-->
    BLANTERORBITv102

    MATERI UTBK SOSIOLOGI_NILAI DAN NORMA

    Senin, 13 September 2021


     

    A. NILAI SOSIAL

    Menurut Soerjono Soekanto, nilai sosia! adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa Yang dianggap dan apa Yang dianggap buruk. Adapun menurut Andrain dalam Elly M Setiadi dan Usman Kolip (2011), nilai memiliki enam ciri berikut,

    a.       Umum dan abstrak

    b.       Konsepsional.

    c.        Mengandung kualitas moral.

    d.       Tidak selamanya realistik.

    e.       Dalam situasi kehidupan masyarakat Yang nyata, nilai-nilai bersifat campuran.

    f.         Cenderung bersifat stabil, sukar berubah karena nilai telah melembaga atau mendarah daging.

     

    Secara umum kita bisa memahami ciri sosiologi sebagai berikut:

    Ciri -ciri

    Contoh

    Diambil dari proses interaksi sosial

    Seseorang yang terbiasa disiplin karena sejak dini disosialisasikan

    Nilai di sebarkan melalui proses belajar

    Nilai nilai dalam keluarga ataupu masyakat di dapat dari proses belajar individu

    Ukuran dalam menentukan aturan sosial dalam masyarakat

    Budaya tepat waktu dalam keseharian

    Memepengaruhi individu

    Nilai kesopanan yang diajarkan akan menunjang perkembangan individu

    Memengaruhi perbedaan dalam masyarakat

    Saling menghargai toleransi akan mengurangi konflik dalam masyarakat

    Saling berhubungan dan membentuk sistem nilai

    System nilai di sekolah terdiri dari nilai kesopanan, kemandirian, kedisplinan dan lainya.

     

    1.    Jenis-jenis Nilai Sosial

    Menurut Notonegoro, nilai sosial dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut.

    a.       Nilai material, segala sesuatu yang berguna bagi jasmani atau kebutuhan fisik manusia. Contoh: pangan, sandangï dan papan.

    Contohnya baju sebagai kebutuhan sandang manusia, makanan sebagai kebutuhan pangan manusia, rumah sebagai kebutuhan papan manusia,

    b.       Nilai vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas-aktivitasnya. Contoh: cangkul bagi petani, sepeda motor bagi tukang ojek.

    Contohnya buku dan alat tulis " memiliki nilai vital bagi seorang pelajar

     

    c.        Nilai kerohanian,  segala sesuatu yang berguna bagi kebutuhan rohani manusia. Nilai ini dapat dibagi menjadi 4, yaitu:

    1)     nilai kebenaran, yaitu nilai yang bersumber pada akal manusia (cipta); Contohnya manusia merasa tenang ketika berkata kebenaran dan tidak bohong.

    2)     nilai keindahan, yaitu nilai yang bersumber pada unsur perasaan (estetika); Contohnya manusia merasa kagum dan tenang melihat pemandangan alam yang indah.

    3)     nilai moral, yaitu nilai yang bersumber pada unsur kehendak (karsa); serta contohnya adalah ketika individu tidak menyakiti orang lain akan merasa lebih bahagia

    4)     nilai keagamaan, yaitu nilai yang bersumber pada   wahyu Tuhan (revelasi).contoh manusia akan merasa tenang, tentram dan puas Ketika melakukan kegiatan agama yang baik.

    Menurut ciri-cirinya, dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

    a.       Nilai dominan, yaítu nilai yang dianggap lebih penting dari nilai Iainnya. Contohnya masyarakat Pedesaan lebih menghargai kejujuran dibandingkan dengan kekayaan. Ukuran yang digunakan dalam menentukan nilai dominan didasarkan pada hal berikut.

    1.)    Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut.

    2.)    Lamanya nilai tersebut dianut oleh anggota kelompok.

    3.)    Tingginya usaha yang dilakukan untuk mempertahankan nilai tersebut.

    4.)    Tingginya kedudukan (prestise) orang-orang yang menjalankan nilai tersebut

    b.       Nilai yang mendarah daging (interna/ized value), Yaitu nilai yang sudah menjadi kebiasaan dan apabila tidak melakukan ia merasa malu dan bersalah. Contohnya seorang ayah yang tidak bisa menafkahi keluarga karena sakit, membuatnya merasa sangat bersalah

    c.        Nilai Instrumental, yaitu nilai yang bersifat dinamis sehingga fleksibel atau tidak kaku terhadap adanya hukum. Nilai instrumental biasanya terdapat pada kelompok primer yang anggotanya saling memiliki rasa empati, misalnya keluarga.

    2. Fungsi Nilai Sosial

    a.    Memotivasi manusia berperilaku sesuai peran yang diharapkan.

    b.    Mengarahkan masyarakat untuk berpikir dan bertingkah Iaku.

    c.    Sebagai pengawas, pernbatas, dan pendorong perilaku masyarakat.

    d.    Memberi harapan yang baik dan sikap bertanggung jawab.

    e.    Alat solidaritas masyarakat.

    f.     Sebagai penentu status sosial.

     

    B. NORMA SOSIAL

    1.     Norma Sosial Berdasarkan Daya Ikatnya/ Berat Ringannya Sanksi

    a.    Usage (Tata Cara)

    Tata cara adalah bentuk perilaku yang wajar dilakukan seseorang dalam masyarakat. Norma ini menunjuk pada bentuk perbuatan yang sanksinya paling ringan. Pelanggaran terhadap norma ini hanya menimbulkan celaan. Contohnya adalah cara makan dengan tangan kanan.

    b.  Folkways (Kebiasaan)

    Kebiasaan adalah cara yang dilakukan berulang- ulang. Misalnya mengucapkan salam apabila masuk  rumah. Sanksinya lebih berat, apabila melanggar dapat ditegur, disindir, atau digunjingkan.

     

    c.   Mores (Tata Kelakuan)

    Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan mengenai anjuran dan Iarangan dalam kehidupan masyarakat. Norma ini bersumber pada filsafat, ajaran agama, ataupun keyakinan dan ideologi yang dianut masyarakat. Orang yang melanggar dicap sebagai penjahat. Contohnya adalah dilarang berjudi, mencurit dan menggunakan narkoba,

    d.  Customs (Adat Istiadat)

    Adat istiadat merupakan pera turan tidak tertulis yang mempunyai sanksi yang tegas. Contohnya adalah perceraian di salali satu masyarakat di Lampung dapat dikeluarkan dari anggota adat.

    e.  Hukum (Laws)

    Hukum adalah sekumpulan aturan tertulis dalam masyarakat yang berisi tentang perintah dan larangan agar tercipta keteraturan sosial dalam kehidupan sosial dalam kehidupan masyarakat. Contohnya menggunakan helm saat berkendara menggunakan sepeda motor.

     

    2.     Norma sosial secara umum

    a.     Norma formal

    Undang-undang dasar  dan pearturan daerah

    b.     Norma non formal

    Larangan dan anjuran

    3.     Norma Sosial Berdasarkan Sumbernya

    a.     Norma Agama

    Aturan-aturan yang bersumber dari ajaran agama.

    b.     Norma kesopanan atau Etika

    Segala peraturan yang berkaitan dengan Interaksi sosial.

    c.     Norma kesusilaan

    Ketentuan yang bersumber pada hati nurani, moral, atau filsafat hidup

    d.    Norma Hukum

    Peraturan tertulis yang bersumber pada kitab Undang-Undang Negara.

    3. Fungsi Norma Sosial

    Berikut ini adalah fungsi norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat
    a. Sebagai wahana untuk menertibkan kehidupan sosial

    a.       Sebagai pedoman bertingkah laku di masyarakat.

    Sebagai alat kontrol sosial di masyarakat.