seperti kelompok buruh, kaum intelektual, kelompok manajer, dan kelompok ekonomi kelas (kelas menengah dan kelas atas)

     

     

    B. GLOBALISASI

    1)    PENGERTIAN GLOBALISASI

    Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Globalisasi adalah peningkaan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia. Menurut Cohchrane dan Pain. Globalisasi merupakan sistem ekonomi dan budaya global yang membuat manusia di dunia menjadi sebuah masyarakat tunggal yang global

    Globalisasi di tunjukan oleh karakteristik sebagai berikut :

    a.          Perubahan konsep ruang dan waktu

    b.   Pasar dan produksi ekonomi saling bergantung peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media masa.

    c.          Meningkatnya masalah Bersama seperti masalah ekonomi, Kesehatan maupun lingkungan

    Globalisasi mencakup berbagai bidang kehidupan masyarakat antara lain:

    a.          Globalisasi dalam bidang ekonomidi tandai dengan adamya perdangan internasional tanpa adalnya hambatan batas-batas negara (ekspor -import) dan kerja sama ekonomi antarnegara seperti MEA

    b.         Globalisasi di bidang kebudayaan terkait dengan penyebarluasan suatu perilaku atau nilai-nilai dari negara lain karena adanya pengaruh media massa.

    c.          Globalisasi di bidang politik terkait dengan kebijakan suatu negara yang secara tidak langsung bisa memengaruhi suatu kebijakan di tingkat regional atapun tingkat dunia

    d.         Globalisasi di bidang informasi dan komunikasi di tunjukan dengan adanya kemajuan yang memudahkan manusia untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi di berbagai penjuru dunia.

     

    Terjadinya globalisasi dapat menimbulkan lunturnya eksistensi jati diri bangsa karena pengaruh berbagai paharn yang bertentangan dengan ideologi bangsa, antara lain:

    a.          Westernisasi, yaitu gaya hidup yang roengimrtasi budaya barat karena anggapan babv/a budaya Barat sebagai budaya modem,

    b.         Sekulerisme yaitu memisahkan antara kehidupan dunia dengan agama, sehingga cenderung mengejar kehidupan dunia,

    c.          Hedonism yaitu mengejar kesenangan sebagai tujuan hidup.

    2)    Teori-Teori Globalisasi

    Ada berbagai teori globalisasi yang dikemukakan para ahli, di antaranya sebagai berikut.

    1.)    Teori Globalisasi oleh George Ritzer

    George Ritzer membuat dua asumsi mengenai globalisasi, yaitu sebagai berikut. ‘

    a.       Perkembangan awal komunikasi global berkembang melalui beragam media. Dalam hal ini yang utama adalah televisi dan internet.

    b.       Terbentuknya kesadaran global sebagai hasil akhir globalisasi.

    Teori Globalisasi George Ritzer secara umum mengasumsikan globalisasi dengan komunikasi dan kesadaran global.

    2.)    Teori Tiga Posisi Teoretis oleh Cochrane dan Pain

    Cochrane dan Pain menyatakan tiga posisi teoretis yang berkaitan dengan globalisasi, yaitu sebagai berikut.

    a.       Para globalis percaya globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi konkret terhadap berjalannya orang ataupun lembaga di seluruh dunia.

    b.       Para tradisionalis percaya globalisasi hanyalah sebuah mitos dan jika pun benar adanya, fenomena tersebut hanya dibesar-besarkan saja.

    c.        Para transformalis percaya globalisasi adalah seperangkat hubungan yang saling berkaitan melalui sebuah kekuatan yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung.

    3.)    Teori Neoliberalisme oleh Thomas Friedman

    Teori neoliberalisme memandang globalisasi sebagai proses liberalisasi di mana setiap negara berpeluang untuk memperoleh keuntungan jika mampu bersaing di pasar global. Thomas Friedman membuat konsep mengenai “Jaket Ikat Emas (Golden Straightjacket)”. Konsep ini menyatakan globalisasi menawarkan kemakmuran bagi negara-negara yang memenuhi persyaratan.

    Teori Neoliberalisme Thomas Friedman secara umum melihat Jaket Emasnya bertujuan mendapat keuntungan di pasar global.

    4.)    Teori Budaya Dunia (World Culture Theory) oleh Roland Robertson

    Menurut Roland Robertson, saat ini tengah terjadi kompresi dunia atau penguatan kesadaran dunia secara keseluruhan. Pemikirannya termasuk dalam teori budaya dunia (world culture theory). Menurutnya, dalam pikiran dan tindakan, globalisasi membuat dunia menjadi suatu tempat yang tunggal.

    5.)    Teori Isomorphism oleh Thomas Meyer

    Thomas Meyer memandang bahwa masyarakat di berbagai negara di dunia menjadi makin mirip satu sama lain dalam hal pemerintahan dan kebijakan. Sebagai contohnegara-negara yang agraris tidak membuat sistem pendidikan yang berbeda, tetapi mengadopsi sistem dari negara-negara Barat. Selain itu, mengadopsi sistem hukum yang mirip, kebijakan kependudukan dan kesehatan, dan aturan lingkungan hidup. Teori Meyer termasuk dalam teori pemerintahan dunia (world polity system). Teori Isomorphism Thomas Meyer kita istilahkan mirror world artinya setiap negara sama bentuknya dalam hal globalisasi.

    6.)    Teori Kapitalisme Global oleh William Robinson

    William Robinson adalah pengusung teori kapitalisme global (global capitalism). Menurutnya, perubahan besar telah terjadi, yakni dari ekonomi dunia menjadi ekonomi global. Awalnya, setiap negara mengembangkan ekonomi nasional yang terhubung dengan negara lain melalui perdagangan dan keuangan dalam sebuah pasar internasional yang terintegrasi. Selanjutnya, muncul tahap transnasional kapitalisme dunia. Pada tahap ini, terjadi globalisasi tahap produksi, yakni produksi-produksi nasional menjadi produksi global. Hal itu menyebabkan hadirnya kelas kapitalis dan negara transnasional baru yang disebut Transnational Capitalist Class (TCC).