A.
1. Modernisasi
Pengertian
Modernisasi
Kata
modernisasi disusun dari kata dasar modern berasal dari bahasa Latin Modernus
yang dibentuk dari kata modo dan ernus. Modo berarti cara dan ernus menunjuk
pada adanya periode waktu masa kini. Modernisasi berarti proses menuju masa
kini atau proses menuju masyarakat modern. Modernisasi dapat juga berarti
perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang maju. Jadi,
modernisasi merupakan suatu proses perubahan sosial di mana masyarakat sedang
memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan ciri-ciri atau karakteristik yang
dimiliki masyarakat modern. Modernisasi tidak sama dengan westernisasi, ataupun
sekularisasi. Secara garis besar persamaan dan perbedaan ketiga konsep
tersebut sebagai berikut.
Modernisasi merupakan proses perubahan sosial total
dalam semua bidang kehidupan mencakup teknologi, ekonomi, sosial politik,
maupun budaya dengan perencanaan dan pengorganisasian yang mengarah pada
kemajuan.
Berikut ini beberapa
pendapat para sosiolog tentang pengertian modernisasi.
a.
Menurut
Koentjaraningrat, modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan
keadaan dunia sekarang.
b.
Menurut Soerjono
Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya
terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan (social planning).
Menurut Alex Inkeles, ciri-ciri manusia modern antara
lain:
a.
Menerima
hal baru dan terbuka
terhadap perubahan,
b.
Berani
menyatakan pendapat serta dapat
bersikap
demokratis,
c.
Menghargai
waktu dan lebih berorientasi ke
masa
depan.
d.
Memiliki
perencanaan dan pengorganisasian.
e.
Percaya
Diri
f.
Perhitungan
g.
Menghargai
harkat hidup orang lain,
h.
Percaya
pada IPTEK,
i.
Menjunjung
sikap di mana imbalan yang
diterima
harus sesuai dengan prestasinya di masyarakat.
Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, syarat-syarat yang diperlukan
untuk mewujudkan modernisasi antara lain:
a.
Cara berpikir ilmiah yang sudah melembaga dan tertanam kuat di kalangan
pemerintah maupun ma- syarakat luas.
b.
Sistem administrasi
negara yang baik dan benar- benar mewujudkan birokrasi,
c.
Sistem pengumpulan
data yang baik, teratur, dan berpusat pada suatu lembaga
tertentu,
d.
Penciptaan ikiim yang
menyenangkan bagi media massa,
e.
Tingkat organisasi yang tinggi terutama disiplin diri.
f.
Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial yang
tidak mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan.
2. Bentuk Perubahan
dalam Masyarakat Modern
Bentuk perubahan dalam pengertian modernisasi adalah
perubahan yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu
perencanaan. Adapun objek perubahan tersebut adalah seluruh aspek yang terkait
dengan manusia. Aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut.
a.
Aspek sosio demogra , yaitu proses perubahan
unsur-unsur sosial, ekonomi, dan psikologi masyarakat, seperti pola perilaku
dan peningkatan pendapatan.
b.
Aspek struktur organisasi sosial, yaitu perubahan
unsur-unsur dan norma-norma kemasyarakatan yang terwujud bila manusia
mengadakan hubungan dengan sesamanya di dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun
gejala modernisasi ditandai dengan majunya pendidikan, teknologi, dan
perekonomian, serta pesatnya urbanisasi.
3. Karakteristik Modernisasi
Menurut Peter Berger (Usman, 2004) modernisasi mempunyai
karakteristik berikut.
a.
Modernitas telah merusak ikatan solidaritas sosial yang
melekat dalam kehidupan masyarakat tradisional. Hidup sepenanggungan dan
kebersamaan semakin menipis, diganti dengan persaingan untuk memenuhi
kebutuhan hidup
b.
Terjadi ekspansi pilihan personal (personal choice).
Modernisasi telah mengubah masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang
individualis. Dalam hal ini manusia mempunyai kebebasan memilih sesuai yang
dikehendaki
c.
Terjadi peningkatan keragaman keyakinan. Modernisasi
telah membuka peluang terjadinya rekonstruksi nilai dan norma
d.
Terjadi orientasi ke depan dan kesadaran atas waktu.
Dalam hal ini modernisasi telah menggeser masyarakat tradisional yang semula
ditandai orientasi kini dan di sini (a posteriori) menjadi orientasi ke depan
(a priori)
4. Syarat-Syarat Modernisasi
Menurut Soerjono Soekanto, syarat-syarat modernisasi
sebagai berikut.
a.
Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah
melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas
b.
Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar
mewujudkan birokrasi
c.
Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat
pada suatu lembaga atau badan tertentu seperti biro pusat statistik
d.
Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable) terhadap
modernisasi terutama media massa
e.
Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri
f.
Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial (social
planning) yang tidak mementingkan kepentingan pribadi atau golongan
5. Sikap Mental Manusia Modern
Sikap mental yang dapat menjadi pendorong proses
modernisasi antara lain adalah rajin, tepat waktu, berani mengambil risiko,
disiplin, kompetitif, adil, jujur, toleran, dan peduli lingkungan.
6. Gejala-Gejala Modernisasi
Gejala-gejala modernisasi dapat ditinjau dari berbagai
bidang modernisasi kehidupan manusia sebagai berikut
a.
Bidang budaya, ditandai dengan semakin terdesaknya
budaya tradisional oleh masuknya pengaruh budaya dari luar, sehingga budaya
asli semakin pudar
b.
Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya negara
yang lepas dari penjajahan, munculnya negara-negara yang baru merdeka,
tumbuhnya negara-negara demokratis, lahirnya lembaga-lembaga politik, dan
semakin diakuinya hak-hak asasi manusia
c.
Bidang ekonomi, ditandai dengan semakin kompleksnya
kebutuhan manusia akan barang-barang dan jasa sehingga sektor industri
dibangun secara besar-besaran untuk memproduksi barang
d.
Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya
kelompok baru dalam masyarakat, seperti kelompok buruh, kaum intelektual,
kelompok manajer, dan kelompok ekonomi kelas (kelas menengah dan kelas atas)
1) PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi
adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan
antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi,
perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Globalisasi
adalah peningkaan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia.
Menurut Cohchrane dan Pain. Globalisasi merupakan sistem ekonomi dan budaya
global yang membuat manusia di dunia menjadi sebuah masyarakat tunggal yang
global
Globalisasi di tunjukan oleh
karakteristik sebagai berikut :
a.
Perubahan konsep ruang dan waktu
b. Pasar dan produksi ekonomi saling
bergantung peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media masa.
c.
Meningkatnya masalah Bersama seperti
masalah ekonomi, Kesehatan maupun lingkungan
Globalisasi
mencakup berbagai bidang kehidupan masyarakat antara lain:
a.
Globalisasi dalam bidang ekonomidi
tandai dengan adamya perdangan internasional tanpa adalnya hambatan
batas-batas negara (ekspor -import) dan kerja sama ekonomi antarnegara seperti
MEA
b.
Globalisasi di bidang kebudayaan terkait
dengan penyebarluasan suatu perilaku atau nilai-nilai dari negara lain karena
adanya pengaruh media massa.
c.
Globalisasi di bidang politik terkait
dengan kebijakan suatu negara yang secara tidak langsung bisa memengaruhi
suatu kebijakan di tingkat regional atapun tingkat dunia
d.
Globalisasi di bidang informasi dan
komunikasi di tunjukan dengan adanya kemajuan yang memudahkan manusia untuk
saling berkomunikasi dan bertukar informasi di berbagai penjuru dunia.
Terjadinya globalisasi dapat menimbulkan lunturnya
eksistensi jati diri bangsa karena pengaruh berbagai paharn yang bertentangan
dengan ideologi bangsa, antara lain:
a.
Westernisasi,
yaitu gaya hidup yang
roengimrtasi budaya barat karena anggapan babv/a budaya Barat sebagai budaya
modem,
b.
Sekulerisme
yaitu memisahkan antara
kehidupan dunia dengan agama, sehingga cenderung mengejar kehidupan dunia,
c.
Hedonism
yaitu mengejar kesenangan
sebagai tujuan hidup.
2) Teori-Teori Globalisasi
Ada
berbagai teori globalisasi yang dikemukakan para ahli, di antaranya sebagai
berikut.
1.) Teori Globalisasi oleh
George Ritzer
George Ritzer membuat dua
asumsi mengenai globalisasi, yaitu sebagai berikut. ‘
a.
Perkembangan
awal komunikasi global berkembang melalui beragam media. Dalam hal ini yang
utama adalah televisi dan internet.
b.
Terbentuknya
kesadaran global sebagai hasil akhir globalisasi.
Teori Globalisasi George
Ritzer secara umum mengasumsikan globalisasi dengan komunikasi dan kesadaran
global.
2.) Teori Tiga Posisi Teoretis
oleh Cochrane dan Pain
Cochrane dan Pain menyatakan
tiga posisi teoretis yang berkaitan dengan globalisasi, yaitu sebagai berikut.
a.
Para
globalis percaya globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi
konkret terhadap berjalannya orang ataupun lembaga di seluruh dunia.
b.
Para
tradisionalis percaya globalisasi hanyalah sebuah mitos dan jika pun benar
adanya, fenomena tersebut hanya dibesar-besarkan saja.
c.
Para
transformalis percaya globalisasi adalah seperangkat hubungan yang saling
berkaitan melalui sebuah kekuatan yang sebagian besar tidak terjadi secara
langsung.
3.) Teori Neoliberalisme oleh
Thomas Friedman
Teori neoliberalisme
memandang globalisasi sebagai proses liberalisasi di mana setiap negara
berpeluang untuk memperoleh keuntungan jika mampu bersaing di pasar global.
Thomas Friedman membuat konsep mengenai “Jaket Ikat Emas (Golden
Straightjacket)”. Konsep ini menyatakan globalisasi menawarkan kemakmuran bagi
negara-negara yang memenuhi persyaratan.
Teori Neoliberalisme
Thomas Friedman secara umum melihat Jaket Emasnya bertujuan mendapat
keuntungan di pasar global.
4.) Teori Budaya Dunia (World
Culture Theory) oleh Roland Robertson
Menurut Roland Robertson,
saat ini tengah terjadi kompresi dunia atau penguatan kesadaran dunia secara
keseluruhan. Pemikirannya termasuk dalam teori budaya dunia (world culture
theory). Menurutnya, dalam pikiran dan tindakan, globalisasi membuat dunia
menjadi suatu tempat yang tunggal.
5.) Teori Isomorphism oleh
Thomas Meyer
Thomas Meyer memandang
bahwa masyarakat di berbagai negara di dunia menjadi makin mirip satu sama
lain dalam hal pemerintahan dan kebijakan. Sebagai contohnegara-negara yang
agraris tidak membuat sistem pendidikan yang berbeda, tetapi mengadopsi sistem
dari negara-negara Barat. Selain itu, mengadopsi sistem hukum yang mirip,
kebijakan kependudukan dan kesehatan, dan aturan lingkungan hidup. Teori Meyer
termasuk dalam teori pemerintahan dunia (world polity system). Teori
Isomorphism Thomas Meyer kita istilahkan mirror world artinya setiap negara
sama bentuknya dalam hal globalisasi.
6.) Teori Kapitalisme Global
oleh William Robinson


0 komentar