Abstrak
Pembentukan karakter merupakan salah satu
orientasi pendidikan nasional di Indonesia. Dalam hal ini bakat, minat dan
potensi yang dimiliki anak didik merupakan salah satu dasar dalam pembentukan
karakter. Tulisan ini bertujuan untuk melihat perkembangan karakter siswa
melalui pendidikan berbasis seni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
metode kualitatif yaitu dengan wawancara dan observasi. Lokasi penelitian di
SMK Negeri 2 Kasihan Kecamatan Kasihan Bantul, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa budaya sekolah yang ada di SMK Negeri 2 Kasihan berkaitan dengan pengembangan
karakter para peserta didik melalui pendidikan berbasis seni musik klasik..
Kata Kunci : Musik, Pendidikan, Karakter,
PENDAHULUAN
Pendidikan di Indonesia akhir-akhir
ini diorientasikan pada pembentukan karakter. Pembentukan
karakter pada dasarnya merupakan tanggung jawab para agen sosial yang diawali
dalam sosialisasi di lingkungan keluarga hingga kemudian sosialisasi dalam
lingkungan yang lain. Adanya bakat dan minat anak akan mengarahkan anak
tersebut dalam mengembangkan potensinya yang akan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.Berbicara masalah karakter, erat hubungannya dengan suatu potensi
yang dimiliki manusia. Potensi tersebut dapat dikembangkan secara maksimal melalui pendidikan. Bakat dan minat yang dimiliki anak salah satunya di bidang seni musik. Banyak kalangan, termasuk orang tua
menganggap, kecerdasan fisik seperti seni musik adalah urutan nomor sekian
dibandingkan prestasi sekolah (akademik). Mahir dibidang seni tidakakan
menjamin kehidupan yang layak. Anggapan atau perspektif dari masyarakat terutama orang tuaditentang oleh para musisi yang
akhirnya memunculkan sekolah musik di kawasan Kasihan Yogyakarta yaitu SMK
Negeri 2 Kasihan dengan slogannya “Sekolah Musiknya Indonesia”. Sekolah
tersebut merupakan Sekolah Menengah Kejuruan dengan basis musik klasik. Banyak
anak yang berminat di bidang musik memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya
di sekolah tersebut. Kesuksesan dari beberapa alumni telah menepis anggapan masyarakat
mengenai kelebihan kinestetik anak berupa bakat dalam bidang seni musik..
Permasalahan yang diangkat dalam
tulisan ini adalah ;Pertama, bagaimana keadaan fisik dan lingkungan
sosial SMK Negeri 2 Kasihan?Kedua, bagaimana budaya sekolah di SMK
Negeri 2 Kasihan yang menajdi kekhasan pendidikan di sekolah tersebut?Ketiga,
bagaimana makna prestasi bagi para sisa di SMK Negeri 2 Kasihan?Dengan
memperhatikan deskripsi diatas dan berdasarkan tiga permasalahan yang ada, maka
tulisan ini akan berusaha menjelaskan mengenai “Pengembangan Potensi Siswa melalui
Pendidikan Berbasis Seni Musik Klasik di SMK Negeri 2 Kasihan”.
Dalam penelitian ini digunakan
konsep budaya sekolah yang dikemukakan oleh Peterson
(1999) menjelaskan “school culture is the behind-the-scenes context that
reflects the values, beliefs, norms, traditions, and rituals that build up over
time as people in a school work together” Lebih dari itu, Peterson
juga menambahkan bahwa budaya sekolah “influences not only the actions of
the school population, but also its motivations and spirit”. Budaya
sekolah adalah konteks di belakang layar sekolah yang menunjukkan nilai-nilai, norma-norma,
tradisi-tradisi, ritual-ritual, yang telah dibangun dalam waktu yang lama oleh
semua warga dalam kerja sama di sekolah. Budaya sekolah berpengaruh tidak hanya
kepada kegiatan warga sekolah, tetapi juga motivasi dan semangatnya. Dalam
konsep sekolah efektif (effective school), budaya sekolah sering
disebut sebagai suasana sekolah (school climate), dimaknai sebagai
bagaimana warga sekolah berfikir dan bertindak.
Dalam praktik di lapangan, ada tiga model budaya
sekolah yang satu dengan yang lain dapat dibedakan, tetapi kadang-kadang juga
sering saling tumpang tindih. (Spahier & King, 1984 [as cited in Butler
& Dickson, 1987])Pertama, budaya sekolah birokratis (bureaucratic
school culture). Model budaya sekolah ini antara lain ditunjukkan adanya
budaya yang menekankan adanya petunjuk dari atasan. Kedua, budaya sekolah racun (toxic
school culture). Dalam model ini, peserta didik dipandang sebagai masalah
ketimbang sebagai pihak yang harus dilayani. Ketiga, budaya
sekolah kolegial (collegial school culture). Berbeda dengan kedua
budaya sekolah sebelumnya, sekolah sangat memberikan apresiasi dan rekognisi
terhadap peran dan dukungan dari semua pihak. Kejujuran dan komunikasi
antarwarga sekolah dapat berlangsung secara efektif. Itulah sebabnya
keterlibatan semua warga sekolah sangat dihargai dalam proses pengambilan
keputusan dan kebijakan sekolah. Pendek kata, semua penyelenggaraan sekolah
direncanakan, dilaksanakan secara demokratis, dalam suasana penuh kolegial.
Metode penelitian untuk mengumpulkan
data tentang Pengembangan
Potensi Siswa melalui Pendidikan Berbasis Seni Musik Klasik di SMK Negeri 2
Kasihan ini mengacu pada metode penelitian
kualitatif. Penelitian kualitaif merupakan penelitian yang digunakan untuk
menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau
keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan
melalui pendekatan kuantitaif (Saryono, 2010: 1).
Dalam penelitian ini, peneliti
mengambil lokasi di SMK
Negeri 2 Kasihan Bantul, Yogyakarta. SMK Negeri 2 Kasihan merupakan Sekolah Menengah Kejuruan dengan basis musik klasik.
Sebelum melakukan penelitian lapangan, terlebih dahulu peneliti mengkaji
beberapa sumber yang berhubungan dengan SMK Negeri 2 Kasihan.Peneliti mulai
melakukan wawancara ketika pelaksanaan Kuliah Kajian Lapangan Lembaga
Pendidikan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 11
Maret 2015.Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah warga SMK Negeri 2
Kasihan. Untuk melengkapi informasi yang diperoleh oleh peneliti, maka peneliti
memilih beberapa informan yaitu siswa dan guru di SMK Negeri 2 Kasihan.
Setelah melakukan observasi awal, akhirnya
peneliti pun mendapatkan beberapa orang informan yang mengerti akan pengembangan potensi siswa melalui pendidikan berbasis seni
musik klasik di SMK Negeri 2 Kasihan.
Informan tersebut adalah para siswa dan guru di SMK Negeri 2 Kasihan .
Dalam meneliti, peneliti menggunakan
teknik penelitian yaitu observasi langsungdan wawancara. Selain itu, peneliti
juga melakukan pengambilan gambar sebagai dokumentasi data visual yang juga
akan ditampilkan dalam tulisan ini. Peneliti memanfaatkan pedoman wawancara
sebagai instrumen penelitian yang bersifat fleksibel dan menyesuaikan dengan
kondisi lapangan saat melakukan observasi dan wawancara. Penggalian data
difokuskan pada makna yang ada di dalam pikiran informan terhadap fenomena yang
mereka mengerti, mereka alami, maupun mereka saksikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sejarah dan Perkembangan Sekolah
SMKNegeri
2 Kasihan Bantul Yogyakarta merupakan sekolah dengan kompetensi seni
pertunjukan musik. Didirikan atas inisiatif masyarakat musik dan budayawan yang
ada di Indonesia (khususnya pemusik Kraton Yogyakarta), pada tanggal 17
Desember 1951 ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran & Kebudayaan, Mr.
Wongso Negoro dengan Surat Keputusan No. 35520/RAB yang isinya
menerangkan bahwa terhitung mulai tanggal
1 Januari 1952di Yogyakarta didirikan
Sekolah
Musik dengan nama Sekolah Musik
Indonesia, di bawah Bagian Kesenian, Direktorat Kebudayaan,
lama pendidikan 5 tahun
dan menunjuk pimpinan umum Sekolah Musik tersebut Ir. S. Prawiro Negoro.
Karena Sekolah belum memiliki fasilitas, maka kegiatan sekolah
untuk sementara dilaksanakan di rumah kepala sekolah (Jetis Yogyakarta,
sekarang Hotel Mustokoweni) dengan menggunakan fasilitas pribadi milik kepala
sekolah tersebut. Akhir tahun 1952, Sekolah Musik Indonesia pindah ke Jl.
Suryodiningratan 6 Yogyakarta dan sebagai Kepala Sekolah tahun 1952 - 1953
adalah Soemarjo LE. Kemudian pada tahun 1954 - 1955 Kepala
Sekolah dijabat oleh Amir Pasaribu, dan pada tahun 1956 - 1964
dijabat Dailamy Hasan.
Pada
tahun 1965, lama Pendidikan di Sekolah Musik dipersingkat menjadi 4 tahun dan sebagai Kepala
Sekolah tahun 1965 - 1971 IG. Nyoman Suasta, lalu pada tahun
1972 - 1981/1982 dijabat Ramli Abdurrahman. Tahun 1976 melalui
Surat Keputusan Menteri No. 0295/U/1976 Sekolah Musik Indonesia berganti nama
menjadi Sekolah Menengah Musik
Negeri Yogyakarta, di bawah Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah dan pada tahun 1978
terjadi pergeseran permulaan tahun ajaran dari bulan Januari menjadi bulan
Juli. Tahun ajaran 1982/1983 sampai dengan 1995/1996 sebagai Kepala Sekolah Drs.
M. Dimyati, pada tahun 1984 Sekolah Menengah Musik pindah ke Kampus Mardawa
Mandala, Jl. PG. Madukismo, Bugisan, Yogyakarta dan pada tahun 1994 lama
pendidikan dipersingkat menjadi 3 tahun, bersamaan dengan dilaksanakannya
Kurikulum 1994.
Pada tahun 1997, melalui SK. Mendikbud No. 036/0/1997 Nama Sekolah Menengah Musik (SMM) diganti dengan namaSekolahMenengah
Kejuruan (SMK)Negeri 2 Kasihan. Tahun ajaran 1996/1997 sampai dengan
1998/1999 sebagai Kepala sekolah adalah Moordiana, tahun 1999/2000 sebagai Kepala
Sekolah adalah Drs. Haris Wahyudi. Kemudian mulai bulan Juli
2005 yang menjadi Kepala Sekolah adalah Drs. Amik Setiaji, M.Pd. Mulai Oktober 2006 SMK Negeri 2 Kasihan dipimpin oleh Drs. Samsuri
Nugroho, pada era ini sejak tahun 2007, SMK Negeri 2 Kasihan mendapat dukungan penuh dari dinas
Pendidikan nasional Nasional untuk menjadi sekolah bertaraf internasional
(SBI), dan mulai tahun 2008 Kementrian Pendidikan Nasional melalui Dit PSMK,
SMKNegeri 2 Kasihan terpilih sebagai SMK SBI dalam program SMK SBI Invest ADB.
SMK
Negeri 2 Kasihan ini membuka 17 pilihan instrumen dari seluruh instrumen musik
yang dibutuhkan dalam sebuah konser musik. Sekolah ini merupakan satu-satunya
sekolah di Indonesia yang masih mempertahankan musik Klasik sebagai dasar
pembelajaran sehingga lulusan kami benar-benar dipersiapkan untuk memenuhi
kebutuhan industri musik pada player
atau pemain pada masing-masing instrumen dalam sebuah orkestra, band, ansamble,
Paduan suara atau pertunjukan-pertunjukan yang membutuhkan Player musik. Proses
belajar mengajar 70% (produktif) kompetensi, 30% Adaptif dan Normatif.
Pembelajaran yang berhubungan dengan kompetensi dimula dari dari tingkatyang
pembelajarannya dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut.
Sekolah
ini mengusung visi untuk menjadi sekolah musik klasik unggulan yang berwawasan
kearifan lokal dengan dilandasi iman dan taqwa. Adapun misinya adalah pertama mengembangkan
sumber daya secara optimal dalam menghadapi kompetisi global.Kedua, melaksanakan
pendekatan pembelajaran berbasis saintifik. Ketiga,mengembangkan sarana
prasarana sesuai pengembangan IPTEK. Keempat, mengintegrasikan kearifan lokal
dalam proses pembelajaran. Kelima, menanamkan nilai-nilai karakter bangsa
kepada semua warga sekolah dan yang terakhir Mengintegrasikan unsur-unsur
religi dalam semua kegiatan sekolah.
Maksud
dan tujuan dari sekolah ini adalah
untuk menghasilkan lulusan yang
unggul dan kompetitif di bidang musik klasik.Menjadi sekolah rujukan untuk
bidang keahlian seni musik klasik.Menjadikan lulusan yang mempunyai kompetensi
komprehensif.Membekali lulusan yang mampu menyesuaikan perkembangan
iptek.Menanamkan kesadaran untuk merasa memiliki kearifan lokal.Membentuk
lulusan yang berkarakter Indonesia.Menjadikan lulusan yang beriman dan bertaqwa
sesuai agama yang dianutnya.
Keadaan Fisik dan Lingkungan Sosial Sekolah
SMK
N 2 Kasihan Bantul atau SMM ini, beralamat di KecamatanKasihan, Kabupaten Bantul,
Yogyakarta. SMK N 2 Kasihan terletak di kompleks SMK N Kasihan, yaitu SMK N 1
Kasihan dan SMKN 3 Kasihan. Kedua sekolah tersebut juga sekolah kesenian yaitu
sekolah Jurusan Karawitan dan Jurusan Dalang.
Kondisi
fisik yang terlihat ketika masuk di SMK Negeri 2 kasihan terdapat gapura besar
utama atau disebut marga mandala, yang merupakan pintu utama masuk di SMK
Negeri Kasihan baik 1,2 maupun 3. Ketika masuk ke Sekolah musik, terlihat
banyak gedung dan beberapa ruangan, dalam sekolah tersebut terdapat ruangan
khusus yang dijadikan untuk praktek, latihan,rekaman, pertemuan besar atau
rapat, saat belajar teori dan bebrapa ruangan khusus lainnya. Ruangan yang
terdapat dalam sekolah kira-kira ada 60 bangunan ruangan yang mendukung untuk
proses pembelajaran. Masing-masing gedung atau ruangan yang ada, difungsikan
dengan baik. Walaupun juga terdapat ruangan yang juga dijadikan fungsi ganda,
misalnya pembahasan pembelajaran berkaitan teori atau mata pelajaran yang bukan
praktek dilaksanakan di ruang praktek ataupun latihan. Hal tersebut disebabkan karena jumlah ruang
teori hanya satu dan digunakan untuk bergantian dari masing-masing kelas atau
masing-masing instrumen.
Berarti, ruangan tersebut dipergunakan sesuai kebutuhan dari siswa atau
masing-masing kelas yang sedang melaksanakan pembelajaran.
Jika
dilihat dari usia bangunan yang berdiri di sekolah tersebut sudah lumayantua atau lama tetapi masih terlihat
bagus. Dahulu SMK
Negeri 2 Kasihan beralamat di Jetis
Yogyakarta, sekarang Hotel Mustokoweni. Setelah mengalami beberapa kali
perpindahan tempatakhirnya sekolah ini
beralamat tetap di kecamatan Kasihan sejak tahun
1996. Berdasarkan informasi yang kami dapat, bahwa pembangunan yang dilakukan
dalam sekolah juga pesat. Terakhir pembangunan yang dilakukan yaitu gudang yang
dijadikan ruang latihan. Dana yang dijadikan untuk membangun juga tidak
sedikit. Sumber dana yang didapat untuk pembangunan berasal dari kontribusi
para alumni, bantuan dari Spanyol, ADB (Asia
Development Bank). Pembangunan gedung yang ada dalam sekolah dapat terwujud
dan menjadi seperti keadaan sekarang. Beberapa gedung juga mengalami banyak
renovasi. Salah satunya gedung auditorium dan gedung lainnya.
Pada
tahun 2006, Yogyakarta mengalami gempa besar. Ternyata hal tersebut juga
berdampak pada kondisi fisik dan bangunan dari gedung sekolah. Menurut salah
satu informan, bahwa kerusakan gedung juga lumayan parah. Gedung yang mengalami kerusakan parah
adalah ruang rekaman, sedangkan gedung lainnya retak-retak. Hal tersebut
memerlukan renovasi ulang akibat gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta saat
itu. Letak SMK Negeri 2 Kasihan ini, berada di pemukiman wargadidekat lahan persawahan.
Walaupun ketiga sekolah tersebut merupakan sekolah seni, tetapi masyarakat
sekitar sebagaian besar bukan seniman meskipun ada juga yang seniman. Letak sekolah ini dari jalan utama kira-kira
1 km masuk dan arah jalan menuju sekolah juga agak sempit. Apabila terdapat
mobil besar yang berpapasan dalam jalan tersebut, salah satu harus mengalah dan
memberikan jalan bagi kendaraan yang satunya agar dapat jalan. Tetapi karena
sekolah ini merupakan sekola music yang unggulan, jadi dikenal oleh banyak
masyarakat.bahkan dari sekolah-sekolah ataupun mahasiswa studi banding ke SMK
Negeri 2 Kasihaari luar kota, luar daerah juga. Hal ini menunjukkan bagaimana
sekolah tersebut dikenal di kalangan masyarakat luas dan tidak hanya masyarakat
sekitar Yogyakarta.
Untuk
menjadi suatu sekolah yang benar-benar unggulan, hal tersebut didukung juga
dari akses dalam mendapatkan fasilitas yang didapat dari pusat kota atupun
keramaian. Letak sekolah dengan pusat kota sendiri kira-kira 15 menit apabila
itu melewati jalan yang cepat atau melewati jalan yang bukan utama. Sedangkan
jika melewati jalan utama kira-kira 30 menit. Hal tersebut menurut salah satu
siswa yang bernama Nisa kelas X1 dari instrumen biola.
“Kalau
misalnya lewat jalan yang deket ya deket Mbak. Tapi kalau gak tau
jalan dan taunya jalan utama ya agak
lama sekitar 30 menit. Tergantung banyak lampu merah dan kecepatan berkendara
juga. Kebetulan saya sudah lama tinggal di Yogya jadi tau jalan yang cepet mbak
nerobos lewat jalan Desa”.(Nisa, 17
tahun, pelajar,11 Maret 2015 )
SMK
Negeri 2 Kasihan itu terletak lumayan jauh dari pusat kota atau keramaian. Jarak
tempuh antara pusat keramaian dan sekolah, siswa dapat mengakses keperluan
mereka dengan mudah dan tidak kesulitan dalam pemenuhan fasilitas maupun
perlengkapan belajar siswa.
Lingkungan
sosial sekolah yang ada didalam SMK Negeri 2 Kasihan, terlihat dari keadaan
siswa dengan siswa. Dalam interaksi yang terjadi, ada saling sapa antara satu siswa dengan siswa lain. Tidak
hanya siswa yang berada dalam satu angkatan tetapi siswa yang sudah senior dan
junior juga saling sapa. Dalam hal
ini, hubungan sosial antara siswa yang berada di SMK Negeri 2 Kasihan ini baik. Siswa yang berada di
sekolah musik ini tidak hanya berasal dari daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah
saja,
tetapi berasal dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Oleh karena itu,
bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi atau interaksi antara satu siswa
dengan siswa lain berbeda. Apabila memang sudah kenal dekat, dan berasal dari
satu daerah yang samamisal Yogyakarta yang memang sudah keseharian menggunakan
bahasa jawa mereka berinteraksi dengan bahasa jawa. Sedangkan jika berasal dari
daerah yang berbeda mereka menggunakan bahasa nasional Indonesia.
Interaksi
yang terlihat antara siswa dengan guru disini saling terbuka dan baik.
Interaksi tidak hanya saling sapa ketika di lingkungan sekolah saja. Tetapi
ketika diluar sekolah, antar siswa dan guru juga berinteraksi secara tidak
langsung menggunakan alat komunikasi seperti HP. Bahasa yang digunakan antara
siswa dan guru memakai bahasa Indonesia. Hal tersebut terlihat ketika ada salah
seorang siswa yang menyapa gurunya saat bertemu. Antara guru dan siswa juga
tidak terlalu mengekang dan memilki banyak aturan. Guru-guru di Sekolah musik
tersebut tidak otoriter dan santai dalam proses pembelajaran. Antara siswa
dengan guru memilki hubungan yang baik dan terbuka serta tidak kaku. Walaupun
santai tetapi pembelajaran pasti dan siswa tidak menyepelekan. Hal tersebut
diperkuat wawancara dengan salah satu siswa yang bernama Fifi“Enak Mbak, guru
disini tidak galak yang penting kita mematuhi dan tidak menyepelekan”. Tandasnya dengan lugu.
Antara
guru dengan guru juga terjalin dengan baik. Karena dalam sekolah musik yang
menghasilkan orchestra sebagai unggulan dari sekolah musik tersebut. Orchestra
merupakan rangkaian dari beberapa alat musik yang berpadu dan berima secara
beriringan sehingga menghasilkan musik yang senada dan selaras. Hal tersebut
didukung dari adanya kerjasama guru-guru yang mengajari dan melatih siswa untuk
dapat memainkan alat musik dengan berbeda instrumen, beberapa alat musik yang
berbeda yang digabungkan jadi satu perpaduan sehingga menghasilkan bunyi yang
padu. Berkat kerjasama yang baik
dari para guru yang sudah professional, maka orchestra dapat menjadi unggulan
dari sekolah SMK Negeri 2 Kasihan. Selain dari kerjasama melatih para siswa
bermain musik, para guru yang berada di sekolah tersebut juga mengadakan rapat
untuk mempererat hubungan dari para guru.
Antara
warga sekolah di sekolah musik memilki hubungan yang baik dengan guru, siswa
ataupun karyawan. Dengan beberapa acara yang diadakan dalam setiap kegiatan dan
berlatih musik berpengaruh pada intensitas waktu berkumpul yang lebih lama di
sekolah. Sehingga hubungan antara warga sekolah baik siswa, guru dan warga
sekolah yang lain. Setiap acara yang dilaksanakan atau diadakan oleh warga
sekolah misalya saja welcomeparty
sebagai penyambutan siswa atau peserta didik baru yang diadakan oleh kakak
kelas dan dana juga dari siswa sendiri. Kakak kelas XI dan XII bekerjasama
dengan mengadakan acara tersebut untuk penyambutan warga sekolah baru. Sebagai
pengenalan dengan menunjukkan suatu penampilan seni musik dari kakak senior.
Dari serangkaian kegiatan yang dilakukan, dapat mengintegrasikan hubungan yang
harmonis dari seluruh warga sekolah. Kontribusi sekolah musik terhadap warga
sekitar sekolah biasanya dengan pengadaan acara yang dilaksanakan seperti
konser yang dilaksanakan di sekolah dengan mengundang beberapa masyarakat
sekitar yang diundang di acara tersebut untuk ikut menyaksikan konser musik
yang diadakan sekolah.
Budaya Sekolah
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kasihan atau yang lebih dikenal
sebagai Sekolah Menengah Musik (SMM) mempunyai ciri khas dalam basis
pembelajaran musiknya yaitu seni musik klasik. Di sekolah ini, siswa tidak
hanya berasal dari Yogyakarta, namun berasal dari seluruh Indonesia. Perbedaan
latar belakang daerah tersebut tidak mempengaruhi proses belajar. Pengalaman
yang dialami siswa sama halnya dengan proses adaptasi siswa pada umumnya yakni
merasa masih malu ketika masa awal memasuki sekolah. Namun, latar belakang asal
daerah tersebut memunculkan beberapa kendala dalam proses interaksi antara
pihak sekolah dengan orang tua siswa.
Sebagian besar
siswa yang bersekolah di SMK Negeri 2 Kasihan ini memang sudah memiliki bakat
dan minat dalam bidang seni musik sebelumnya. Meskipun terdapat beberapa siswa
yang benar-benar masih awam dalam bidang seni musik, namun hal ini tidak
menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Hal ini karena mereka belum
mengetahui bakatnya dalam bermusik, siswa tentu memiliki minat dalam bidang seni
musik. Selain itu, pihak sekolah juga akan mengarahkan bakat dan minat siswa
untuk mengambil dan menguasai satu jenis mayor instrumen.
Kegiatan-kegiatan
tersebut juga meningkatkan interaksi dan hubungan baik sekolah dengan
masyarakat. Kegiatan yang melibatkan hubungan keduanya misalnya adalah bahwa
pada beberapa kesempatan masyarakat mengundang siswa-siswa dari SMK Negeri 2
Kasihan ketika melaksanakan hajatan. Undangan yang paling sering adalah ketika
perayaan Hari Kemerdekaan, kemudian masyarakat juga sering meminjam gedung
serta alat musik dari SMK Negeri 2 Kasihan.
Budaya yang ada di
dalam Sekolah Menengah Musik ini terlihat dalam beberapa kegiatan rutin yang
dilaksanakan oleh sekolah. Diantaranya adalah kegiatan konser yang terdiri atas
beberapa jenis yakni, Welcome Concert, Anniversary Concert, Home
Concert, dan Farewell Concert. Adapun yang menjadi unggulan dalam
sekolah musik ini adalah “Orkestra”. Keunggulan tersebut dikarenakan “Orkestra”
dianggap dapat mewakili dari semua instrument yang ada.
Salah satu ciri
khas lain yang ada didalam sekolah musik ini adalah sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah menengah kejuruan di Indonesia yang memiliki
satu jurusan yaitu jurusan seni musik klasik. Basis seni musik klasik di SMK
Negeri 2 Kasihan ini telah membuktikan bahwa anak-anak atau para siswa dengan
bakat seni musik yang bukan merupakan aspek eksak dapat berprestasi. Telah
banyak prestasi yang diraih oleh siswa, diantaranya adalah dalam ajang FLS2N
(Festival Lomba Seni Siswa Nasional) hingga meluluskan para lulusan yang
berbakat dan membanggakan di bidang seni musik seperti Oni and Friend dan
Purwacaraka. Memang hampir seluruh prestasi yang diraih oleh siswa SMK Negeri 2
Kasihan adalah prestasi dalam bidang seni musik. Hal ini karena memang siswa
dikembangkan potensinya dalam bidang seni musik. Bahkan dalam pelaksanaan Ujian
Nasional (UN) tidaklah menjadi hal yang istimewa. Hal yang dianggap menjadi
sesuatu istimewa bagi siswa SMK Negeri 2 Kasihan adalah pelaksanaan ujian
kompetensinya, yaitu semua hal mengenai praktek bermusik.
Makna Berprestasi Bagi Siswa
Setiap proses yang dilakukan oleh sesorang tentu mempunyai tujuan
atau pencapaian yang diharapkan atas proses tersebut. Pendidikan merupakan
suatu proses yang dilakukan oleh seorang siswa di sekolah dengan tujuan
tertentu. Salah satu tujuan siswa dalam menjalani pendidikan adalah suatu
pencapaian yang disebut sebagai prestasi. Namun, makna prestasi bagi setiap
siswa tentu akan berbedaterlebih jika lingkungan pendidikan mereka berbeda.
Prestasi tersebut juga menjadi tujuan yang diharapkan pencapaiannya oleh para
siswa di SMK Negeri 2 Kasihan ini.
Bagi para siswa di
SMK Negeri 2 Kasihan, prestasi merupakan hal yang penting dalam proses
pendidikan. Hal ini sangat berarti bagi siswa, dan tentu akan membanggakan
orang tua, sekolah, dan orang-orang terdekat. Jika ditanya mengenai perasaan
diri ketika dapat berprestasi, tentu jawabannya adalah bangga. Namun, prestasi
bagi mereka bukan hanya diorientasikan sebagai pencapaian yang baik dalam
pembelajaran di kelas atau dalam mata pelajaran. Sekolah mereka adalah sekolah
dengan basis musik klasik, sehingga mayoritas prestasi yang mereka raih adalah
prestasi dalam bidang seni musik khususnya seni musik klasik.
Minat mereka yang
didukung oleh bakat yang dimiliki akan disayangkan jika tidak dapat
dikembangkan secara optimal. Mereka merasa bahwa meraih pencapaian atas hal-hal
yang disenangi dan memang bisa dilakukan tanpa adanya paksaan adalah prestasi
yang paling berharga. Belajar seni musik klasik merupakan hal yang menyenangkan
bagi mereka, dengan begitu mereka merasa selalu memiliki rasa senang hati
ketika mempelajarinya. Hal ini tidak akan seperti ketika siswa mempelajari mata
pelajaran yang menjadi wajib, namun sebenarnya siswa tidak berminat dalam bidang
tersebut.
Jadi, menurut para
siswa di SMK Negeri 2 Kasihan, prestasi merupakan kebahagiaan dalam pencapaian
proses yang sesungguhnya. Prestasi bukanlah hal yang dipaksakan, namun murni
dari minat dan bakat siswa yang telah dikembangkan secara optimal. Dengan kata
lain, prestasi merupakan suatu pembuktian atas keberhasilan siswa dalam
berproses melalui pendidikan atas bakat dan minat yang mereka miliki.
Pendidikan Berbasis Seni Musik
Klasik dalam Perspektif Konsep Budaya Sekolah
Pengembangan karakter yang
dilakukan oleh pihak SMK Negeri 2 Kasihan jika dilihat dari konsep budaya
sekolah yang digagas oleh Peterson maka, usaha pengembangan karakter yang
dilakukan oleh sekolah ini dapat dikategorikan dalam model tipe ketiga yaitu
budaya sekolah kolegial. Pada model budaya kolegial tersebut sekolah
sangat memberikan apresiasi dan rekognisi terhadap peran dan dukungan dari
semua pihak. Kejujuran dan komunikasi antarwarga sekolah dapat berlangsung
secara efektif. Itulah sebabnya keterlibatan semua warga sekolah sangat
dihargai dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan sekolah. Semua penyelenggaraan
sekolah direncanakan dan dilaksanakan secara demokratis, dalam suasana penuh
kolegial.Sama halnya dengan SMA Negeri 2 Kasihan yang lebih mengedepankan
peran serta pihak eksternal sekolah dalam meningkatkan mutu peserta didik. Adanya
kerjasama antara seluruh sistem lapisan masyarakat baik dalam keluarga, masyarakat,
dan seluruh warga sekolah dalam meningkatkan pengembangan bakat dan minat
melalui pendidikan berbasis musik klasik menunjukan adanya hubungan yang
harmonis antara pihak sekolah dengan lingkungan sosial mereka.
Dengan adanya peran serta
masyarakat dan pihak keluarga siswa dalam kontrol pendidikan, tidak heran jika
peserta didik SMK Negeri 2 Kasihan memiliki prestasi yang gemilang sesuai
dengan bakat dan minat mereka. Budaya kolegial yang diterapkan menjadi salah
satu motivasi siswa untuk dapat terus berkembang. Terbukti dengan adanya
beberapa siswa yang meraih prestasi baik di tingkat nasional maupun
internasional. Meskipun mayoritas prestasi yang diraih oleh siswa adalah dalam
bidang seni musik klasik namun juga terdapat beberapa prestasi lain yang diraih
di luar musik klasik, misalnya lomba bahasa asing dan lomba mata pelajaran.
Selain itu, terdapat konsep dari Peterson
(1999) yang menjelaskan
“school culture is the behind-the-scenes context that reflects the values,
beliefs, norms, traditions, and rituals that build up over time as people in a
school work together”. Budaya sekolah adalah konteks di belakang layar
sekolah yang menunjukkan nilai-nilai, norma-norma, tradisi-tradisi, ritual-ritual,
yang telah dibangun dalam waktu yang lama oleh semua warga dalam kerja sama di
sekolah. Pada SMK Negeri 2 Kasihan,
budaya sekolah yang terbentuk merupakan warisan dari para penggagas yang
menganggap bahwa seni musik itu penting dalam ranah pendidikan, tidak sekadar
untuk hiburan. Oleh karena itu sekolah melestarikan budaya lama yang telah
menjadi tradisi turun-temurun dan menyesuaikannya dengan perkembangan
masyarakat. Nilai-nilai tradisi yang ada tidak lantas luntur begitu saja karena
telah menjadi vested interest. Hal
ini berarti budaya sekolah tersebut telah terinternalisasi dalam diri warga SMK
Negeri 2 Kasihan.
Lebih dari itu, Peterson juga menambahkan bahwa budaya
sekolah “influences not only the actions of the school population, but also
its motivations and spirit”. Budaya sekolah berpengaruh tidak hanya kepada
kegiatan warga sekolah, tetapi juga motivasi dan semangatnya.Hal ini searah dengan makna berprestasi bagi siswa di SMK
Negeri 2 Kasihan. Bagi para siswa, prestasi merupakan hal penting dalam setiap
proses yang dijalani termasuk dalam menempuh pendidikan. Prestasi bagi mereka bukan hanya diorientasikan sebagai pencapaian
yang baik dalam pembelajaran di kelas atau dalam mata pelajaran. Sekolah mereka
adalah sekolah dengan basis musik klasik, sehingga mayoritas prestasi yang
mereka raih adalah prestasi dalam bidang seni musik khususnya seni musik
klasik. Mereka memaknai
prestasi sebagai pencapaian suaatu tujuan yang dapat diraih atas proses yang
berasal dari minat dan bakat yang mereka miliki dan telah dikembangkan secara
optimal. Oleh karena itu,
siswa meraih hal-hal yang memang benar-benar menjadi cita-cita mereka.
SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan yang telah
dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan potensi siswa di sekolah
merupakan usaha untuk mengembangkan potensi siswa secara
maksimal di sekolah melalui berbagai macam langkah. Salah satu aspek penting
yang berada pada tataran bidang akademik pembelajaran di kelas dan memuat unsur
non akademik dalam praktik dan hasilnya adalah pembelajaran
seni musik. Mengembangkan potensi siswa dapat dilakukan melalui seni musik yang
dijadikan sebagai basis dalam pendidikan. Pendidikan dengan basis seni musik
dapat memunculkan banyak manfaat untuk mengoptimalkan bakat dan minat siswayang
juga akan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu dan pihak-pihak tertentu.
Sehingga, siswa dapat mengenali potensinya yang mana akan berbeda dengan
potensi yang dimiliki oleh siswa yang lainnya.
SMK Negeri 2 Kaihan atau yang
dikenal sebagai Sekolah Menengah Musik telah menerapkan basis seni musik klasik
dalam pendidikan. Pendidikan ini tidak hanya melihat hasil karya akhir siswa,
melainkan melihat dari awal dan proses pengerjaan hasil karya. Dalam hal ini,
siswa akan berlatih untuk membuat karya dengan kreativitasnya karena seni musik
tidak membatasi imajinasi dan ide yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, dengan
bakat dan minat siswa dalam seni musik ini, maka karakter siswa dapat terbentuk
dan siswa akan merasa dihargai atas apa yang mereka miliki sehingga dapat
dikembangkan secara optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Faozi, Ali. 2015. Kultur
Sekolah Di SMK Negeri 2 Kasihan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Spektrum Analisis Kebijakan
Pendidikan. VolIV
Lubis, Nurkumala. 2012. Peran Guru Dan Orang Tua
Dalam Mengembangkan Minat Dan Bakat Anak Tunagrahita Di SLB Negeri Pembina
Yogyakarta. Jurnal E-Societas. Vol1
Moleong, Lexy
J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif.
Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
Mugiarso, Heru, dkk. 2012. Bimbingan dan Konseling. Semarang
: Unnes Press
SMK NEGERI 2 KASIHAN.
2014. The Solution For Tour Future
[Online].Tersedia: http://www.smmyk.sch.id/html/profil.php?id=profil&kode=12. Html (Diakses 22 April 2015 pukul 0:48 WIB)
Suparlan. 2009. Membangun Budaya Sekolah[Online]. Tersedia: http://suparlan.com/70/2009/04/03/membangun-budaya-sekolah/. Html (Diakses 8 Mei 2015 pukul 0:08 WIB)

0 komentar