1. Tindakan Sosial
a. Tindakan
sosial instrumental
Tindakan sosial instrumental
adalah tindakan yang bersifat rasional atau masuk akal. Tujuan tindakan ini
dipertimbangkan secara matang untuk mencapai tujuan yang sudah diperhitungkan.
Misalnya, ketika membeli gadget, kita akan mempertimbangkan terlebih dahulu
jenis, spesifikasi, hingga harganya.
b. Tindakan
sosial berorientasi nilai
Tindakan sosial berorientasi nilai
dilakukan karena tindakan tersebut dianggap baik dan benar di mata masyarakat,
namun tujuan dari tindakan tersebut tidak terlalu diperhitungkan. Contohnya,
menggunakan tangan kanan ketika memberi atau menerima sesuatu karena
masyarakat menganggap penggunaan tangan kanan lebih sopan dibandingkan tangan
kiri.
c. Tindakan
sosial tradisional
Tindakan sosial tradisional
dilakukan tanpa perhitungan yang matang, namun karena kebiasaan yang sudah ada
di lingkungan masyarakat. Selain itu, tidak ada rencana dalam melakukan
tindakan ini, karena hanya meniru atau mengulang tindakan yang telah dilakukan
sebelumnya. Misalnya, kebiasaan balimau masyarakat Minangkabau yang dilakukan
saat menyambut bulan Ramadhan.
d. Tindakan
afektif
Tindakan afektif adalah tindakan
irasional yang terjadi secara spontan. Sebagian besar tindakan ini didorong
oleh perasaan dan emosi, tanpa perhitungan yang matang. Misalnya, tindakan
seorang ibu yang langsung memeluk anaknya yang sedang menangis, karena
tindakan tersebut merupakan ungkapan kasih sayang yang dilakukan tanpa perlu
pertimbangan sebelumnya.
2. Definisi Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah
hubungan dinamis yang terjadi antarindividu,
Individu dengan kelompok, dan kelompok
dengan kelompok. Interaksi sosial bisa berwujud
kerja sama atau pun persaingan,
Ciri-ciri interaksi sosial
menurut Charles P.Loomis (ahli
sosiologi dari Amerika Serikat) sebagai
berikut:
a.
Jumlah pelaku dua orang atau lebih
b.
Terdapat komunikasi dengan menggunakan symbol simbol atau
lambang
c.
Terdapat tujuan yang akan dicapai
d.
Terdapat dimensi waktu, meliputi masa lalu, masa kini, dan
masa mendatang
3.
Terjadinya
Interaksi Sosial
Interaksi
sosial bisa berjalan sesuai dengan harapan, namun terkadang berjalan tidak
dengan harapan. Syarat terjadinya interaksi yaitu kontak sosial (social
contact) dan komunikasi (communication).
a.
Kontak sosial, terjadi ketika dua
individu/kelompok berhubungan, Kontak sosial terjadi apabila ada respons dari
pihak lain. Kontak sosial dapat dibedakan dalam beberapa bentuk berikut.
1)
Berdasarkan Caranya
Berdasarkan
cara dilakukannya, kontak sosial dibedakan menjadi kontak sosial langsung dan
tidak langsung. Kontak sosial langsung, yaitu pihak komunikator menyarnpaikan pesan secara langsung kepada pihak komunikan.
Kontak sosial dapat terbentuk secara bertatap muka (face to face) atau
menggunakan media. Kontak sosial tidak langsung, yaitu kornunikator
menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga.
2)
Berdasarkan Prosesnya
Berdasarkan
prosesnya, kontak sosial dibedakan menjadi kontak sosial primer dan sekunder.
Kontak sosial primer, yaitu hubungan sosial antara komunikator dan komunikan
secara langsung. Kontak sosial sekunder, yaitu komunikator menyampaikan
pesannya melalui pihak ketiga atau media komunikasi.
b.
Kornunikasi, yaitu proses pengiriman pesan atau berita antara dua orang atau
rebih sehingga pesan tersebut bisa dipahami penerima pesan. Aspek penting
dalarn komunikasi adalah dengan munculnya penafsiran seseorang terhadap pesan/
berita yang diterima. Berikut ini adalah beberapa komponen dalam proses
komunikasi.
1) Pihak pengirim pesan (komunikator)
2) Pihak yang menerima pesan
(komunikan)
3) Pesan yang akan disampaikan
4) Respons atau tanggapan dari
penerima pesan
4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Interaksi Sosial
Interaksi sosial disebabkan oleh beberapa faktor:
a.
Imitasi, yaitu kecenderungan
meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara
berlebihan
Contohnya :
b.
Identifikasi, yaitu kecenderungan atau
keinginan dalarn diri seseorang untuk menjadi sama persis
(identik) dengan pihak lain yang biasanya
berkaitan dengan idola,
c.
Sugesti, yaitu sikap pandangan,
dan pendapat orang lain yang diterima tanpa dipikir ulang,
d.
Motivasi adalah dorongan,
pengaruh, atau stimulus yang dapat bersumber dari diri sendiri, maupun
diberikan oleh orang lain kelompok lain. Pihak
yang diberikan motivasi akan tetap bersikap
kritis, rasional dan bertanggungjawab
e.
Simpati, yaitu suatu proses
ketika seseorang merasa tertarik kepada pihak lain berkaitan dengan perilaku
atau penampilannya
f.
Empati, yaitu kemampuan untuk
merasakan keadaan orang lain dan ikut merasakan situasi yang
dialami atau dirasakan orang lain.
5. Sifat interaksi Sosial
Berikut ini adalah beberapa sifat interaksi sosial
a. Aksidental dan tidak
direncanakan, yaitu interaksi yang terjadi secara spontan, misalnya menyapa kawan ketika bertemu di jalan
b. Berulang, yaitu interaksi
sosial yang terjadi secara berulang ulan, misalnya setiap pagi Andi berpamitan kepada ayah dan ibunya setiap
berangkat ke sekolah
c. Teratur yaitu interaksi
yang terjadi dengan pola sama dan konsisten, misalnya setiap hari makan malam
bersama keluarga
d. Disengaja, yaitu interaksi
yang terjadi karena sengaja/ direncanakan, misalnya rapat warga kampung yang
dilakukan setiap sebulan sekali.
e. Resiprokal, yaitu
interaksi yang mengandung makna timbal balik. Dalarn
interaksi sosial dibutuhkan respon dari
lawan bicara/pihak lain.
f.
Pelakunya dua orang atau lebih, berarti interaksimsosial
harus dilakukan oleh dua orang atau lebih. Interaksi tidak dapat terjadi pada satu orang saja.
6.
TEORI INTERAKSI
SOSIAL
Dalam ilmu sosiologi, terdapat
beberapa teori yang menjelaskan tentang interaksi sosial. Interaksionisme
Simbolik, Definisi Situasi dan Dramaturgi.
a.
Interaksionisme simbolik
Teori ini dikemukakan oleh George
Herbert Mead. Menurutnya interaksi yang dilakukan manusia adalah dengan
menggunakan simbol-simbol atau tanda-tanda yang memiliki makna. Ada 3 pokok
pikiran dalam interaksionisme simbolik
1) Manusia
bertindak (act) terhadap sesuatu (thing) atas dasar makna (meaning). Contohnya
ketika upacara, kita berdiri tegak menghormati (act) sang saka merah putih
(thing) atas dasar rasa nasionalisme (meaning).
2) Makna
yang dimiliki berasal dari interaksi sosial antar individu.
3) Makna
diperlakukan atau diubah melalui suatu proses penafsiran yang digunakan orang
dalam menghadapi sesuatu yang dijumpainya
b.
Teori Definisi Situasi
Menurut William I. Thomas, manusia
tidak langsung bereaksi ketika mendapatkan rangsangan dari luar. Tindakan
individu selalu didahului dengan tahap penilaian dan pertimbangan. Jadi
rangsangan yang didapatkan, diseleksi terlebih dahulu melalui proses
penafsiran situasi atau pembuatan definisi yang kemudian menghasilkan sebuah
makna. Teori ini terbagi menjadi 2, ada yang dihasilkan secara spontan dan ada
yang dibuat oleh masyarakat, keluarga, teman dan komunitas.
c.
Teori Dramaturgi
Teori ini yang dikemukakan oleh Erving
Goffman ini melihat bahwa kehidupan sosial itu seperti pertunjukan dalam
pentas seni. Menurut teori ini interaksi sosial berlangsung secara belakang
panggung (backstage) dan depan panggung (front stage). Interaksi yang terjadi
akan berbeda ketika manusia berada di belakang panggung dan depan panggung.
Seperti contohnya pesepakbola yang
terlihat tegas dan galak dalam menghadapi lawan di lapangan, ketika pulang ke
rumah dia menjadi orang yang lembut dan periang sesaat bertemu dengan anak dan
istri yang selalu menunggu kehadirannya di tempat tinggal.
1.
Proses Asosiatif
Proses
asosiatif merupakan jenis interaksi sosial yang mengarah pada persatuan dan
dapat meningkatkan hubungan solidaritas antara individu/kelompok. Berbagai
jenis proses asosiatif sebagai berikut.
a.
Kerja Sama (Cooperation)
Kerja sama merupakan usaha
bersama antara perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan
bersama Berbagai bentuk kerja sama sebagai
berikut:
1) Tawar-menawar
(bargaining). yaitu bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa
antara dua pihak atau lebih
2) Kooptasi (cooptation),
yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan dengan cara menyepakati pimpinan yang akan ditunjuk untuk
mengendalikan jalannya organisasi/kelompok
3) Koalisi (coalitian), yaitu
kerja sama dua organisasi politik atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama dengan cara bergabung menjadi satu
4) Patungan (joint venture),
yaitu kerja sama dua badan usaha atau lebih untuk meraih keuntungan
dalam bidang ekonomi
b.
Akomodasi
Akomodasi adalah interaksi
sosial antara individu dan kelompok dalam upaya menyelesaikan pertentangan
Berikut ini adalah berbagai bentuk akomodasi
1)
Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang
dilaksanakan menggunakan tekanan (pemaksaan)
hingga salah satu pihak yang
bertentangan berada dalam keadaan lebih lemah
dibandingkan pihak lawan,
2)
Kompromi (compromise), yaitu persetujuan dengan
menempuh jalan damai yang bertujuan saling
mengurangi tuntutan
3)
Arbitrase (arbitration), yaitu upaya menyelesaikan konflik
dengan menghadirkan pihak ketiga yang
memiliki kewenangan untuk memutuskan permasalahan
antara kedua pihak yang bertikai.
4)
Mediasi (mediation), yaitu proses penyelesaiansengketa
dengan disertakannya pihak ketiga sebagai penasihat yang netral dalam
penyelesaian suatu perselisihan.
5)
Konsiliasi (conciliation), yaitu usaha dengan mempertemukan
kedua belah pihak berselisih untuk
mencapai persetujuan melalui lembaga
sosial untuk menyelesaikan perselisihan.
6)
Toleransi, yaitu suatu sikap menghargai perbedaan
yang ada dalam masyarakat.
7)
Stalemate, yaitu keadaan yang ditandai adanya kekuatan
seimbang dari kedua pihak yang bertikai
sehingga pertikaian terhenti pada titik
tertentu.
8)
Ajudikasi (adjudication), yaitu penyelesaian konflik/perselisihan
di pengadilan (meja hijau).
c.
Asimilasi
Asimilasi adalah proses
peleburan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda menjadi satu kebudayaan
tunggal yang dirasakan sebagai kebudayaan milik
bersama. Proses asimilasi mengarah pada
hilangnya
perbedaan
Ilustrasi gambar mengenai asimilasi sosial
d.
Amalgamasi
Amalgamasi adalah meleburnya dua kelompok budaya menjadi
satu dan melahirkan kelompok budaya baru. Proses amalgamasi mempertegas
hilangnya perbedaan yang ada.
e.
Akulturasi
Akulturasi adalah proses
penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari
kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan
kepribadian ataupun ciri khas kebudayaan yang
asli.
Ilustrasi gambar mengenai akulturasi
2.
Proses Disosiatif
Proses disosiatif adalah
interaksi sosial yang mengarah pada suatu perpecahan. Ada tiga bentuk interaksi
disosiatif:
a. Persaingan/kompetisi
Persaingan/kompetisi
adalah suatu proses sosial yang dilakuan individu/kelompok untuk mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan tertentu.
b. Kontravensi
Kontravensi merupakan proses sosial yang
ditandai dengan ketidakpastian,
keraguan, penyangkalan dan atau
penolakan yang tidak diungkapkan secara terbuka.
Kontravensi cenderung menunjukkan sikap menentang
pihak lain secara tersembunyi, agar tidak menimbulkan
suatu pertentangan secara terbuka Cara-cara
kontravensi berupa gosip, fitnah, provokasi,dan intimidasi.
Jenis jenis kongtravensi
c. Pertentangan (Pertikaian/Konflik)
Pertentangan adalah suatu proses sosial ketika seseorang/kelompok
dengan sadar atau tidak sadar menentang
pihak lain disertai ancaman atau kekerasan
untuk mendapatkan keinginan/tujuannya.
Keteraturan sosial adalah
kondisi hubungan sosial dalam masyarakat yang berlangsung tertib dan teratur sesuai
dengan nilai dan norma sosial yang
berlaku.Unsur-unsur pembentuk keteraturan sosial yaitu:
1. Tertib sosial, yaitu
kondisi yang aman dan dinamis karena masyarakat bertindak sesuai hak dan kewajiban
2. Order, menunjuk pada
sistem nilai dan norma sosial yang berkembang, diakui, dan
dipatuhi oleh masyarakat.
3. Keajekan, suatu kondisi
keteraturan yang tetap dan tidak berubah selaras dengan
tindakan, nilai dan norma social yang
berlangsung terus menerus.
4. Pola, yaitu corak hubungan
sosial yang tepat dan ajek yang dijadikan model dalam interaksi sosial di
masyarakat.
Faktor pendorong
terbentuknya keteraturan sosial dalam masyarakat sebagai
berikut.
1. Adanya nilai dan norma
sosial dalam struktur social
2. Dilaksanakannya proses
sosialisasi untuk menerapkan nilai dan norma sosial dalam kepribadian individu
3. Individu atau kelompok
wajib melanjutkan dan memahami peran nilal dan norma sosial secara regenerasi
(proses internalisasi dan enkulturasi).
4. Terdapat lembaca sosial
yang mengorganisasikan seluruh kebutuhan dan aktivitas anggota masyarakat.
5.
Berfungsinya sistem pengendalian sosial
dalam kehidupan masyarakat.


0 komentar