-->
    BLANTERORBITv102

    MATERI UTBK SOSIOLOGI_SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU

    Senin, 13 September 2021

     A.    SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ILMU SOSIOLOGI

    Kata Sosiologi pertarna kali dipergunakan pada tahun 1839. berasal d
    ari bahasa Latin, socius yang berarti bahasa Yunani, logos yang berarti 'kata’ atau berbicara. Jadi pengertian sosiologi adalah berbicara mengenai masyarakat atau ilmu tentang kemasyarakatan.

     

    Istilah Sosiologi pertama kali diperkenalkan oleh seorang
    Pakar filsafat Prancis yang bernama Auguste Comte Auguste Comte melakukan pengamatan dan menerbitkan beberapa buah buku yang berisi tentang pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat. Comte berpendapat, bahwa ilmu pengetahuan mempunyai urutan-urutan sertentu berdasarkan logika. Penelitian dilakukan melalui tahapan-tahapan sehingga mencapai tahap terakhir, yaitu tahap ilmiah

     

    Tercatat bahwa Sosiologi lahir pada tahun 1842. pada saat Auguste Comte menerbitkan bukunya yang merupakan jilid terakhir yang berjudul Positive-Philosophy. John Stuart Mill pernah memperkenalkan istilah ethology untuk ilmu kemasyarakatan ini. Namun istilah ini tidak populer. Perkembangan pesat Sosiologi terjadi setelah Herbert Spencer menulis buku "Principles of Sociology". Sosiologi berkembang pesat di Amerika Serikat, Perancis, dan Jerman.

     

    Di dalam perkembangannya, muncul tokoh-tokoh Sosiologi Auguste Comte (Perancis). Herbert Spencer (Inggris), Karl Marx (Jerman), Vilfredo Pareto (Italia). Pitirim A. Sorokin (Rusia), Max Weber (Jerman), Steinmetz (Belanda), Charles H. Cooley (Amerika Serikat). Kemudian Sosiologi berkembang sampai ke Indonesia.

     

    B.    OBJEK KAJIAN DAN KARAKTERISTIK ILMU SOSIOLOGI

    Secara material objek kajian Sosiologi adalah manusia. Namun sebagai ilmu, objek kajian Sosiologi adalah masyarakat. Dalam hal ini adalah hubungan antar individu dan proses sebab akibat yang muncul dari hubungan tersebut. Dengan kata lain, objek kajian Sosiologi adalah interaksi sosial di masyarakat serta proses sebab akibat yang muncul dari interaksi sosial tersebut. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi mempunyai beberapa karakteristik atau ciri-ciri, yaitu:

    1.Empiris
    Sosiologi mempelajari masyarakat berdasarkan pada fakta yang ada, tidak bersifat spekulatif. (menduga-duga) merupakan hasil dari observasi di lapangan, dan dipertanggungjawabkan menurut akal sehat.

    2.Teoritis
    Sosiologi berusaha menyusun abstraksi (kesimpulan logis yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi sebuah teori) darihasil observasi sesuai dengan fakta yang ada.

    3.Kumulatif
    Teori-teori sosiologi merupakan pembaruan dari teori-teori yang telah ada sebelumnya yang disempurnakandan memiliki cakupan yang lebih luas
    4.Non-etis
    Sosiologi tidak mempersoalkan baik buruknya suatufenomena tertentu, tetapi menganalisis fenomena tersebut secara objektif.

    TABEL 1.1 CIRI ILMU SOSIOLOGI DAN CONTOH

    CIRI -CIRI

    KETERANGAN (CONTOH )

    EMPIRIS

    ·         Berdasarkan kenyataan dimasyarakat (hasil observasi atau melakukan  pengamatan, penemuan, atau percobaan)

    ·         Dapat dibuktikan kebenarannya, tidak menduga-duga atau berspekulasi

    Liza sedang melakukan observasi Iapangan guna memahami nilai norma masyarakat minang kabau.

    TEORITIS

    ·         Membuat abstraksi dari pengamatan lapangan

    ·         Atau membuat kesimpulan dari pengamatan lapangan.

    Liza menyimpulkan alasan dilakukannya upacara adat marapulai pada  prosesi pernikahan adat Minangkabau sesuai data di Iapangan yang didapat.

    KOMULATIF

    ·         Kesimpulan yang sudah ada kemudian diperbaiki, dikembangkan, dilengkapi bahkan mungkin di sanggah sesuai dengan keadaan terkini.

    Penelitian 1:

    Kenakalan remaja itu, terjadi karena tidak acla keharmonisan dalam keluarga.

    Penelitian 2:

    Kenakalan remaja dipengaruhi karena pergaulan teman sebaya yang cenderung negatii Jadi, penyebab kenakalan remaja yaitu ketidakharmonisan keluarga dan pergaulan teman sebaya yang negatif,

    NON ETIS

    ·         Bebas nilai tidak menilai baik dan buruk sebuah fenomena sosial

    ·         Obyektif

    ·         Netrak tidak memihak

    Liza menjelaskan penyebab terjadinya  praktik sex bebas dikalangan mahsiswa  sesuai data di Iapangan, bukan berdasarkan prasangka pribadi.

     

    C.        POSISI SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN

    CIRI -CIRI

    KETERANGAN (CONTOH )

    ILMU MURNI (PURE SCIENCE)

    ·         Sosiologi sebagai ilmu murni digunakan untuk mendapatkan pengetahuan tentang masyarakat

    Liza sedang melakukan penelitian mengenai penyebab dari konflik di bidang pertanahan yang sering terjadi di Indonesia.

    ILMU TERAPAN (APPLIED SCIENCE)

    ·         Sosiologi sebagai ilmu terapan digunakan untuk memecahkan masalah secara praktis guna memperbaiki kehidupan masyarakat

    Liza melakukan peneliyian mengenai cara pencegahan konflik pertanahan di indonesia  

     

    D.      METODE-METODE DALAM ILMU SOSIOLOGI

    Sosiologi sebagai ilmu dapat digunakan untuk melakukan penelitian sosial, baik dengan metode kuantitatif maupun kualitatif.

    a.      Metode kuantitatif digunakan meneliti fakta yang dapat diukur dengan angka. Penarikan kesimpulan dalam penelitian kuantitatif menggunakan skala, indeks, tabel, dan formula-formula yang berkaitan dengan ilmu Matematika.

    b.      Metode kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan secara mendalam dengan sumber data berupa kata-kata lisan atau tertulis.

    E.    PERSPEKTIF SOSIOLOGI

    Perspektif Sosiologi merupakan cara memandang ataumemahami suatu fenomena berdasarkan keyakinan kita. Perspektif sering disebut juga dengan paradigma. Berikut ini beberapa perspektif dalam sosiologi, yaitu:

    1.    Perspektif Evolusionis

    Perspektif evolusionis yaitu memusatkan perhatian pada pola perkembangan dan perubahan dalam masyarakat yang berbeda. Auguste Comte dan Herbert Spencer adalah tokoh-tokoh perspektif evolusionis.

    2.    Perspektif Interaksionis

    Pusat penekanannya pada interaksi antara individu dan kelompok dengan simbol-simbol. Simbol-simbol tersebut dapat berupa isyarat tanda, dan kata-kata.

    3.    Perspektif Fungsionalis

    Perspektif ini memandang masyarakat sebagai sebuah jaringan yang terorganisasi dan mempunyai aturan ditaati oleh anggotanya.

    4.     Perspektlf Konflik

    Kajian utama perspektlf Inl adatah adanya pertentangan antarkelas dan eksploitasi kelas dalam masyarakat sebagai penggerak utama kekuatan-kekuatan dalam sejarah.

    F.       TEORI-TEORI DALAM SOSIOLOGI

    1.    Auguste Comte

    Auguste Comte mengemukakan tentang positivisme yaitu hukum tentang gejala-gejala sosial, Yang berhubungan dengan perkembangan cara berpikir Yang mendasari perkembangan masyarakat.

    ·         Teologis: menjelaskan gejala sosial dengan bersumber pada kekuatan Tuhan, dewa.

    ·         Metafisika: menjelaskan gejala sosial dengan bersumber pada kekuatan abstrak, gaib.

    ·         Positif: menjelaskan gejala sosial dengan bersumber pada ilmu pengetahuan ilmiah.

    2.    Emile Durkheim        

    Fokus kajian sosiologi menurut Durkheim adalah fakta sosial.

    Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar diri individu tapi memiliki daya paksa atas dirinya. Misal taturan, hukum, kepercayaan, adat istiadat.

    Durkheim juga membagi masyarakat ke dalam 2 tipe solidaritas, antara Iain

    ·      Mekanik: sederhana, homogen, belum ada pembagian kerja, diikat kesadaran kolektif

    ·      Organik: pembagian kerja dengan fungsi masing-masing, saling tergantung sehingga harus bekerja sama.

    3. Karl Marx

    Menurut Marx, sejarah masyarakat merupakan sejarah perjuangan kelas. Ekonomi kapitalisme melahirkan 2 kelas berbeda, yaitu

    ·         Kaum borjuis/kapitalis: orang-orang yang menguasai modal dan alat produksi

    ·         Kaum proletar/buruh: orang-orang yang tidak punya modal dan alat sehingga dieksploitasi

    4. Max Weber

    Fokus kajian sosiologi menurut Weber adalah tindakan sosial.

    Tindakan sosial yaitu tindakan yang mempertimbangkan dan

    berorientasi terhadap kehadiran atau perilaku orang Iain.

    ·         tindakan sosial rasional instrumental, yakni memperhitungkan cara yang digunakan untuk mencapai tujuan

    ·         tindakan sosial rasional berorientasi nilai, yakni memperhitungkan baik atau buruknya suatu tindakan

    ·         tindakan tradisional, yakni tindakan meneruskan tradisi/cara-cara Yang dituntunkan nenek moyang (tanpa pertimbangan rasional)

    ·         tindakan afektif, yakni luapan perasaan atau emosi, bersifat tidak rasional

     

    Kapitalisme muncul dan berkembang bersamaan dengan perkembangan ajaran Calvinisme dalam Protestan. Calvinisme mengajarkan umatnya untuk bekerJa keras, disiplin, hidup Sederhana, dan hemat. Dengan kerja keras umat Calvinis berharap mendapat kemakmuran yang menuntun ke surga



    G.    FUNGSI ILMU SOSIOLOGI

    Menurut Abdulsyani, fungsi Sosiologi dalam masyarabt sebagai berikut.

    a.   Penelitian Sosial

    Ilmu Sosiologi diperlukan untuk mempelajari dan menjelaskan berbagai fenomena sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, fenomena sosial dapat dijelaskan secara empiris.

    b.      Perencanaan Sosial

    Perencanaan sosial merupakan kegiatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan masyarakat secara ilmiah. Perencanaan sosial bertujuan mengatasi kemungkinan terjadinya masalah sosial.

    c.       Pembangunan Sosial

    Pembangunan menurut konsep Sosiologi merupakan proses peningkatan taraf hidup masyarakat berdasarkan realitas sosial atau kondisi masyarakat.

    d.       Pemecahan/Solusi Masalah Sosial

    Masalah sosial merupakan fenomena sosial yang perlu dicari solusinya. Untuk mencari solusi tersebut diperlukan penelitian sosial. Dalam kegiatan penelitian sosial sosiolog mengamati perilaku masyarakat dan masalðh sosial melalui pendekatan Sosiologi. Berdasarkan hasil penelitian, upaya mengatasi/solusi masalah sosial dapat ditemukan, selanjutnya diplikasikan untuk mengatasi masalah sosial

    H.    PERAN SOSIOLOGI

    Menurut Horton dan Hunt, peran sosiolog di dalðm masyarakat, antara Iain:

    1 . Ahli Riset

    Dalam hal ini, para sosiolog melakukan riset ilmiah dan membuat laporan ilmiah. Data yang diperoleh menjadi acuan dalam mengambil kebijakan tentang masalah sosial di masyarakat.

    2.    Konsultan Kebijakan

    Kebijakan sosial merupakan suatu ramalan. Dengan kebijakan ini, suatu persoalan dapat diambil sebuah kebijakan dengan harapan masalah yang muncul dapat dltekan seminimal mungkin.

    3.    Teknisi

    Dalam hal ini seorang sosiolog bekerja sebagai ilmuwan terapan, dimana mereka dapat menggunakan ilmunya dalam mencari nilai-nilai tertentu, seperti efektivitaS suatu program dalam masyarakat.

     

    4.    Guru atau Pendidik

    Dalam hal ini seorang sosiolog dapat menyumbangkan ilmunya di masyarakat agar dapat bermanfaat dalam penyelesaian persoalan sehari-hari dan juga bermanfaat untuk perkembangan illmunya.

     

     

    5.    Pekerja Sosial

    Dalam hal ini, sosiolog membantu individu atau kelompok dalam menghadapi masalah keberfungsian sosialnya secara efektif.