-->
    BLANTERORBITv102

    PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS SENI MUSIK KLASIK DI SMK NEGERI 2 KASIHAN

    Selasa, 07 September 2021

    sumber : seputarkuliah.com

    Abstrak

    Pembentukan karakter merupakan salah satu orientasi pendidikan nasional di Indonesia. Dalam hal ini bakat, minat dan potensi yang dimiliki anak didik merupakan salah satu dasar dalam pembentukan karakter. Tulisan ini bertujuan untuk melihat perkembangan karakter siswa melalui pendidikan berbasis seni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif yaitu dengan wawancara dan observasi. Lokasi penelitian di SMK Negeri 2 Kasihan Kecamatan Kasihan Bantul, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang ada di SMK Negeri 2 Kasihan berkaitan dengan pengembangan karakter para peserta didik melalui pendidikan berbasis seni musik klasik..

    Kata Kunci : Musik, Pendidikan, Karakter,

    PENDAHULUAN

    Pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini diorientasikan pada pembentukan karakter. Pembentukan karakter pada dasarnya merupakan tanggung jawab para agen sosial yang diawali dalam sosialisasi di lingkungan keluarga hingga kemudian sosialisasi dalam lingkungan yang lain. Adanya bakat dan minat anak akan mengarahkan anak tersebut dalam mengembangkan potensinya yang akan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.Berbicara masalah karakter, erat hubungannya dengan suatu potensi yang dimiliki manusia. Potensi tersebut dapat dikembangkan secara maksimal melalui pendidikan. Bakat dan minat yang dimiliki anak salah satunya di bidang seni  musik. Banyak kalangan, termasuk orang tua menganggap, kecerdasan fisik seperti seni musik adalah urutan nomor sekian dibandingkan prestasi sekolah (akademik). Mahir dibidang seni tidakakan menjamin kehidupan yang layak. Anggapan atau perspektif  dari masyarakat terutama orang tuaditentang oleh para musisi yang akhirnya memunculkan sekolah musik di kawasan Kasihan Yogyakarta yaitu SMK Negeri 2 Kasihan dengan slogannya “Sekolah Musiknya Indonesia”. Sekolah tersebut merupakan Sekolah Menengah Kejuruan dengan basis musik klasik. Banyak anak yang berminat di bidang musik memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah tersebut. Kesuksesan dari beberapa alumni telah menepis anggapan masyarakat mengenai kelebihan kinestetik anak berupa bakat dalam bidang seni musik..

    Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah ;Pertama, bagaimana keadaan fisik dan lingkungan sosial SMK Negeri 2 Kasihan?Kedua, bagaimana budaya sekolah di SMK Negeri 2 Kasihan yang menajdi kekhasan pendidikan di sekolah tersebut?Ketiga, bagaimana makna prestasi bagi para sisa di SMK Negeri 2 Kasihan?Dengan memperhatikan deskripsi diatas dan berdasarkan tiga permasalahan yang ada, maka tulisan ini akan berusaha menjelaskan mengenai “Pengembangan Potensi Siswa melalui Pendidikan Berbasis Seni Musik Klasik di SMK Negeri 2 Kasihan”.

    Dalam penelitian terdahulu terdapat jurnal yang dikutip dari Faozi(2015) dalam judulnya Kultur Sekolah Di SMK Negeri 2 Kasihan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta”yang membahas bahwa nilai-nilai yang menjadi landasan warga sekolah dalam berperilaku, berperilaku, berinteraksi dan berkomunikasi adalah terumuskan dalam visi dan misi dalam sekolah. Dalam menjalankan misi dan memperjuangkan visi, seluruh warga SMK N 2 Kasihan menjunjung tinggi nilai–nilai yang pertama nilai agama, sikap melaksanakan dan menghormati nilai agama dalam pelaksanaan tugas sehari hari yang kedua berbudaya, menjunjung budaya adiluhung daerah sebagai warga negara Indonesia yang sopan dan snatun dalam bermasyarakat yang ketiga musyawarah dan mufakat dalam memutuskan semua permasalahan serta mengedepankan rasa kebersamaan seluruh warga sekolah yang terakhir tanggap yaitu memiliki kecenderungan berfikir dan bertindak kearah membangun

    Dalam jurnal selanjutnya yang dikutip dari Lubis(2012) berjudul “Peran Guru Dan Orang Tua Dalam Mengembangkan Minat Dan Bakat Anak Tunagrahita Di SLB Negeri Pembina Yogyakarta”yang isinya bahwa SLB Negeri Pembina Yogyakarta adalah SLB yang sangat menekankan dan mengutamakan keterampilan bagi anak didiknya, agar nantinya anak tunagrahita mampu hidup mandiri tanpa tergantung pada orang lain. Perkembangan minat dan bakat anak tunagrahita mulai terlihat dari adanya kelas-kelas keterampilan yaitu keterampilan tata boga, tata busana, tata kecantikan, pertukangan kayu, tanaman hias, otomotif, tekstil, komputer dan keramik, kelas tersebut dimulai dari jenjang SMP hingga SMA. Peran guru dan orang tua dalam mengembangkan minat dan bakat anak tunagrahita adalah guru membantu siswa di sekolah dalam membimbing, mengarahkan serta melatih siswa. Orang tua melanjutkan peran dari guru disekolah yaitu memperhatikan perkembangan minat dan bakat anak tunagrahita di rumah. Kesamaan yang terlihat dalam kedua penelitian yang pertama adalah sama –sama menggunakan objek yang sama yaitu SMK Negeri 2 Kasihan yang menjadi beda dalam penelitian yang hendak dilakukan oleh peneliti adalah dalam penelitian yang terdahulu mengkaji bagaimana kultur dalam sekolah dalam dunia pendidikan sedangkan penelitian yang hendak peneliti lakukan akan berfokus pada bagaimana pengembangan potensi siswa melalui pendidikan berbasis seni musik klasik. Sedangkan dalam penelitian berikutnya yang dilakukan di SLB Negeri Pembina Yogyakarta yang membedakan mereka lebih menekankan dan mengutamakan keterampilan bagi anak didiknya, agar nantinya anak tunagrahita mampu hidup mandiri tanpa tergantung pada orang lain. Disini peran dari pihak luar sangat membantu didalam proses pengembangan potensi siswa tunagrahita untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki.

    Dalam penelitian ini digunakan konsep budaya sekolah yang dikemukakan oleh Peterson (1999) menjelaskan “school culture is the behind-the-scenes context that reflects the values, beliefs, norms, traditions, and rituals that build up over time as people in a school work together”  Lebih dari itu, Peterson juga menambahkan bahwa budaya sekolah “influences not only the actions of the school population, but also its motivations and spirit”. Budaya sekolah adalah konteks di belakang layar sekolah yang menunjukkan nilai-nilai, norma-norma, tradisi-tradisi, ritual-ritual, yang telah dibangun dalam waktu yang lama oleh semua warga dalam kerja sama di sekolah. Budaya sekolah berpengaruh tidak hanya kepada kegiatan warga sekolah, tetapi juga motivasi dan semangatnya. Dalam konsep sekolah efektif (effective school), budaya sekolah sering disebut sebagai suasana sekolah (school climate), dimaknai sebagai bagaimana warga sekolah berfikir dan bertindak.

    Dalam praktik di lapangan, ada tiga model budaya sekolah yang satu dengan yang lain dapat dibedakan, tetapi kadang-kadang juga sering saling tumpang tindih. (Spahier & King, 1984 [as cited in Butler & Dickson, 1987])Pertama, budaya sekolah birokratis (bureaucratic school culture). Model budaya sekolah ini antara lain ditunjukkan adanya budaya yang menekankan adanya petunjuk dari atasan. Kedua, budaya sekolah racun (toxic school culture). Dalam model ini, peserta didik dipandang sebagai masalah ketimbang sebagai pihak yang harus dilayani. Ketiga, budaya sekolah kolegial (collegial school culture). Berbeda dengan kedua budaya sekolah sebelumnya, sekolah sangat memberikan apresiasi dan rekognisi terhadap peran dan dukungan dari semua pihak. Kejujuran dan komunikasi antarwarga sekolah dapat berlangsung secara efektif. Itulah sebabnya keterlibatan semua warga sekolah sangat dihargai dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan sekolah. Pendek kata, semua penyelenggaraan sekolah direncanakan, dilaksanakan secara demokratis, dalam suasana penuh kolegial.

    Metode penelitian untuk mengumpulkan data tentang Pengembangan Potensi Siswa melalui Pendidikan Berbasis Seni Musik Klasik di SMK Negeri 2 Kasihan ini mengacu pada metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitaif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitaif (Saryono, 2010: 1).

    Dalam penelitian ini, peneliti mengambil lokasi di SMK Negeri 2 Kasihan Bantul, Yogyakarta. SMK Negeri 2 Kasihan merupakan Sekolah Menengah Kejuruan dengan basis musik klasik. Sebelum melakukan penelitian lapangan, terlebih dahulu peneliti mengkaji beberapa sumber yang berhubungan dengan SMK Negeri 2 Kasihan.Peneliti mulai melakukan wawancara ketika pelaksanaan Kuliah Kajian Lapangan Lembaga Pendidikan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Maret 2015.Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah warga SMK Negeri 2 Kasihan. Untuk melengkapi informasi yang diperoleh oleh peneliti, maka peneliti memilih beberapa informan yaitu siswa dan guru di SMK Negeri 2 Kasihan.

    Setelah melakukan observasi awal, akhirnya peneliti pun mendapatkan beberapa orang informan yang mengerti akan pengembangan potensi siswa melalui pendidikan berbasis seni musik klasik di SMK Negeri 2 Kasihan. Informan tersebut adalah para siswa dan guru di SMK Negeri 2 Kasihan .

    Dalam meneliti, peneliti menggunakan teknik penelitian yaitu observasi langsungdan wawancara. Selain itu, peneliti juga melakukan pengambilan gambar sebagai dokumentasi data visual yang juga akan ditampilkan dalam tulisan ini. Peneliti memanfaatkan pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian yang bersifat fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan saat melakukan observasi dan wawancara. Penggalian data difokuskan pada makna yang ada di dalam pikiran informan terhadap fenomena yang mereka mengerti, mereka alami, maupun mereka saksikan.

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    Sejarah dan Perkembangan Sekolah

    SMKNegeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta merupakan sekolah dengan kompetensi seni pertunjukan musik. Didirikan atas inisiatif masyarakat musik dan budayawan yang ada di Indonesia (khususnya pemusik Kraton Yogyakarta), pada tanggal 17 Desember 1951 ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran & Kebudayaan, Mr. Wongso Negoro dengan Surat Keputusan No. 35520/RAB yang isinya menerangkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 Januari 1952di Yogyakarta didirikan

    Sekolah Musik dengan nama Sekolah Musik Indonesia, di bawah Bagian Kesenian, Direktorat Kebudayaan, lama pendidikan 5 tahun dan menunjuk pimpinan umum Sekolah Musik tersebut Ir. S. Prawiro Negoro. Karena Sekolah belum memiliki fasilitas, maka kegiatan sekolah untuk sementara dilaksanakan di rumah kepala sekolah (Jetis Yogyakarta, sekarang Hotel Mustokoweni) dengan menggunakan fasilitas pribadi milik kepala sekolah tersebut. Akhir tahun 1952, Sekolah Musik Indonesia pindah ke Jl. Suryodiningratan 6 Yogyakarta dan sebagai Kepala Sekolah tahun 1952 - 1953 adalah Soemarjo LE. Kemudian pada tahun 1954 - 1955 Kepala Sekolah dijabat oleh Amir Pasaribu, dan pada tahun 1956 - 1964 dijabat Dailamy Hasan.

                  Pada tahun 1965, lama Pendidikan di Sekolah Musik dipersingkat menjadi 4 tahun dan sebagai Kepala Sekolah tahun 1965 - 1971 IG. Nyoman Suasta, lalu pada tahun 1972 - 1981/1982 dijabat Ramli Abdurrahman. Tahun 1976 melalui Surat Keputusan Menteri No. 0295/U/1976 Sekolah Musik Indonesia berganti nama menjadi Sekolah Menengah Musik Negeri Yogyakarta, di bawah Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah dan pada tahun 1978 terjadi pergeseran permulaan tahun ajaran dari bulan Januari menjadi bulan Juli. Tahun ajaran 1982/1983 sampai dengan 1995/1996 sebagai Kepala Sekolah Drs. M. Dimyati, pada tahun 1984 Sekolah Menengah Musik pindah ke Kampus Mardawa Mandala, Jl. PG. Madukismo, Bugisan, Yogyakarta dan pada tahun 1994 lama pendidikan dipersingkat menjadi 3 tahun, bersamaan dengan dilaksanakannya Kurikulum 1994.

                   Pada tahun 1997, melalui SK. Mendikbud No. 036/0/1997 Nama Sekolah Menengah Musik (SMM) diganti dengan namaSekolahMenengah Kejuruan (SMK)Negeri 2 Kasihan. Tahun ajaran 1996/1997 sampai dengan 1998/1999 sebagai Kepala sekolah adalah Moordiana, tahun 1999/2000 sebagai Kepala Sekolah adalah Drs. Haris Wahyudi. Kemudian mulai bulan Juli 2005 yang menjadi Kepala Sekolah adalah Drs. Amik Setiaji, M.Pd. Mulai Oktober 2006 SMK Negeri 2  Kasihan dipimpin oleh Drs. Samsuri Nugroho, pada era ini sejak tahun 2007, SMK Negeri 2  Kasihan mendapat dukungan penuh dari dinas Pendidikan nasional Nasional untuk menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI), dan mulai tahun 2008 Kementrian Pendidikan Nasional melalui Dit PSMK, SMKNegeri 2 Kasihan terpilih sebagai SMK SBI dalam program SMK SBI Invest ADB.

    SMK Negeri 2 Kasihan ini membuka 17 pilihan instrumen dari seluruh instrumen musik yang dibutuhkan dalam sebuah konser musik. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah di Indonesia yang masih mempertahankan musik Klasik sebagai dasar pembelajaran sehingga lulusan kami benar-benar dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri musik pada player atau pemain pada masing-masing instrumen dalam sebuah orkestra, band, ansamble, Paduan suara atau pertunjukan-pertunjukan yang membutuhkan Player musik. Proses belajar mengajar 70% (produktif) kompetensi, 30% Adaptif dan Normatif. Pembelajaran yang berhubungan dengan kompetensi dimula dari dari tingkatyang pembelajarannya dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut.

    Sekolah ini mengusung visi untuk menjadi sekolah musik klasik unggulan yang berwawasan kearifan lokal dengan dilandasi iman dan taqwa. Adapun misinya adalah pertama mengembangkan sumber daya secara optimal dalam menghadapi kompetisi global.Kedua, melaksanakan pendekatan pembelajaran berbasis saintifik. Ketiga,mengembangkan sarana prasarana sesuai pengembangan IPTEK. Keempat, mengintegrasikan kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Kelima, menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada semua warga sekolah dan yang terakhir Mengintegrasikan unsur-unsur religi dalam semua kegiatan sekolah.

    Maksud dan tujuan dari sekolah ini adalah  untuk  menghasilkan lulusan yang unggul dan kompetitif di bidang musik klasik.Menjadi sekolah rujukan untuk bidang keahlian seni musik klasik.Menjadikan lulusan yang mempunyai kompetensi komprehensif.Membekali lulusan yang mampu menyesuaikan perkembangan iptek.Menanamkan kesadaran untuk merasa memiliki kearifan lokal.Membentuk lulusan yang berkarakter Indonesia.Menjadikan lulusan yang beriman dan bertaqwa sesuai agama yang dianutnya.

    Keadaan Fisik dan Lingkungan Sosial Sekolah

    SMK N 2 Kasihan Bantul atau SMM ini, beralamat di KecamatanKasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. SMK N 2 Kasihan terletak di kompleks SMK N Kasihan, yaitu SMK N 1 Kasihan dan SMKN 3 Kasihan. Kedua sekolah tersebut juga sekolah kesenian yaitu sekolah Jurusan Karawitan dan Jurusan Dalang.

    Kondisi fisik yang terlihat ketika masuk di SMK Negeri 2 kasihan terdapat gapura besar utama atau disebut marga mandala, yang merupakan pintu utama masuk di SMK Negeri Kasihan baik 1,2 maupun 3. Ketika masuk ke Sekolah musik, terlihat banyak gedung dan beberapa ruangan, dalam sekolah tersebut terdapat ruangan khusus yang dijadikan untuk praktek, latihan,rekaman, pertemuan besar atau rapat, saat belajar teori dan bebrapa ruangan khusus lainnya. Ruangan yang terdapat dalam sekolah kira-kira ada 60 bangunan ruangan yang mendukung untuk proses pembelajaran. Masing-masing gedung atau ruangan yang ada, difungsikan dengan baik. Walaupun juga terdapat ruangan yang juga dijadikan fungsi ganda, misalnya pembahasan pembelajaran berkaitan teori atau mata pelajaran yang bukan praktek dilaksanakan di ruang praktek ataupun latihan. Hal tersebut disebabkan karena jumlah ruang teori hanya satu dan digunakan untuk bergantian dari masing-masing kelas atau masing-masing instrumen. Berarti, ruangan tersebut dipergunakan sesuai kebutuhan dari siswa atau masing-masing kelas yang sedang melaksanakan pembelajaran.

    Jika dilihat dari usia bangunan yang berdiri di sekolah tersebut sudah lumayantua atau lama tetapi masih terlihat bagus. Dahulu SMK Negeri 2 Kasihan beralamat di Jetis Yogyakarta, sekarang Hotel Mustokoweni. Setelah mengalami beberapa kali perpindahan tempatakhirnya sekolah ini beralamat tetap di kecamatan Kasihan sejak tahun 1996. Berdasarkan informasi yang kami dapat, bahwa pembangunan yang dilakukan dalam sekolah juga pesat. Terakhir pembangunan yang dilakukan yaitu gudang yang dijadikan ruang latihan. Dana yang dijadikan untuk membangun juga tidak sedikit. Sumber dana yang didapat untuk pembangunan berasal dari kontribusi para alumni, bantuan dari Spanyol, ADB (Asia Development Bank). Pembangunan gedung yang ada dalam sekolah dapat terwujud dan menjadi seperti keadaan sekarang. Beberapa gedung juga mengalami banyak renovasi. Salah satunya gedung auditorium dan gedung lainnya.

    Pada tahun 2006, Yogyakarta mengalami gempa besar. Ternyata hal tersebut juga berdampak pada kondisi fisik dan bangunan dari gedung sekolah. Menurut salah satu informan, bahwa kerusakan gedung juga lumayan parah. Gedung yang mengalami kerusakan parah adalah ruang rekaman, sedangkan gedung lainnya retak-retak. Hal tersebut memerlukan renovasi ulang akibat gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta saat itu. Letak SMK Negeri 2 Kasihan ini, berada di pemukiman wargadidekat lahan persawahan. Walaupun ketiga sekolah tersebut merupakan sekolah seni, tetapi masyarakat sekitar sebagaian besar bukan seniman meskipun ada juga yang seniman.  Letak sekolah ini dari jalan utama kira-kira 1 km masuk dan arah jalan menuju sekolah juga agak sempit. Apabila terdapat mobil besar yang berpapasan dalam jalan tersebut, salah satu harus mengalah dan memberikan jalan bagi kendaraan yang satunya agar dapat jalan. Tetapi karena sekolah ini merupakan sekola music yang unggulan, jadi dikenal oleh banyak masyarakat.bahkan dari sekolah-sekolah ataupun mahasiswa studi banding ke SMK Negeri 2 Kasihaari luar kota, luar daerah juga. Hal ini menunjukkan bagaimana sekolah tersebut dikenal di kalangan masyarakat luas dan tidak hanya masyarakat sekitar Yogyakarta.

    Untuk menjadi suatu sekolah yang benar-benar unggulan, hal tersebut didukung juga dari akses dalam mendapatkan fasilitas yang didapat dari pusat kota atupun keramaian. Letak sekolah dengan pusat kota sendiri kira-kira 15 menit apabila itu melewati jalan yang cepat atau melewati jalan yang bukan utama. Sedangkan jika melewati jalan utama kira-kira 30 menit. Hal tersebut menurut salah satu siswa yang bernama Nisa kelas X1 dari instrumen biola.

    “Kalau misalnya lewat jalan yang deket ya deket Mbak. Tapi kalau gak tau jalan  dan taunya jalan utama ya agak lama sekitar 30 menit. Tergantung banyak lampu merah dan kecepatan berkendara juga. Kebetulan saya sudah lama tinggal di Yogya jadi tau jalan yang cepet mbak nerobos lewat  jalan Desa”.(Nisa, 17 tahun, pelajar,11 Maret 2015 )

    SMK Negeri 2 Kasihan itu terletak lumayan jauh dari pusat kota atau keramaian. Jarak tempuh antara pusat keramaian dan sekolah, siswa dapat mengakses keperluan mereka dengan mudah dan tidak kesulitan dalam pemenuhan fasilitas maupun perlengkapan belajar siswa.

                    Lingkungan sosial sekolah yang ada didalam SMK Negeri 2 Kasihan, terlihat dari keadaan siswa dengan siswa. Dalam interaksi yang terjadi, ada saling sapa antara satu siswa dengan siswa lain. Tidak hanya siswa yang berada dalam satu angkatan tetapi siswa yang sudah senior dan junior juga saling sapa. Dalam hal ini, hubungan sosial antara siswa yang berada di SMK Negeri 2 Kasihan ini baik. Siswa yang berada di sekolah musik ini tidak hanya berasal dari daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah saja, tetapi berasal dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi atau interaksi antara satu siswa dengan siswa lain berbeda. Apabila memang sudah kenal dekat, dan berasal dari satu daerah yang samamisal Yogyakarta yang memang sudah keseharian menggunakan bahasa jawa mereka berinteraksi dengan bahasa jawa. Sedangkan jika berasal dari daerah yang berbeda mereka menggunakan bahasa nasional Indonesia.

    Interaksi yang terlihat antara siswa dengan guru disini saling terbuka dan baik. Interaksi tidak hanya saling sapa ketika di lingkungan sekolah saja. Tetapi ketika diluar sekolah, antar siswa dan guru juga berinteraksi secara tidak langsung menggunakan alat komunikasi seperti HP. Bahasa yang digunakan antara siswa dan guru memakai bahasa Indonesia. Hal tersebut terlihat ketika ada salah seorang siswa yang menyapa gurunya saat bertemu. Antara guru dan siswa juga tidak terlalu mengekang dan memilki banyak aturan. Guru-guru di Sekolah musik tersebut tidak otoriter dan santai dalam proses pembelajaran. Antara siswa dengan guru memilki hubungan yang baik dan terbuka serta tidak kaku. Walaupun santai tetapi pembelajaran pasti dan siswa tidak menyepelekan. Hal tersebut diperkuat wawancara dengan salah satu siswa yang bernama Fifi“Enak Mbak, guru disini tidak galak yang penting kita mematuhi dan tidak menyepelekan”. Tandasnya dengan lugu.

    Antara guru dengan guru juga terjalin dengan baik. Karena dalam sekolah musik yang menghasilkan orchestra sebagai unggulan dari sekolah musik tersebut. Orchestra merupakan rangkaian dari beberapa alat musik yang berpadu dan berima secara beriringan sehingga menghasilkan musik yang senada dan selaras. Hal tersebut didukung dari adanya kerjasama guru-guru yang mengajari dan melatih siswa untuk dapat memainkan alat musik dengan berbeda instrumen, beberapa alat musik yang berbeda yang digabungkan jadi satu perpaduan sehingga menghasilkan bunyi yang padu. Berkat kerjasama yang baik dari para guru yang sudah professional, maka orchestra dapat menjadi unggulan dari sekolah SMK Negeri 2 Kasihan. Selain dari kerjasama melatih para siswa bermain musik, para guru yang berada di sekolah tersebut juga mengadakan rapat untuk mempererat hubungan dari para guru.

    Antara warga sekolah di sekolah musik memilki hubungan yang baik dengan guru, siswa ataupun karyawan. Dengan beberapa acara yang diadakan dalam setiap kegiatan dan berlatih musik berpengaruh pada intensitas waktu berkumpul yang lebih lama di sekolah. Sehingga hubungan antara warga sekolah baik siswa, guru dan warga sekolah yang lain. Setiap acara yang dilaksanakan atau diadakan oleh warga sekolah misalya saja welcomeparty sebagai penyambutan siswa atau peserta didik baru yang diadakan oleh kakak kelas dan dana juga dari siswa sendiri. Kakak kelas XI dan XII bekerjasama dengan mengadakan acara tersebut untuk penyambutan warga sekolah baru. Sebagai pengenalan dengan menunjukkan suatu penampilan seni musik dari kakak senior. Dari serangkaian kegiatan yang dilakukan, dapat mengintegrasikan hubungan yang harmonis dari seluruh warga sekolah. Kontribusi sekolah musik terhadap warga sekitar sekolah biasanya dengan pengadaan acara yang dilaksanakan seperti konser yang dilaksanakan di sekolah dengan mengundang beberapa masyarakat sekitar yang diundang di acara tersebut untuk ikut menyaksikan konser musik yang diadakan sekolah.

    Budaya Sekolah

                Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kasihan atau yang lebih dikenal sebagai Sekolah Menengah Musik (SMM) mempunyai ciri khas dalam basis pembelajaran musiknya yaitu seni musik klasik. Di sekolah ini, siswa tidak hanya berasal dari Yogyakarta, namun berasal dari seluruh Indonesia. Perbedaan latar belakang daerah tersebut tidak mempengaruhi proses belajar. Pengalaman yang dialami siswa sama halnya dengan proses adaptasi siswa pada umumnya yakni merasa masih malu ketika masa awal memasuki sekolah. Namun, latar belakang asal daerah tersebut memunculkan beberapa kendala dalam proses interaksi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.

                Sebagian besar siswa yang bersekolah di SMK Negeri 2 Kasihan ini memang sudah memiliki bakat dan minat dalam bidang seni musik sebelumnya. Meskipun terdapat beberapa siswa yang benar-benar masih awam dalam bidang seni musik, namun hal ini tidak menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Hal ini karena mereka belum mengetahui bakatnya dalam bermusik, siswa tentu memiliki minat dalam bidang seni musik. Selain itu, pihak sekolah juga akan mengarahkan bakat dan minat siswa untuk mengambil dan menguasai satu jenis mayor instrumen.

                Kegiatan-kegiatan tersebut juga meningkatkan interaksi dan hubungan baik sekolah dengan masyarakat. Kegiatan yang melibatkan hubungan keduanya misalnya adalah bahwa pada beberapa kesempatan masyarakat mengundang siswa-siswa dari SMK Negeri 2 Kasihan ketika melaksanakan hajatan. Undangan yang paling sering adalah ketika perayaan Hari Kemerdekaan, kemudian masyarakat juga sering meminjam gedung serta alat musik dari SMK Negeri 2 Kasihan.

                Budaya yang ada di dalam Sekolah Menengah Musik ini terlihat dalam beberapa kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh sekolah. Diantaranya adalah kegiatan konser yang terdiri atas beberapa jenis yakni, Welcome Concert, Anniversary Concert, Home Concert, dan Farewell Concert. Adapun yang menjadi unggulan dalam sekolah musik ini adalah “Orkestra”. Keunggulan tersebut dikarenakan “Orkestra” dianggap dapat mewakili dari semua instrument yang ada.

                Salah satu ciri khas lain yang ada didalam sekolah musik ini adalah sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah menengah kejuruan di Indonesia yang memiliki satu jurusan yaitu jurusan seni musik klasik. Basis seni musik klasik di SMK Negeri 2 Kasihan ini telah membuktikan bahwa anak-anak atau para siswa dengan bakat seni musik yang bukan merupakan aspek eksak dapat berprestasi. Telah banyak prestasi yang diraih oleh siswa, diantaranya adalah dalam ajang FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) hingga meluluskan para lulusan yang berbakat dan membanggakan di bidang seni musik seperti Oni and Friend dan Purwacaraka. Memang hampir seluruh prestasi yang diraih oleh siswa SMK Negeri 2 Kasihan adalah prestasi dalam bidang seni musik. Hal ini karena memang siswa dikembangkan potensinya dalam bidang seni musik. Bahkan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidaklah menjadi hal yang istimewa. Hal yang dianggap menjadi sesuatu istimewa bagi siswa SMK Negeri 2 Kasihan adalah pelaksanaan ujian kompetensinya, yaitu semua hal mengenai praktek bermusik.

    Makna Berprestasi Bagi Siswa

                Setiap proses yang dilakukan oleh sesorang tentu mempunyai tujuan atau pencapaian yang diharapkan atas proses tersebut. Pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seorang siswa di sekolah dengan tujuan tertentu. Salah satu tujuan siswa dalam menjalani pendidikan adalah suatu pencapaian yang disebut sebagai prestasi. Namun, makna prestasi bagi setiap siswa tentu akan berbedaterlebih jika lingkungan pendidikan mereka berbeda. Prestasi tersebut juga menjadi tujuan yang diharapkan pencapaiannya oleh para siswa di SMK Negeri 2 Kasihan ini.

                Bagi para siswa di SMK Negeri 2 Kasihan, prestasi merupakan hal yang penting dalam proses pendidikan. Hal ini sangat berarti bagi siswa, dan tentu akan membanggakan orang tua, sekolah, dan orang-orang terdekat. Jika ditanya mengenai perasaan diri ketika dapat berprestasi, tentu jawabannya adalah bangga. Namun, prestasi bagi mereka bukan hanya diorientasikan sebagai pencapaian yang baik dalam pembelajaran di kelas atau dalam mata pelajaran. Sekolah mereka adalah sekolah dengan basis musik klasik, sehingga mayoritas prestasi yang mereka raih adalah prestasi dalam bidang seni musik khususnya seni musik klasik.

                Minat mereka yang didukung oleh bakat yang dimiliki akan disayangkan jika tidak dapat dikembangkan secara optimal. Mereka merasa bahwa meraih pencapaian atas hal-hal yang disenangi dan memang bisa dilakukan tanpa adanya paksaan adalah prestasi yang paling berharga. Belajar seni musik klasik merupakan hal yang menyenangkan bagi mereka, dengan begitu mereka merasa selalu memiliki rasa senang hati ketika mempelajarinya. Hal ini tidak akan seperti ketika siswa mempelajari mata pelajaran yang menjadi wajib, namun sebenarnya siswa tidak berminat dalam bidang tersebut.

                Jadi, menurut para siswa di SMK Negeri 2 Kasihan, prestasi merupakan kebahagiaan dalam pencapaian proses yang sesungguhnya. Prestasi bukanlah hal yang dipaksakan, namun murni dari minat dan bakat siswa yang telah dikembangkan secara optimal. Dengan kata lain, prestasi merupakan suatu pembuktian atas keberhasilan siswa dalam berproses melalui pendidikan atas bakat dan minat yang mereka miliki.            

    Pendidikan Berbasis Seni Musik Klasik dalam Perspektif Konsep Budaya Sekolah

    Pengembangan karakter yang dilakukan oleh pihak SMK Negeri 2 Kasihan jika dilihat dari konsep budaya sekolah yang digagas oleh Peterson maka, usaha pengembangan karakter yang dilakukan oleh sekolah ini dapat dikategorikan dalam model tipe ketiga yaitu budaya sekolah kolegial. Pada model budaya kolegial tersebut sekolah sangat memberikan apresiasi dan rekognisi terhadap peran dan dukungan dari semua pihak. Kejujuran dan komunikasi antarwarga sekolah dapat berlangsung secara efektif. Itulah sebabnya keterlibatan semua warga sekolah sangat dihargai dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan sekolah. Semua penyelenggaraan sekolah direncanakan dan dilaksanakan secara demokratis, dalam suasana penuh kolegial.Sama halnya dengan  SMA Negeri 2 Kasihan yang lebih mengedepankan peran serta pihak eksternal sekolah dalam meningkatkan mutu peserta didik. Adanya kerjasama antara seluruh sistem lapisan masyarakat baik dalam keluarga, masyarakat, dan seluruh warga sekolah dalam meningkatkan pengembangan bakat dan minat melalui pendidikan berbasis musik klasik menunjukan adanya hubungan yang harmonis antara pihak sekolah dengan lingkungan sosial mereka.

    Dengan adanya peran serta masyarakat dan pihak keluarga siswa dalam kontrol pendidikan, tidak heran jika peserta didik SMK Negeri 2 Kasihan memiliki prestasi yang gemilang sesuai dengan bakat dan minat mereka. Budaya kolegial yang diterapkan menjadi salah satu motivasi siswa untuk dapat terus berkembang. Terbukti dengan adanya beberapa siswa yang meraih prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Meskipun mayoritas prestasi yang diraih oleh siswa adalah dalam bidang seni musik klasik namun juga terdapat beberapa prestasi lain yang diraih di luar musik klasik, misalnya lomba bahasa asing dan lomba mata pelajaran.

    Selain itu, terdapat konsep dari Peterson (1999) yang menjelaskan “school culture is the behind-the-scenes context that reflects the values, beliefs, norms, traditions, and rituals that build up over time as people in a school work together”. Budaya sekolah adalah konteks di belakang layar sekolah yang menunjukkan nilai-nilai, norma-norma, tradisi-tradisi, ritual-ritual, yang telah dibangun dalam waktu yang lama oleh semua warga dalam kerja sama di sekolah. Pada SMK Negeri 2 Kasihan, budaya sekolah yang terbentuk merupakan warisan dari para penggagas yang menganggap bahwa seni musik itu penting dalam ranah pendidikan, tidak sekadar untuk hiburan. Oleh karena itu sekolah melestarikan budaya lama yang telah menjadi tradisi turun-temurun dan menyesuaikannya dengan perkembangan masyarakat. Nilai-nilai tradisi yang ada tidak lantas luntur begitu saja karena telah menjadi vested interest. Hal ini berarti budaya sekolah tersebut telah terinternalisasi dalam diri warga SMK Negeri 2 Kasihan.

    Lebih dari itu, Peterson juga menambahkan bahwa budaya sekolah “influences not only the actions of the school population, but also its motivations and spirit”. Budaya sekolah berpengaruh tidak hanya kepada kegiatan warga sekolah, tetapi juga motivasi dan semangatnya.Hal ini searah dengan makna berprestasi bagi siswa di SMK Negeri 2 Kasihan. Bagi para siswa, prestasi merupakan hal penting dalam setiap proses yang dijalani termasuk dalam menempuh pendidikan. Prestasi bagi mereka bukan hanya diorientasikan sebagai pencapaian yang baik dalam pembelajaran di kelas atau dalam mata pelajaran. Sekolah mereka adalah sekolah dengan basis musik klasik, sehingga mayoritas prestasi yang mereka raih adalah prestasi dalam bidang seni musik khususnya seni musik klasik. Mereka memaknai prestasi sebagai pencapaian suaatu tujuan yang dapat diraih atas proses yang berasal dari minat dan bakat yang mereka miliki dan telah dikembangkan secara optimal. Oleh karena itu, siswa meraih hal-hal yang memang benar-benar menjadi cita-cita mereka.

    SIMPULAN

    Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan potensi siswa di sekolah merupakan usaha untuk mengembangkan potensi siswa secara maksimal di sekolah melalui berbagai macam langkah. Salah satu aspek penting yang berada pada tataran bidang akademik pembelajaran di kelas dan memuat unsur non akademik dalam praktik dan hasilnya adalah pembelajaran seni musik. Mengembangkan potensi siswa dapat dilakukan melalui seni musik yang dijadikan sebagai basis dalam pendidikan. Pendidikan dengan basis seni musik dapat memunculkan banyak manfaat untuk mengoptimalkan bakat dan minat siswayang juga akan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu dan pihak-pihak tertentu. Sehingga, siswa dapat mengenali potensinya yang mana akan berbeda dengan potensi yang dimiliki oleh siswa yang lainnya.

    SMK Negeri 2 Kaihan atau yang dikenal sebagai Sekolah Menengah Musik telah menerapkan basis seni musik klasik dalam pendidikan. Pendidikan ini tidak hanya melihat hasil karya akhir siswa, melainkan melihat dari awal dan proses pengerjaan hasil karya. Dalam hal ini, siswa akan berlatih untuk membuat karya dengan kreativitasnya karena seni musik tidak membatasi imajinasi dan ide yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, dengan bakat dan minat siswa dalam seni musik ini, maka karakter siswa dapat terbentuk dan siswa akan merasa dihargai atas apa yang mereka miliki sehingga dapat dikembangkan secara optimal.

    DAFTAR PUSTAKA

    Faozi, Ali. 2015. Kultur Sekolah Di SMK Negeri 2 Kasihan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan. VolIV

    Lubis, Nurkumala. 2012. Peran Guru Dan Orang Tua Dalam Mengembangkan Minat Dan Bakat Anak Tunagrahita Di SLB Negeri Pembina Yogyakarta. Jurnal E-Societas. Vol1

    Moleong, Lexy J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

    Mugiarso, Heru, dkk. 2012. Bimbingan dan Konseling. Semarang : Unnes Press

    SMK NEGERI 2 KASIHAN. 2014. The Solution For Tour Future [Online].Tersedia: http://www.smmyk.sch.id/html/profil.php?id=profil&kode=12. Html (Diakses 22 April 2015 pukul  0:48 WIB)

    Suparlan. 2009. Membangun Budaya Sekolah[Online]. Tersedia: http://suparlan.com/70/2009/04/03/membangun-budaya-sekolah/. Html (Diakses 8 Mei 2015 pukul 0:08 WIB)