-->
    BLANTERORBITv102

    RITUAL PROTES GAYA JAWA-YOGYA:SEBUAH ANALISIS ANTROPOLOGI STRUKTURAL

    Rabu, 29 September 2021


    RITUAL PROTES GAYA JAWA-YOGYA:SEBUAH ANALISIS ANTROPOLOGI STRUKTURAL

    Mengenai Struktur, Lévi-Strauss Mengatakan Bahwa Struktur Merupakan Sistem Relasi-Relasi (System Of Relations) Yang Saling Mempengaruhi. Dalam Hal Ini, Terbagi Menjadi Struktur Luar (Surface Structure) Dan Struktur Dalam (Deep Structure). Sedangkan Transformasi Adalah Sebuah Perubahan Pada Tataran Permukaan, Bukan Pada Tataran Yang Lebih Dalam. Pada Dasarnya, Kebudayaan Adalah Rangkaian Transformasi Dari Struktur-Struktur Tertentu Yang Ada Di Baliknya, Saat Kita Benturkan Dengan Ritual Protes Gaya Jawa-Yogya:Sebuah Analisis Antropologi Struktural Dengan Demikian, Pertanyaan Yang Dikemukakan Ketika Menghadapai Fenomena Budaya Adalah: Apakah Fenomena Tersebut memilik struktur? Seperti Apa Strukturnya? Bagaimana Transformasi Strukturalnya? Dalam Strukturalisme, Ada Penilaian Bahwa Aktivitas Sosial Dan Hasilnya, Secara Formal Semuanya Dapat Dikatakan Sebagai Bahasa, Atau Lebih Tepatnya Merupakan Perangkat Tanda Dan Simbol Yang Menyampaikan Pesan-Pesan Tertentu. Oleh Karena Itu, Terdapat Ketertataan (Order) Dan Keterulangan (Regularities) Pada Berbagai Fenomena Tersebut. Relasi-Relasi yang terdapat  dalam Struktur Dapat Disederhanakan Menjadi Oposisi Berpasangan (Binary Opposition), Baik Yang Ekslusif Maupun Tidak Eksklusif.

    Melihat Adanya Persamaan Antara Bahasa Dan Ritual , Yaitu Keduanya Merupakan Media Komunikasi Untuk Menyampaikan Pesan-Pesan. Pesan-Pesan Dalam Ritual  Diketahui Lewat Proses Penceritaannya, Seperti Pesan-Pesan Bahasa Yang Diketahui Dari Pengucapannya; Bisa Dilihat Dari Bagaiamana Proses Dari Adanya Proses Ritual Yang Merupakan Bentuk Penyampaian Komunuikasi Atau Penyampaian Pesan Akan Ketidak Puasan Masyarakat Terhada Presiden Soeharoto. Dalam Kalimat-Kalimat Atau Kata-Kata Yang Menunjukkan Relasi Tertentu Atau Mempunyai Makna Tertentu. Adanya Pola-Pola, Kejadian-Kejadian Atau Relasi-Relasi Tertentu Yang Berulang Kali, Sebagaimana Pengulangan Theme (Tema) Yang Bervariasi Dan Dengan Cara Yang Berbeda-Bedakomunikasi Yang Menilai Bahwa Dalam Keseluruhan Ritual Terdapat Pesan Yang Disampaikan Serta Dalam Ritual Tersebuat Terdapat Arus Relasi Diantara Unsur-Unsur Didalam Ritual Tersebut.

    Lebih Lanjut Lagi Dalam Ritual Protes Gaya Jawa-Yogya  Kedua Ritual Tersebut Tidak Terlepas Dari Fenomena Yang Ada Diluar Yang Membentuk Suatu Relasi .Fenomena Dari Luar Adalah Fenomena Akan Keberadaan Presiden Soeharto Yang Diprotes Agar Segera Menanggalkan Jabatan Sebagai Presiden Indonesia . Bagaiaman Penjelasan Di Awal Paragaraf Bahwa Relasi-Relasi Yang Ada Pada Struktur Dapat Disederhanakan Menjadi Oposisi Berpasangan (Binary Opposition), Baik Yang Ekslusif Maupun Tidak Eksklusif. Dalam Hal Ini Struktur Relasi Antara Presiden Soeharto – Siltan Yogya – Dan Rakyat Yogya Yang Pertama Adanya Relasi Oposisi Antara Soeharto Dan Sultan Dan Juga Rakyat Jogya Merupakan Lrelasi Oposisi Sedang Hubungan Antara Rakyat Jogya Dan Sultan Merupakan  Relasi Alienasi Hal Ini Juga Sejalan Pada Ritual Protes Yang Berada Di UGM Yang Dilakukan Oleh Rektor Dan Mahasiswa.

                Pada Dasarnya Keduanya Mempunyai Kesamaan Dalam Struktur .Bahwa Didalamnya Terdapat Komunikasi Komunikasi Dan Makna Makna Yang Hendak Disampakan Pada Satu Kiblat Yang Sama.