-->
    BLANTERORBITv102

    MATERI UTBK SOSIOLOGI_INTERAKSI SOSIAL

    Senin, 13 September 2021


     

    A.  INTERAKSI SOSIAL

     

    1.    Tindakan Sosial

    a.       Tindakan sosial instrumental

    Tindakan sosial instrumental adalah tindakan yang bersifat rasional atau masuk akal. Tujuan tindakan ini dipertimbangkan secara matang untuk mencapai tujuan yang sudah diperhitungkan. Misalnya, ketika membeli gadget, kita akan mempertimbangkan terlebih dahulu jenis, spesifikasi, hingga harganya.

    b.       Tindakan sosial berorientasi nilai

    Tindakan sosial berorientasi nilai dilakukan karena tindakan tersebut dianggap baik dan benar di mata masyarakat, namun tujuan dari tindakan tersebut tidak terlalu diperhitungkan. Contohnya, menggunakan tangan kanan ketika memberi atau menerima sesuatu karena masyarakat menganggap penggunaan tangan kanan lebih sopan dibandingkan tangan kiri.

    c.       Tindakan sosial tradisional

    Tindakan sosial tradisional dilakukan tanpa perhitungan yang matang, namun karena kebiasaan yang sudah ada di lingkungan masyarakat. Selain itu, tidak ada rencana dalam melakukan tindakan ini, karena hanya meniru atau mengulang tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Misalnya, kebiasaan balimau masyarakat Minangkabau yang dilakukan saat menyambut bulan Ramadhan.

     

    d.       Tindakan afektif

    Tindakan afektif adalah tindakan irasional yang terjadi secara spontan. Sebagian besar tindakan ini didorong oleh perasaan dan emosi, tanpa perhitungan yang matang. Misalnya, tindakan seorang ibu yang langsung memeluk anaknya yang sedang menangis, karena tindakan tersebut merupakan ungkapan kasih sayang yang dilakukan tanpa perlu pertimbangan sebelumnya.

    2.    Definisi Interaksi Sosial

    Interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang terjadi  antarindividu, Individu dengan kelompok, dan kelompok
    dengan kelompok. Interaksi sosial bisa berwujud kerja sama atau pun persaingan,

    Ciri-ciri interaksi sosial menurut Charles P.Loomis (ahli
    sosiologi dari Amerika Serikat) sebagai berikut:

    a.       Jumlah pelaku dua orang atau lebih

    b.       Terdapat komunikasi dengan menggunakan symbol simbol atau lambang

    c.       Terdapat tujuan yang akan dicapai

    d.       Terdapat dimensi waktu, meliputi masa lalu, masa kini, dan masa mendatang

     

    3.     Terjadinya Interaksi Sosial

    Interaksi sosial bisa berjalan sesuai dengan harapan, namun terkadang berjalan tidak dengan harapan. Syarat terjadinya interaksi yaitu kontak sosial (social contact) dan komunikasi (communication).

    a.        Kontak sosial, terjadi ketika dua individu/kelompok berhubungan, Kontak sosial terjadi apabila ada respons dari pihak lain. Kontak sosial dapat dibedakan dalam beberapa bentuk berikut.

    1)    Berdasarkan Caranya

    Berdasarkan cara dilakukannya, kontak sosial dibedakan menjadi kontak sosial langsung dan tidak langsung. Kontak sosial langsung, yaitu pihak komunikator menyarnpaikan pesan secara langsung kepada pihak komunikan. Kontak sosial dapat terbentuk secara bertatap muka (face to face) atau menggunakan media. Kontak sosial tidak langsung, yaitu kornunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga.

    2)    Berdasarkan Prosesnya

    Berdasarkan prosesnya, kontak sosial dibedakan menjadi kontak sosial primer dan sekunder. Kontak sosial primer, yaitu hubungan sosial antara komunikator dan komunikan secara langsung. Kontak sosial sekunder, yaitu komunikator menyampaikan pesannya melalui pihak ketiga atau media komunikasi.

     

    b. Kornunikasi, yaitu proses pengiriman pesan atau berita antara dua orang atau rebih sehingga pesan tersebut bisa dipahami penerima pesan. Aspek penting dalarn komunikasi adalah dengan munculnya penafsiran seseorang terhadap pesan/ berita yang diterima. Berikut ini adalah beberapa komponen dalam proses komunikasi.

    1) Pihak pengirim pesan (komunikator)

    2) Pihak yang menerima pesan (komunikan)

    3) Pesan yang akan disampaikan

    4) Respons atau tanggapan dari penerima pesan

     

    4.    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Interaksi Sosial

    Interaksi sosial disebabkan oleh beberapa faktor:

    a.     Imitasi, yaitu kecenderungan meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan

    Contohnya :

    b.    Identifikasi, yaitu kecenderungan atau keinginan dalarn diri seseorang untuk menjadi sama persis (identik) dengan pihak lain yang biasanya berkaitan dengan idola,

    c.     Sugesti, yaitu sikap pandangan, dan pendapat orang lain yang diterima tanpa dipikir ulang,

    d.    Motivasi adalah dorongan, pengaruh, atau stimulus yang dapat bersumber dari diri sendiri, maupun diberikan oleh orang lain kelompok lain. Pihak yang diberikan motivasi akan tetap bersikap kritis, rasional dan bertanggungjawab

    e.     Simpati, yaitu suatu proses ketika seseorang merasa tertarik kepada pihak lain berkaitan dengan perilaku atau penampilannya

    f.      Empati, yaitu kemampuan untuk merasakan keadaan orang lain dan ikut merasakan situasi yang dialami atau dirasakan orang lain.

     

    5.    Sifat interaksi Sosial

    Berikut ini adalah beberapa sifat interaksi sosial

    a.       Aksidental dan tidak direncanakan, yaitu interaksi yang terjadi secara spontan, misalnya menyapa kawan ketika bertemu di jalan

    b.      Berulang, yaitu interaksi sosial yang terjadi secara berulang ulan, misalnya setiap pagi Andi berpamitan kepada ayah dan ibunya setiap
    berangkat ke sekolah

    c.       Teratur yaitu interaksi yang terjadi dengan pola sama dan konsisten, misalnya setiap hari makan malam bersama keluarga

    d.      Disengaja, yaitu interaksi yang terjadi karena sengaja/ direncanakan, misalnya rapat warga kampung yang dilakukan setiap sebulan sekali.

    e.       Resiprokal, yaitu interaksi yang mengandung makna timbal balik. Dalarn interaksi sosial dibutuhkan respon dari lawan bicara/pihak lain.

    f.        Pelakunya dua orang atau lebih, berarti interaksimsosial harus dilakukan oleh dua orang atau lebih. Interaksi tidak dapat terjadi pada satu orang saja.

    6.     TEORI INTERAKSI SOSIAL

    Dalam ilmu sosiologi, terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang interaksi sosial. Interaksionisme Simbolik, Definisi Situasi dan Dramaturgi.

    a.       Interaksionisme simbolik

    Teori ini dikemukakan oleh George Herbert Mead. Menurutnya interaksi yang dilakukan manusia adalah dengan menggunakan simbol-simbol atau tanda-tanda yang memiliki makna. Ada 3 pokok pikiran dalam interaksionisme simbolik

    1)     Manusia bertindak (act) terhadap sesuatu (thing) atas dasar makna (meaning). Contohnya ketika upacara, kita berdiri tegak menghormati (act) sang saka merah putih (thing) atas dasar rasa nasionalisme (meaning).

    2)     Makna yang dimiliki berasal dari interaksi sosial antar individu.

    3)     Makna diperlakukan atau diubah melalui suatu proses penafsiran yang digunakan orang dalam menghadapi sesuatu yang dijumpainya

    b.       Teori Definisi Situasi

    Menurut William I. Thomas, manusia tidak langsung bereaksi ketika mendapatkan rangsangan dari luar. Tindakan individu selalu didahului dengan tahap penilaian dan pertimbangan. Jadi rangsangan yang didapatkan, diseleksi terlebih dahulu melalui proses penafsiran situasi atau pembuatan definisi yang kemudian menghasilkan sebuah makna. Teori ini terbagi menjadi 2, ada yang dihasilkan secara spontan dan ada yang dibuat oleh masyarakat, keluarga, teman dan komunitas.

     

    c.        Teori Dramaturgi

    Teori ini yang dikemukakan oleh Erving Goffman ini melihat bahwa kehidupan sosial itu seperti pertunjukan dalam pentas seni. Menurut teori ini interaksi sosial berlangsung secara belakang panggung (backstage) dan depan panggung (front stage). Interaksi yang terjadi akan berbeda ketika manusia berada di belakang panggung dan depan panggung.

     

    Seperti contohnya pesepakbola yang terlihat tegas dan galak dalam menghadapi lawan di lapangan, ketika pulang ke rumah dia menjadi orang yang lembut dan periang sesaat bertemu dengan anak dan istri yang selalu menunggu kehadirannya di tempat tinggal.

     

    B. BERBAGAI JENIS INTERAKSI SOSIAL

    1. Proses Asosiatif

    Proses asosiatif merupakan jenis interaksi sosial yang mengarah pada persatuan dan dapat meningkatkan hubungan solidaritas antara individu/kelompok. Berbagai jenis proses asosiatif sebagai berikut.

    a.     Kerja Sama (Cooperation)

    Kerja sama merupakan usaha bersama antara perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama Berbagai bentuk kerja sama sebagai
    berikut:

    1)    Tawar-menawar (bargaining). yaitu bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua pihak atau lebih

    2)    Kooptasi (cooptation), yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan dengan cara menyepakati pimpinan yang akan ditunjuk untuk
    mengendalikan jalannya organisasi/kelompok

    3)    Koalisi (coalitian), yaitu kerja sama dua organisasi politik atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama dengan cara bergabung menjadi satu

    4)    Patungan (joint venture), yaitu kerja sama dua badan usaha atau lebih untuk meraih keuntungan dalam bidang ekonomi

     

    b.     Akomodasi

    Akomodasi adalah interaksi sosial antara individu dan kelompok dalam upaya menyelesaikan pertentangan Berikut ini adalah berbagai bentuk akomodasi

    1)     Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang dilaksanakan menggunakan tekanan (pemaksaan) hingga salah satu pihak yang
    bertentangan berada dalam keadaan lebih lemah dibandingkan pihak lawan,

    2)     Kompromi (compromise), yaitu persetujuan dengan menempuh jalan damai yang bertujuan saling mengurangi tuntutan

    3)     Arbitrase (arbitration), yaitu upaya menyelesaikan konflik dengan menghadirkan pihak ketiga yang memiliki kewenangan untuk memutuskan permasalahan antara kedua pihak yang bertikai.

    4)     Mediasi (mediation), yaitu proses penyelesaiansengketa dengan disertakannya pihak ketiga sebagai penasihat yang netral dalam
    penyelesaian suatu perselisihan.

    5)     Konsiliasi (conciliation), yaitu usaha dengan mempertemukan kedua belah pihak berselisih untuk mencapai persetujuan melalui lembaga
    sosial untuk menyelesaikan perselisihan.

    6)     Toleransi, yaitu suatu sikap menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat.

    7)     Stalemate, yaitu keadaan yang ditandai adanya kekuatan seimbang dari kedua pihak yang bertikai sehingga pertikaian terhenti pada titik
    tertentu.

    8)     Ajudikasi (adjudication), yaitu penyelesaian konflik/perselisihan di pengadilan (meja hijau).



    c.      Asimilasi

    Asimilasi adalah proses peleburan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda menjadi satu kebudayaan tunggal yang dirasakan sebagai kebudayaan milik bersama. Proses asimilasi mengarah pada hilangnya
    perbedaan

    Ilustrasi gambar  mengenai asimilasi sosial

     

    d.    Amalgamasi

    Amalgamasi adalah meleburnya dua kelompok budaya menjadi satu dan melahirkan kelompok budaya baru. Proses amalgamasi mempertegas hilangnya perbedaan yang ada.

     

    e.     Akulturasi

    Akulturasi adalah proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan kepribadian ataupun ciri khas kebudayaan yang asli.

    Ilustrasi gambar  mengenai akulturasi 

     

    2. Proses Disosiatif

    Proses disosiatif adalah interaksi sosial yang mengarah pada suatu perpecahan. Ada tiga bentuk interaksi disosiatif:

    a.     Persaingan/kompetisi

    Persaingan/kompetisi adalah suatu proses sosial yang dilakuan individu/kelompok untuk mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan tertentu.

    b.    Kontravensi
    Kontravensi merupakan proses sosial yang ditandai dengan ketidakpastian, keraguan, penyangkalan dan atau penolakan yang tidak diungkapkan secara terbuka. Kontravensi cenderung menunjukkan sikap menentang pihak lain secara tersembunyi, agar tidak menimbulkan suatu pertentangan secara terbuka Cara-cara kontravensi berupa gosip, fitnah, provokasi,dan intimidasi.

    Jenis jenis kongtravensi

     

    c.     Pertentangan (Pertikaian/Konflik)

    Pertentangan adalah suatu proses sosial ketika seseorang/kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan untuk mendapatkan keinginan/tujuannya.

     

    C. KETERATURAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT

    Keteraturan sosial adalah kondisi hubungan sosial dalam masyarakat yang berlangsung tertib dan teratur sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku.Unsur-unsur pembentuk keteraturan sosial yaitu:

    1.       Tertib sosial, yaitu kondisi yang aman dan dinamis karena masyarakat bertindak sesuai hak dan kewajiban

    2.       Order, menunjuk pada sistem nilai dan norma sosial yang berkembang, diakui, dan dipatuhi oleh masyarakat.

    3.       Keajekan, suatu kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah selaras dengan tindakan, nilai dan norma social yang berlangsung terus menerus.

    4.       Pola, yaitu corak hubungan sosial yang tepat dan ajek yang dijadikan model dalam interaksi sosial di masyarakat.

    Faktor pendorong terbentuknya keteraturan sosial dalam masyarakat sebagai berikut.

    1.       Adanya nilai dan norma sosial dalam struktur social

    2.       Dilaksanakannya proses sosialisasi untuk menerapkan nilai dan norma sosial dalam kepribadian individu

    3.       Individu atau kelompok wajib melanjutkan dan memahami peran nilal dan norma sosial secara regenerasi (proses internalisasi dan enkulturasi).

    4.       Terdapat lembaca sosial yang mengorganisasikan seluruh kebutuhan dan aktivitas anggota masyarakat.

    5.       Berfungsinya sistem pengendalian sosial dalam kehidupan masyarakat.