1.
Definisi Sosialisasi
Menurut Robert MZ. Lawang,
sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai peran, dan semua persyaratan
lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan
partisipasi yang efektif dalam kehidupan
sosial. Sosialisasi
merupakan proses belajar menuju pembentukan
kepribadian melalui pemahaman mengenai
kesadaran terhadap peran yang dijalankan
seseorang dan peran yang dijalankan
orang lain.
2. Tahapan Sosialisasi
Proses sosialisasi yang
terjadi pada seorang individu berlangsung secara bertahap. Menurut George Herbert
vead dalam teorinya mengenai Role Taking, yakni
proses belajar mengetahui peran yang harus
dijalankan
dirinya dan orang lain, sosialisasi berlangsung
secara bertahap melalui proses sebagai
berikut:
a. Tahap Persiapan
(Preparatory Stage)
Tahap persiapan adalah tahap pemahaman tentang
diri sendiri. Pada tahap ini anak mulai melakukan tindakan meniru meskipun belum sempurna. Contohnya
tahap persiapan dilakukan sejak individu lahir hingga balita mengenai nilai
norma dasar yang dilakukan oleh orangtua, orang tua dalam hal ini menjadi
significant other
b. Tahap Meniru (Play Stage) Pada tahap
ini anak meniru perilaku orang dewasa dengan
lebih sempurna. Anak menyadari keberadaan dirinya
dan orang-orang terdekatnya serta mampu memahami
suatu peran. Contohnya Ketika individu mulai meniru Gerakan ibunya saat
menyapu rumah, namun individu tersebut belum mengerti apa tujuan dari menyapu.
c.
Tahap Siap Bertindak (Game Stage) Pada tahap
ini anak mulai memahami perannya dalam
keluarga dan masyarakat. Anak mulai menyadari
peraturan yang berlaku. Pada tahap ini, individu sudah mengetahui peran apa
yang harus dilakukan dirinya dan orang lain. Contohnya, individu sudah mengetahui
tujuannya untuk bersekolah dan perannya sebagai siswa di sekolah.
d.
Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalized Others) Pada tahap
ini anak sudah mencapai proses pendewasaan
dan mengetahui dengan jelas mengenai
kehidupan bermasyarakat. Anak mampu memaharni
peran yang seharusnya dilakukan dalam masyarakat.
Pada tahap ini, individu sudah memiliki peran dan tanggung jawab atas dirinya sendiri
bahkan orang lain. Contohnya, seorang pekerja baru mengikuti pengenalan di
kantornya agar bisa bekerja dengan baik
3.
Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi sebagai berikut:
a. Membentuk pola perilaku individu berdasarkan kaidah dan
norma yang berlaku dalam masyarakat
b. Menjaga keteraturan dalam masyarakat
c. Menjaga integerasi masyarakat
4.
Tujuan
Sosialisasi
Tujuan sosialisai sebagai berikut:
a. Mewariskan nilai dan norma kepada generasi penerus
b. Membantu individu untuk beradaptasi dengan lingkungan
sekitar
c. Memberikan pengetahuan yang berhubungan dengan nilai dab
norma dalam masyarakat
d. Mencegah terjadinya perilaku menyimpang
e. Tercapainya integerasi masyarakat
5.
Definisi Sosialisasi
Menurut Robert MZ. Lawang, sosialisasi
adalah proses mempelajari
norma, nilai peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
Sosialisasi
merupakan proses belajar menuju pembentukan
kepribadian melalui pemahaman mengenai
kesadaran terhadap peran yang
dijalankan seseorang dan peran yang
dijalankan orang lain.
6.
Tahapan Sosialisasi
Proses sosialisasi yang terjadi pada
seorang individu berlangsung
secara bertahap. Menurut George Herbert vead
dalam teorinya mengenai Role Taking, yakni proses belajar mengetahui peran yang harus dijalankan
dirinya dan orang lain, sosialisasi
berlangsung secara bertahap melalui
proses sebagai berikut:
e.
Tahap Persiapan
(Preparatory Stage)
Tahap persiapan adalah tahap pemahaman tentang
diri sendiri. Pada tahap ini anak mulai melakukan tindakan meniru meskipun belum sempurna.
f.
Tahap Meniru (Play Stage) Pada tahap ini anak
meniru perilaku orang dewasa dengan
lebih sempurna. Anak menyadari keberadaan
dirinya dan orang-orang terdekatnya serta
mampu memahami suatu peran.
g.
Tahap Siap Bertindak
(Game Stage) Pada tahap
ini anak mulai memahami perannya dalam
keluarga dan masyarakat. Anak mulai
menyadari peraturan yang berlaku.
h.
Tahap Penerimaan Norma
Kolektif (Generalized Others) Pada tahap
ini anak sudah mencapai proses pendewasaan
dan mengetahui dengan jelas mengenai
kehidupan bermasyarakat. Anak mampu memaharni
peran yang seharusnya dilakukan dalam masyarakat.
7.
Fungsi
Sosialisasi
Fungsi sosialisasi sebagai
berikut:
d.
Membentuk pola perilaku individu berdasarkan kaidah dan
norma yang berlaku dalam masyarakat
e.
Menjaga keteraturan dalam masyarakat
f.
Menjaga integerasi masyarakat
8.
Tujuan
Sosialisasi
Tujuan sosialisai sebagai
berikut:
f.
Mewariskan
nilai dan norma kepada generasi penerus
g.
Membantu individu untuk beradaptasi dengan lingkungan
sekitar
h.
Memberikan pengetahuan yang berhubungan dengan nilai
dab norma dalam masyarakat
i.
Mencegah terjadinya perilaku menyimpang
j.
Tercapainya integerasi masyarakat
9.
Bentuk
Sosialisasi
Berdasarkan bentuknya, sosialisasi dapat dibedakan menjadi:
a.
Sosialisasi primer
merupakan sosialisasi pertama yang dijalani
seorang individu dalam lingkungan keluarganya.
b.
Sosialisasi sekunder
merupakan proses sosialisasi yang
dijalani oleh seorang individu dalam lingkungan sosial yang lebih luas. Dalam
proses sosialisasi sekunder terdapat dua proses sosialisasi antara lain:
|
Desosialisasi |
Resosialisasi |
|
Pencabutan
identitas lama dan akan diganti dengan identitas baru |
Proses pemasyarakatan
individu agar mendapatkan identitas baru |
|
Setelah seseorang lulus dari sekolah menengah maka
dia tidak akan memakai seragam tidak akan memakai pakaian putih biru |
Setelah
seseorang memasuki sekolah SMA maka seseorang akan memakai seragam putih
abu |
Berdasarkan jenis atau
tipenya, sosialisasi dibedakan menjadi:
a. Sosialisasi formal merupakan
sosialisasi yang berlangsung
melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam
suatu negara. Misalnya lembaga pendidikan militer.
b. Sosialisasi informal merupakan
sosialisasi yang berlangsung di lingkungan masyarakat. Misalnya kelompok
belajar.
|
Sosialisasi formal |
Sosialisasi informal |
|
Dilakukan
oleh Lembaga resmi pemerintahan |
Proses sosialisasi yang
dilakukan oleh masyarakat dengan cara kekeluargaan |
|
Sosialisasi yang dilakukan kepolisian akan pentingnya
tertib lalulintas |
Teguran yang
dilakukan oleh masyarakat |
Berdasarkan polanya,
sosialisasi dibedakan menjadi dua, yakni:
a. Sosialisasi represif merupakan sosialisasi yang menekankan
pada kepatuhan anak. Sosialisasi represif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)
Hukuman dan imbalan
bersifat material
2)
Seorang anak harus patuh
terhadap orang tua;
3)
Komunikasi bersifat satu
arah, nonverbal, dan
berisi perintah;
4)
Sosialisasi berpusat pada
orang tua;
5)
Keluarga berperan sebagai
significant other (orang-orang
yang berpengaruh).
Contohnya liza dipaksa
oleh orantuanya untuk berkuliah di jurusan kedokteran.
b. Sosialisasi partisipatoris/partisipatif adalah
pola sosialisai yang lebih menekankan pada kebutuhan anak. Sosialisasi
partisipatoris ditandai dengan ciri-ciri berikut ini:
1)
Hukuman dan imbalan bersifat simbiolis;
2)
Seorang anak diberikan kebebasan;
3)
Komunikasi dua arah, verbal;
4)
Sosialisasi berpusat pada anak;
5)
Keluarga berperan sebagai generalized other.
Contohnya
Liza diajak diskusi oleh orangtuanya untuk menentukan jurusan perkuliahanya.
PERBEDAAN
BENTUK, POLA DAN TIPE SOSIALISASI
|
Bentuk |
Dilihat dari waktu atau periode seseorang mendapatkan
Sosialisasi dari setiap agen Sosialisasi. |
|
Tipe |
Dilihat dari keresmian atau peraturan yang sah tidaknya suatu Iembagayang melakukan Sosialisasi. |
|
Pola |
Dilihat dari Cara penyampaian Sosialisasi yang dilakukan kepada seseorang. |
Berdasarkan posisinya, sosialisasi dapat dibedakan menjadi:
a.
Sosialiasi ekualitatif merupakan sosialisasi
berdasarkan atas persamaan kedudukan antara pihak yang melakukan sosialisasi
dan pihak yang disosialisasi (memiliki hubungan sederajat).
b.
Sosialisasi otoritatif merupakan sosialisasi yang
memberi kesempatan kepada individu secara bebas atau tanpa paksaan menerima
atau menolak perilaku tertentu.
Beberapa
faktor pembentuk kepribadian sebagai berikut:
1.
Faktor biologis, yaitu faktor pembentuk kepribadian yang
diperoleh dari gen keturunan orang tua
2.
Faktor kelompok yaitu kepribadian yang terbentuk dari pengaruh
lingkungan kelompok social
3.
Faktor prenatal yaitu faktor yang berkaitan dengan
pemberian rangsangan atau stimulus ketika anak
masih dalam kandungan
4.
Faktor geografis, yaitu faktor pembentuk kepribadian yang
dipengaruhi oleh lingkungan alam
5.
Faktor kebudayaan, yaitu faktor pembentuk kepribadian yang
dipengaruhi oleh lingkungan budaya
6.
Faktor pengalaman, yaitu faktor pembentuk kepribadian yang ber hubungan dengan pengalaman
hidup
Dalam
sosialisasi, terdapat media yang berperan penting
demi tercapainya tujuan dari proses sosialisasi.
Media
sosialisasi diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Media Keluarga
Proses sosialisasi yang terjadi dalam
lingkungan keluarga
sebagai berikut:
a.
Keluarga merupakan kelompok primer yang memiliki intensitas
tinggi untuk mengawasi perilaku anggota keluarganya
b.
Orang tua berperan mendidik anak agar kehadirannya dapat
diterima oleh masyarakat
c.
Sosialisasi diberikan oleh orang tua kepada anak agar
membentuk ciri khas kepribadian
2.
Media
sekolah
Proses sosialisasi di
lingkungan sekolah sebagai berikut: Berperan dalam proses
sosialisasi sekunder
a.
Melibatkan interaksi yang tidak sederajat (antara guru dan
siswa) serta interaksi sederajat (antara siswa
dengan siswa)
b.
Cakupan sosialisasi lebih luas
c.
Berorientasi untuk mempersiapkan penguasaan peran siswa
pada masa mendatang
d.
Menanamkan nilai kedisiplinan yang lebih tinggi dan mutlak
3.
Media Kelompok Bermain
Proses sosialisasi dalam
kelompok bermain sebagai
berikut:
a.
Dilakukan antarteman, baik teman sebaya maupun teman tidak
sebaya
b.
Terjadi secara ekualitas (hubungan sosialisasi yang sederajat)
c.
Kelompok bermain ikut menentukan cara ber- perilaku
anggota kelompoknya
d.
Menjadi bagian dari subkultur yang dapat memberikan pengaruh
positif atau negative
4.
Media Lingkungan Kerja
Proses sosialisasi yang
terjadi di lingkungan kerja sebagai berikut:
a.
Diutamakan untuk mencapai kesuksesan dan keunggulan hasil
kerja
b.
Sosialisasi tahap lanjut setelah memasuki masa dewasa
c.
Adaptasi dalam proses sosialisasi lingkungan kerja dilakukan
berdasarkan tuntutan system
d.
Intensitas sosialisasi tertinggi dilakukan antar kolega
5.
Media Massa
Identifikasi proses sosialisasi media
massa sebagai
berikut:
a.
Dilakukan untuk menghadapi masyarakat luas
b.
Peran sosialisasi lebih bersifat umum
c.
Diperlakukan peran serta masyarakat untuk bersikap selektif
terhadap informasi yang akan diserap oleh anak
d.
Sosialisasi selalu mengikuti segala bentuk perkembangan dan
perubahan sosial yang bersifat universal
e.
Berperan penting untuk menyampaikan nilai dan norma
untuk menghadapi masyarakat yang heterogeny
Charles H. Cooley menekankan peran interaksi
dalam proses sosialisasi. Menurut Cooley, konsep diri (self concept) seseorang
berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Proses ini dinamakan
looking glass self (diri yang bercermin/memandang diri sendiri) yang terbentuk
melalui tiga tahap berikut.
1.) Membayangkan bagaimana kita di mata orang
lain.
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang
paling hebat dan yang paling penting karena prestasi di kelas dan selalu
menang di berbagai perlombaan atau liza selalu bertanya di kelas Ketika
gurunya sedang menjelaskanmateri dikelas.
2.) Membayangkan bagaimana orang lain menilai diri
kita.
Seorang anak membayangkan pandangan orang lain
terhadapnya. Dia merasa orang lain selalu memujinya dan selalu percaya pada
tindakannya. Perasaan ini juga bisa terjadi sebaliknya, si anak yang merasa
dirinya hebat belum tentu benar jika dibandingkan dengan orang lain, dia tidak
ada apa-apanya. Perasaan hebat ini akan turun jika si anak mengetahui
informasi bahwa ada anak yang lebih hebat dari dirinya. Atau teman teman
menganggap liza sebagai siswa yang pintar karena selalu bertanya kepada guru
3.) Bagaimana perasaan kita sebagai akibat
penilaian tersebut.
Dengan adanya penilaian bahwa sang anak adalah
anak yang hebat, timbul perasaan bangga dan penuh percaya diri. Ingat juga
bahwa pandangan negatif juga memiliki efek yang sama. Seorang anak yang selalu
dijelek-jelekan dapat merasa dirinya jelek, padahal pandangan itu belum tentu
benar. Atau liza merasa bangga dengan penilain teman temanya.
Kepribadian terbentuk, berkembang, dan berubah
seiring dengan proses sosialisasi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai
berikut.
a.
Faktor biologis/keturunan/genetika Warisan biologis seseorang
bersifat unik. Artinya, tidak seorang pun yang mempunyai karakteristik fisik
yang sama, bahkan anak kembar sekalipun. Hal lain yang juga memengaruhi
kepribadian seseorang adalah kematangan biologis. Kematangan biologis lebih
menekankan pada perkembangan individu secara fisik berdasarkan usia atau umur.
Tidak semua faktor karakteristik fisik menggambarkan kepribadian seseorang.
Namun harus diakui karakteristik fisik dapat pula menjadi faktor penentu dalam
perkembangan dan diperlukan dalam kepribadian sesuai dengan pandangan dalam
masyarakat atau kelompok acuan.
b.
Faktor geografis/fisik Lingkungan fisik atau lingkungan geografis sangat
memengaruhi perkembangan kepribadian seseorang. Misalnya lingkungan fisik desa
dan kota memiliki peranan besar dalam membentuk kepribadian.
c.
Faktor pengalaman unik
d.
Menurut Paul H. Horton, kepribadian tidak dibangun dengan menyusun
peristiwa di atas peristiwa lainnya. Arti dan pengaruh suatu pengalaman
bergantung pada pengalaman-pengalaman yang mendahuluinya. Pengalaman unik akan
memengaruhi kepribadian seseorang. Kepribadian yang berbeda-beda antara satu dan
lainnya karena pengalaman yang dialami seseorang itu unik dan tidak ada satu orang
pun yang dapat menyamainya.
e.
Faktor pengalaman kelompok/sosial
f.
Kelompok yang dapat memengaruhi perkembangan kepribadian antara
lain:
1.) kelompok acuan (kelompok referensi) merupakan
kelompok yang dijadikan acuan/model yang penting bagi gagasan atau norma-norma
perilaku;
2.) Kelompok majemuk merujuk pada masyarakat yang
memiliki keanekaragaman. Kelompok ini memiliki pandangan yang berbeda-beda
tentang aneka nilai dan norma dalam masyarakat.
g.
Faktor kebudayaan
Perbedaan
dalam setiap masyarakat dapat memengaruhi kepribadian seseorang. Memang
terdapat karakteristik kepribadian umum dari suatu masyarakat, namun tidak
berarti semua anggota termasuk di dalamnya.

0 komentar