A. NILAI SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto,
nilai sosia! adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa Yang
dianggap dan apa Yang dianggap buruk. Adapun menurut Andrain dalam Elly M
Setiadi dan Usman Kolip (2011), nilai memiliki enam ciri berikut,
a. Umum dan abstrak
b. Konsepsional.
c.
Mengandung
kualitas moral.
d. Tidak selamanya realistik.
e. Dalam situasi kehidupan
masyarakat Yang nyata, nilai-nilai bersifat campuran.
f.
Cenderung
bersifat stabil, sukar berubah karena nilai telah melembaga atau mendarah
daging.
Secara
umum kita bisa memahami ciri sosiologi sebagai berikut:
|
Ciri -ciri |
Contoh |
|
Diambil dari proses interaksi sosial |
Seseorang yang terbiasa disiplin karena
sejak dini disosialisasikan |
|
Nilai di sebarkan melalui proses
belajar |
Nilai
nilai dalam keluarga ataupu masyakat di dapat dari proses belajar individu |
|
Ukuran dalam menentukan aturan sosial
dalam masyarakat |
Budaya tepat waktu dalam keseharian |
|
Memepengaruhi individu |
Nilai
kesopanan yang diajarkan akan menunjang perkembangan individu |
|
Memengaruhi perbedaan dalam masyarakat |
Saling menghargai toleransi akan mengurangi
konflik dalam masyarakat |
|
Saling berhubungan dan membentuk sistem
nilai |
System
nilai di sekolah terdiri dari nilai kesopanan, kemandirian, kedisplinan dan
lainya. |
1. Jenis-jenis Nilai Sosial
Menurut Notonegoro, nilai
sosial dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut.
a. Nilai material, segala
sesuatu yang berguna bagi jasmani atau kebutuhan fisik manusia. Contoh: pangan,
sandangï dan papan.
Contohnya
baju sebagai kebutuhan sandang manusia, makanan sebagai kebutuhan pangan
manusia, rumah sebagai kebutuhan papan manusia,
b. Nilai vital, segala sesuatu
yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas-aktivitasnya. Contoh: cangkul
bagi petani, sepeda motor bagi tukang ojek.
Contohnya
buku dan alat tulis " memiliki nilai vital bagi seorang pelajar
c.
Nilai
kerohanian, segala sesuatu yang berguna
bagi kebutuhan rohani manusia. Nilai ini dapat dibagi menjadi 4, yaitu:
1)
nilai
kebenaran, yaitu nilai yang bersumber pada akal manusia (cipta); Contohnya
manusia merasa tenang ketika berkata kebenaran dan tidak bohong.
2)
nilai
keindahan, yaitu nilai yang bersumber pada unsur perasaan (estetika); Contohnya
manusia merasa kagum dan tenang melihat pemandangan alam yang indah.
3)
nilai
moral, yaitu nilai yang bersumber pada unsur kehendak (karsa); serta
contohnya adalah ketika individu tidak
menyakiti orang lain akan merasa lebih bahagia
4)
nilai
keagamaan, yaitu nilai yang bersumber pada
wahyu Tuhan (revelasi).contoh manusia akan merasa tenang, tentram dan puas Ketika
melakukan kegiatan agama yang baik.
Menurut ciri-cirinya, dapat
dibagi menjadi 3, yaitu:
a. Nilai dominan, yaítu nilai
yang dianggap lebih penting dari nilai Iainnya. Contohnya masyarakat Pedesaan lebih menghargai kejujuran dibandingkan dengan kekayaan. Ukuran
yang digunakan dalam menentukan nilai dominan didasarkan pada hal berikut.
1.) Banyaknya orang yang
menganut nilai tersebut.
2.) Lamanya nilai tersebut
dianut oleh anggota kelompok.
3.) Tingginya usaha yang
dilakukan untuk mempertahankan nilai tersebut.
4.) Tingginya kedudukan
(prestise) orang-orang yang menjalankan nilai tersebut
b. Nilai yang mendarah daging (interna/ized value), Yaitu nilai yang sudah
menjadi kebiasaan dan apabila tidak melakukan ia merasa malu dan bersalah.
Contohnya seorang ayah yang tidak bisa menafkahi keluarga karena sakit,
membuatnya merasa sangat bersalah![]()
c.
Nilai
Instrumental, yaitu nilai yang bersifat dinamis sehingga fleksibel atau tidak
kaku terhadap adanya hukum. Nilai instrumental biasanya terdapat pada kelompok
primer yang anggotanya saling memiliki rasa empati, misalnya keluarga.
2. Fungsi Nilai Sosial
a.
Memotivasi
manusia berperilaku sesuai peran yang diharapkan.
b.
Mengarahkan
masyarakat untuk berpikir dan bertingkah Iaku.
c.
Sebagai
pengawas, pernbatas, dan pendorong
perilaku masyarakat.
d.
Memberi
harapan yang baik dan sikap bertanggung jawab.
e.
Alat
solidaritas masyarakat.
f.
Sebagai
penentu status sosial.
B. NORMA SOSIAL
1.
Norma Sosial Berdasarkan
Daya Ikatnya/ Berat Ringannya Sanksi
a.
Usage (Tata Cara)
Tata cara adalah bentuk
perilaku yang wajar dilakukan seseorang
dalam masyarakat. Norma ini menunjuk pada bentuk perbuatan yang sanksinya
paling ringan. Pelanggaran terhadap norma ini hanya menimbulkan celaan.
Contohnya adalah cara makan dengan tangan kanan.
b. Folkways
(Kebiasaan)
Kebiasaan adalah cara yang dilakukan berulang-
ulang. Misalnya mengucapkan salam apabila
masuk ![]()
rumah. Sanksinya lebih berat, apabila
melanggar
dapat ditegur, disindir, atau
digunjingkan.
c.
Mores (Tata Kelakuan)
Tata kelakuan adalah sekumpulan
perbuatan
mengenai anjuran dan Iarangan dalam
kehidupan
masyarakat. Norma ini bersumber pada
filsafat,
ajaran agama, ataupun keyakinan dan
ideologi
yang dianut masyarakat. Orang yang
melanggar
dicap sebagai penjahat. Contohnya
adalah dilarang
berjudi, mencurit dan menggunakan narkoba,
d. Customs
(Adat Istiadat)
Adat istiadat merupakan pera turan
tidak tertulis yang mempunyai sanksi yang tegas. Contohnya adalah perceraian di
salali satu masyarakat di Lampung dapat dikeluarkan dari anggota adat.
e. Hukum (Laws)
Hukum adalah sekumpulan aturan
tertulis dalam masyarakat yang berisi tentang perintah dan larangan agar
tercipta keteraturan sosial dalam kehidupan sosial dalam kehidupan masyarakat.
Contohnya menggunakan helm saat berkendara menggunakan sepeda motor.
2.
Norma sosial secara umum
a.
Norma formal
Undang-undang dasar dan pearturan daerah
b.
Norma non formal
Larangan dan anjuran
3.
Norma Sosial Berdasarkan Sumbernya
a. Norma Agama
Aturan-aturan yang bersumber dari ajaran agama.
b. Norma kesopanan atau Etika
Segala peraturan yang berkaitan dengan Interaksi sosial.
c. Norma kesusilaan
Ketentuan yang bersumber pada hati nurani, moral, atau
filsafat hidup
d. Norma Hukum
Peraturan tertulis yang bersumber pada kitab
Undang-Undang Negara.
3. Fungsi Norma Sosial
Berikut ini adalah fungsi norma sosial dalam kehidupan
bermasyarakat
a. Sebagai wahana untuk menertibkan kehidupan
sosial
a.
Sebagai pedoman bertingkah
laku di masyarakat.


0 komentar