RITUAL
PROTES GAYA JAWA-YOGYA:SEBUAH ANALISIS ANTROPOLOGI STRUKTURAL
Mengenai
Struktur, Lévi-Strauss Mengatakan Bahwa Struktur Merupakan Sistem Relasi-Relasi
(System Of Relations) Yang Saling Mempengaruhi. Dalam Hal Ini, Terbagi Menjadi
Struktur Luar (Surface Structure) Dan Struktur Dalam (Deep Structure).
Sedangkan Transformasi Adalah Sebuah Perubahan Pada Tataran Permukaan, Bukan
Pada Tataran Yang Lebih Dalam. Pada Dasarnya, Kebudayaan Adalah Rangkaian
Transformasi Dari Struktur-Struktur Tertentu Yang Ada Di Baliknya, Saat Kita
Benturkan Dengan Ritual Protes Gaya Jawa-Yogya:Sebuah Analisis Antropologi
Struktural Dengan Demikian, Pertanyaan Yang Dikemukakan Ketika Menghadapai
Fenomena Budaya Adalah: Apakah Fenomena Tersebut memilik struktur? Seperti Apa
Strukturnya? Bagaimana Transformasi Strukturalnya? Dalam Strukturalisme, Ada Penilaian
Bahwa Aktivitas Sosial Dan Hasilnya, Secara Formal Semuanya Dapat Dikatakan
Sebagai Bahasa, Atau Lebih Tepatnya Merupakan Perangkat Tanda Dan Simbol Yang
Menyampaikan Pesan-Pesan Tertentu. Oleh Karena Itu, Terdapat Ketertataan
(Order) Dan Keterulangan (Regularities) Pada Berbagai Fenomena Tersebut.
Relasi-Relasi yang terdapat dalam Struktur Dapat
Disederhanakan Menjadi Oposisi Berpasangan (Binary Opposition), Baik Yang
Ekslusif Maupun Tidak Eksklusif.
Melihat
Adanya Persamaan Antara Bahasa Dan Ritual , Yaitu Keduanya Merupakan Media
Komunikasi Untuk Menyampaikan Pesan-Pesan. Pesan-Pesan Dalam Ritual Diketahui Lewat Proses Penceritaannya,
Seperti Pesan-Pesan Bahasa Yang Diketahui Dari Pengucapannya; Bisa Dilihat Dari
Bagaiamana Proses Dari Adanya Proses Ritual Yang Merupakan Bentuk Penyampaian
Komunuikasi Atau Penyampaian Pesan Akan Ketidak Puasan Masyarakat Terhada
Presiden Soeharoto. Dalam Kalimat-Kalimat Atau Kata-Kata Yang Menunjukkan
Relasi Tertentu Atau Mempunyai Makna Tertentu. Adanya Pola-Pola, Kejadian-Kejadian
Atau Relasi-Relasi Tertentu Yang Berulang Kali, Sebagaimana Pengulangan Theme
(Tema) Yang Bervariasi Dan Dengan Cara Yang Berbeda-Bedakomunikasi Yang Menilai
Bahwa Dalam Keseluruhan Ritual Terdapat Pesan Yang Disampaikan Serta Dalam Ritual
Tersebuat Terdapat Arus Relasi Diantara Unsur-Unsur Didalam Ritual Tersebut.
Lebih
Lanjut Lagi Dalam Ritual Protes Gaya Jawa-Yogya
Kedua Ritual Tersebut Tidak Terlepas Dari Fenomena Yang Ada Diluar Yang
Membentuk Suatu Relasi .Fenomena Dari Luar Adalah Fenomena Akan Keberadaan
Presiden Soeharto Yang Diprotes Agar Segera Menanggalkan Jabatan Sebagai
Presiden Indonesia . Bagaiaman Penjelasan Di Awal Paragaraf Bahwa Relasi-Relasi
Yang Ada Pada Struktur Dapat Disederhanakan Menjadi Oposisi Berpasangan (Binary
Opposition), Baik Yang Ekslusif Maupun Tidak Eksklusif. Dalam Hal Ini Struktur
Relasi Antara Presiden Soeharto – Siltan Yogya – Dan Rakyat Yogya Yang Pertama
Adanya Relasi Oposisi Antara Soeharto Dan Sultan Dan Juga Rakyat Jogya
Merupakan Lrelasi Oposisi Sedang Hubungan Antara Rakyat Jogya Dan Sultan
Merupakan Relasi Alienasi Hal Ini Juga
Sejalan Pada Ritual Protes Yang Berada Di UGM Yang Dilakukan Oleh Rektor Dan
Mahasiswa.
Pada Dasarnya Keduanya Mempunyai
Kesamaan Dalam Struktur .Bahwa Didalamnya Terdapat Komunikasi Komunikasi Dan
Makna Makna Yang Hendak Disampakan Pada Satu Kiblat Yang Sama.

0 komentar