Kata Sosiologi pertarna kali
dipergunakan pada tahun 1839. berasal d
ari bahasa Latin, socius yang berarti
bahasa Yunani, logos yang berarti 'kata’ atau berbicara. Jadi pengertian
sosiologi adalah berbicara mengenai masyarakat atau ilmu tentang kemasyarakatan.
Istilah Sosiologi pertama
kali diperkenalkan oleh seorang
Pakar
filsafat Prancis yang bernama Auguste Comte Auguste Comte melakukan
pengamatan dan menerbitkan beberapa buah buku yang berisi tentang
pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat. Comte berpendapat, bahwa ilmu
pengetahuan mempunyai urutan-urutan sertentu berdasarkan logika. Penelitian dilakukan
melalui tahapan-tahapan sehingga mencapai tahap terakhir, yaitu tahap ilmiah
Tercatat bahwa Sosiologi lahir pada
tahun 1842. pada saat Auguste Comte menerbitkan bukunya yang merupakan jilid terakhir
yang berjudul Positive-Philosophy. John Stuart Mill pernah memperkenalkan
istilah ethology untuk ilmu kemasyarakatan ini. Namun istilah ini tidak populer.
Perkembangan
pesat Sosiologi terjadi setelah Herbert Spencer menulis buku
"Principles of Sociology". Sosiologi berkembang pesat di Amerika Serikat,
Perancis, dan Jerman.
Di dalam perkembangannya, muncul
tokoh-tokoh Sosiologi Auguste Comte (Perancis). Herbert Spencer (Inggris), Karl
Marx (Jerman), Vilfredo Pareto (Italia). Pitirim A. Sorokin (Rusia), Max Weber
(Jerman), Steinmetz (Belanda), Charles H. Cooley (Amerika Serikat). Kemudian
Sosiologi berkembang sampai ke Indonesia.
B.
OBJEK
KAJIAN DAN KARAKTERISTIK ILMU SOSIOLOGI
Secara material objek kajian
Sosiologi adalah manusia. Namun sebagai ilmu, objek kajian Sosiologi adalah masyarakat.
Dalam hal ini adalah hubungan antar individu dan proses sebab akibat yang
muncul dari hubungan tersebut. Dengan kata lain, objek kajian Sosiologi adalah
interaksi
sosial di masyarakat serta proses sebab akibat yang muncul dari interaksi
sosial tersebut. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi mempunyai beberapa karakteristik
atau ciri-ciri, yaitu:
1.Empiris
Sosiologi
mempelajari masyarakat berdasarkan pada fakta yang ada, tidak bersifat
spekulatif. (menduga-duga) merupakan hasil dari observasi di lapangan, dan
dipertanggungjawabkan menurut akal sehat.
2.Teoritis
Sosiologi
berusaha menyusun abstraksi (kesimpulan logis yang bertujuan untuk
menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi sebuah teori) darihasil observasi sesuai
dengan fakta yang ada.
3.Kumulatif
Teori-teori
sosiologi merupakan pembaruan dari teori-teori yang telah ada sebelumnya yang
disempurnakandan memiliki cakupan yang lebih luas
4.Non-etis
Sosiologi
tidak mempersoalkan baik buruknya suatufenomena tertentu, tetapi menganalisis
fenomena tersebut secara objektif.
TABEL
1.1 CIRI ILMU SOSIOLOGI DAN CONTOH
|
CIRI -CIRI |
KETERANGAN (CONTOH ) |
|
EMPIRIS |
|
|
·
Berdasarkan
kenyataan dimasyarakat (hasil observasi atau melakukan pengamatan, penemuan, atau percobaan) ·
Dapat
dibuktikan kebenarannya, tidak menduga-duga atau berspekulasi |
Liza sedang melakukan observasi Iapangan
guna memahami nilai norma masyarakat minang kabau. |
|
TEORITIS |
|
|
·
Membuat
abstraksi dari pengamatan lapangan ·
Atau
membuat kesimpulan dari pengamatan lapangan. |
Liza menyimpulkan alasan dilakukannya
upacara adat marapulai pada prosesi
pernikahan adat Minangkabau sesuai data di Iapangan yang didapat. |
|
KOMULATIF |
|
|
·
Kesimpulan
yang sudah ada kemudian diperbaiki, dikembangkan, dilengkapi bahkan mungkin
di sanggah sesuai dengan keadaan terkini. |
Penelitian 1: Kenakalan remaja itu, terjadi karena
tidak acla keharmonisan dalam keluarga. Penelitian 2: Kenakalan remaja dipengaruhi karena
pergaulan teman sebaya yang cenderung negatii Jadi, penyebab kenakalan remaja
yaitu ketidakharmonisan keluarga dan pergaulan teman sebaya yang negatif, |
|
NON ETIS |
|
|
·
Bebas
nilai tidak menilai baik dan buruk sebuah fenomena sosial ·
Obyektif
·
Netrak
tidak memihak |
Liza menjelaskan penyebab terjadinya
praktik sex bebas dikalangan mahsiswa sesuai data di Iapangan, bukan berdasarkan
prasangka pribadi. |
C.
POSISI SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
|
CIRI -CIRI |
KETERANGAN (CONTOH ) |
|
ILMU MURNI (PURE SCIENCE) |
|
|
·
Sosiologi
sebagai ilmu murni digunakan untuk mendapatkan pengetahuan tentang masyarakat
|
Liza sedang melakukan penelitian
mengenai penyebab dari konflik di bidang pertanahan yang sering terjadi di Indonesia. |
|
ILMU TERAPAN (APPLIED SCIENCE) |
|
|
·
Sosiologi
sebagai ilmu terapan digunakan untuk memecahkan masalah secara praktis guna
memperbaiki kehidupan masyarakat |
Liza melakukan peneliyian mengenai cara
pencegahan konflik pertanahan di indonesia |
D.
METODE-METODE
DALAM ILMU SOSIOLOGI
Sosiologi sebagai ilmu dapat digunakan
untuk melakukan penelitian sosial, baik dengan metode kuantitatif maupun
kualitatif.
a.
Metode
kuantitatif digunakan meneliti fakta yang dapat diukur dengan
angka. Penarikan kesimpulan dalam penelitian kuantitatif menggunakan skala, indeks,
tabel, dan
formula-formula yang berkaitan dengan ilmu Matematika.
b.
Metode
kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan secara mendalam
dengan sumber data berupa kata-kata lisan atau tertulis.
E.
PERSPEKTIF
SOSIOLOGI
Perspektif Sosiologi merupakan cara
memandang ataumemahami suatu fenomena berdasarkan keyakinan kita. Perspektif
sering disebut juga dengan paradigma. Berikut ini beberapa perspektif dalam
sosiologi, yaitu:
1.
Perspektif Evolusionis
Perspektif evolusionis yaitu
memusatkan perhatian pada pola perkembangan dan perubahan dalam masyarakat yang
berbeda. Auguste Comte dan Herbert Spencer adalah tokoh-tokoh perspektif
evolusionis.
2.
Perspektif Interaksionis
Pusat penekanannya pada interaksi
antara individu dan kelompok dengan simbol-simbol. Simbol-simbol tersebut dapat
berupa isyarat tanda, dan kata-kata.
3.
Perspektif Fungsionalis
Perspektif ini memandang
masyarakat sebagai sebuah jaringan yang terorganisasi dan mempunyai aturan
ditaati oleh anggotanya.
4.
Perspektlf Konflik
Kajian utama perspektlf Inl adatah
adanya pertentangan antarkelas dan eksploitasi kelas dalam masyarakat sebagai
penggerak utama kekuatan-kekuatan dalam sejarah.
F.
TEORI-TEORI
DALAM SOSIOLOGI
1.
Auguste Comte
Auguste Comte mengemukakan
tentang positivisme yaitu hukum tentang gejala-gejala sosial, Yang berhubungan
dengan perkembangan cara berpikir Yang mendasari perkembangan masyarakat.
·
Teologis:
menjelaskan gejala sosial dengan bersumber pada kekuatan Tuhan, dewa.
·
Metafisika:
menjelaskan gejala sosial dengan bersumber pada kekuatan abstrak, gaib.
·
Positif:
menjelaskan gejala sosial dengan bersumber pada ilmu pengetahuan ilmiah.
2.
Emile Durkheim
Fokus kajian sosiologi menurut
Durkheim adalah fakta sosial.
Fakta sosial adalah cara bertindak,
berpikir, dan berperasaan yang berada di luar diri individu tapi memiliki daya
paksa atas dirinya. Misal taturan, hukum, kepercayaan, adat
istiadat.
Durkheim juga membagi masyarakat ke
dalam 2 tipe solidaritas, antara Iain
·
Mekanik:
sederhana, homogen, belum ada pembagian kerja, diikat kesadaran kolektif
·
Organik:
pembagian kerja dengan fungsi masing-masing, saling tergantung sehingga harus
bekerja sama.
3. Karl Marx
Menurut Marx, sejarah masyarakat
merupakan sejarah perjuangan kelas. Ekonomi kapitalisme melahirkan 2 kelas
berbeda, yaitu
·
Kaum
borjuis/kapitalis: orang-orang yang menguasai modal dan alat produksi
·
Kaum
proletar/buruh: orang-orang yang tidak punya modal dan alat sehingga
dieksploitasi
4. Max Weber
Fokus
kajian sosiologi menurut Weber adalah tindakan sosial.
Tindakan
sosial yaitu tindakan yang mempertimbangkan dan
berorientasi
terhadap kehadiran atau perilaku orang Iain.![]()
·
tindakan
sosial rasional instrumental, yakni memperhitungkan cara yang digunakan untuk
mencapai tujuan
·
tindakan
sosial rasional berorientasi nilai, yakni memperhitungkan baik atau buruknya
suatu tindakan
·
tindakan
tradisional, yakni tindakan meneruskan tradisi/cara-cara Yang dituntunkan nenek
moyang (tanpa pertimbangan rasional)
·
tindakan
afektif, yakni luapan perasaan atau emosi, bersifat tidak rasional
Kapitalisme muncul dan berkembang
bersamaan dengan perkembangan ajaran Calvinisme dalam Protestan. Calvinisme
mengajarkan umatnya untuk bekerJa keras, disiplin, hidup Sederhana, dan hemat.
Dengan kerja keras umat Calvinis berharap mendapat kemakmuran yang menuntun ke
surga
G. FUNGSI ILMU SOSIOLOGI
Menurut Abdulsyani, fungsi
Sosiologi dalam masyarabt sebagai berikut.
a.
Penelitian Sosial
Ilmu
Sosiologi diperlukan untuk mempelajari dan menjelaskan berbagai fenomena sosial
dalam masyarakat. Dengan demikian, fenomena sosial dapat dijelaskan secara
empiris.![]()
b.
Perencanaan Sosial
Perencanaan
sosial merupakan kegiatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan masyarakat
secara ilmiah. Perencanaan sosial bertujuan mengatasi kemungkinan terjadinya
masalah sosial.
c.
Pembangunan Sosial
Pembangunan menurut konsep
Sosiologi merupakan
proses peningkatan taraf hidup
masyarakat berdasarkan realitas sosial atau kondisi masyarakat.
d. Pemecahan/Solusi
Masalah Sosial
Masalah sosial merupakan
fenomena sosial yang perlu dicari solusinya. Untuk mencari solusi tersebut
diperlukan penelitian sosial. Dalam kegiatan penelitian sosial sosiolog
mengamati perilaku masyarakat dan masalðh
sosial melalui pendekatan Sosiologi.
Berdasarkan hasil penelitian, upaya mengatasi/solusi
masalah sosial dapat
ditemukan, selanjutnya diplikasikan
untuk mengatasi masalah sosial
H. PERAN SOSIOLOGI
Menurut Horton dan Hunt,
peran sosiolog di dalðm masyarakat, antara Iain:
1 . Ahli Riset
Dalam hal ini, para
sosiolog melakukan riset ilmiah dan membuat laporan ilmiah. Data yang diperoleh
menjadi acuan dalam mengambil kebijakan tentang masalah sosial di masyarakat.
2.
Konsultan Kebijakan
Kebijakan sosial merupakan
suatu ramalan. Dengan kebijakan ini, suatu persoalan dapat diambil sebuah
kebijakan dengan harapan masalah yang muncul dapat dltekan seminimal mungkin.![]()
3.
Teknisi
Dalam hal ini seorang
sosiolog bekerja sebagai ilmuwan terapan, dimana mereka dapat menggunakan
ilmunya dalam mencari nilai-nilai tertentu, seperti efektivitaS suatu program
dalam masyarakat.
4. Guru
atau Pendidik
Dalam
hal ini seorang sosiolog dapat menyumbangkan ilmunya di masyarakat agar dapat
bermanfaat dalam penyelesaian persoalan sehari-hari dan juga bermanfaat untuk
perkembangan illmunya.
5. Pekerja
Sosial


0 komentar